Klub La Liga Hebat, Tim Liga Primer Terseok

Penulis: Darmansyah

Rabu, 5 November 2014 | 09:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua klub La Liga, Real Madrid dan Atletico, mendapatkan hasil maksimal di laga fase grup Liga Champions, Rabu dinihari WIB, 05 November 2014, setelah menekuk lawan-lawannya. Real mengalahkan Liverpool di Barnebu dan lolos ke enam belas besar.

Atletico, yang dalam penampilan sebelumnya di Grup A gonjang ganjing, Rabu dinihari mulai konsisten setelah mengalah Malmo, klub Swedia, dua gol. Walau pun memenangkan laga Atletico Madrid belum bisa dipastikan lolos ke babak enam belas besar Liga Champions meski kini memimpin klasemen di grupnya karena di ancam Olympiakos dan Juve.

Berlainan dengan tim La Liga, dua klub Liga Primer, Arsenal dan Liverpool makin terpruk di laga keempat fase grup. Liverpool kalah dari Real Madrid. Sedangkan Arsenal gagal menang dari Anderlecht setelah dimenit akhir menyudahi permainan seri, tiga gol banding tiga.

Ateltico, Rabu dinihari WIB, menang dua gol tanpa balas di kandang Malmo. Atletico kalah mendominasi laga ini.

Meski begitu, Atletico bisa memaksimalkan peluang-peluang mereka. Gol-gol Koke dan Raul Garcia memastikan mereka pulang dengan tiga poin.

“Memang gampang menilai seseorang dari namanya, tapi Malmo adalah sebuah tim hebat,” ucap Simeone di situs resmi UEFA.

“Mereka punya intensitas yang sangat bagus dan memainkan sepakbola yang amat baik. Saya tahu ini akan menjadi laga sulit dan Malmo tampil bagus, yang mana membuat kami jadi lebih baik lagi. Gol kedua benar-benar mengamankan kemenangan kami,” katanya.

Pada dua laga berikutnya, Atletico akan menjamu Olympiakos , kemudian bertandang ke markas Juventus.

“Ini adalah grup yang sangat aneh. Jadi, saya tak ingin rileks, banyak hal yang masih bisa terjadi. Kami harus memenangi pertandingan berikutnya,” kata Simeone.

Di laga lainnya, Arsenal yang menjamu Andrelecht di Emirates Stadium, sempat berada di ambang kemenangan sebelum akhirnya cuma mengantongi satu poi.

Sang kapten, Mikel Arteta, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya dengan hasil tersebut.

The Gunners seperti tampak akan menang mudah dari klub Belgia itu. Gol-gol dari Arteta, Alexis Sanchez, dan Alex Oxlade-Chamberlain membawa tim tuan rumah unggul tiga gol tatkala pertandingan berjalan kurang dari sejam.

Akan tetapi, kemenangan Arsenal yang sudah di depan mata menguap. Anderlecht mengejar lewat dua gol Anthony Vanden Borre — satu dari penalti — sebelum Aleksandr Mitrovic memastikan laga berakhir seimbang dengan golnya di menit terakhir.

Raihan satu angka ini membuat tim London Utara itu baru mengumpulkan tujuh angka sehingga mesti menunggu untuk bisa lolos ke fase knockout. Arsenal terpaut lima angka dari rival utamanya, Borussia Dortmund yang sudah dipastikan lolos.

Arsenal masih punya peluang lolos sebagai juara grup dengan dua sisa pertandingan grup yaitu laga kandang kontra Dortmund dan away ke Galatasaray. Meskipun, tidak dipungkiri itu akan jadi pekerjaan berat bagi tim arahan Arsene Wenger ini.

“Tujuan utamanya ketika Anda akan memulai kompetisi adalah menjuarai grup, jadi kami sudah membuang semuanya hari ini,” sungut Arteta.

“Kami masih punya dua peluang, tapi Anda tidak bisa melewatkan peluang di Liga Champions karena setiap tim punya kualitas dan Anda sudah melihatnya hari ini,” kata gelandang Spanyol itu kepada Sky Sports.

“Kami tidak boleh membuat banyak kesalahan dan kebobolan tiga gol setelah unggul tiga gol. Ini tidak cukup bagus. Kami sangat kecewa dan kami melewatkan sebuah kesempatan besar untuk mengakhiri tugas ini dengan baik.”

“Kami tahu apa untuk apa kami main dan ini adalah sebuah hari yang besar bagi kami. Apa yang terjadi di babak kedua bukanla level yang diinginkan di klub ini,” sembur Arteta.

Pemain Arsenal lainnya, Alex Oxlade-Chamberlain mengakui bahwa timnya sedikit terlena setelah berhasil unggul jauh.

“Sulit dijelaskan mengapa kami kehilangan kepemimpinan), tapi jelas sedikit terbuai karena kami juga sama sekali tidak menyelesaikan pertandingan dengan kuat,” ungkap pemain Inggris itu di Uefa.com.

“Dengan situasi tiga gol sebuah tim dengan kualitas seperti kami seharusnya bisa menuntaskannya dan mendominasi sisa waktu petandingan. Kami tidak melakukannya dan kami dihukum,” lanjut Oxlade-Chamberlain.

“Mudah-mudahan ini adalah sebuah pelajaran penting yang telah dipelajari — kami ada bagian sebaliknya saat melawan Anderlecht beberapa pekan lalu, ketinggalan satu gol dan kami membalikkan situasi di dua menit terakhir.”

“Pertandingan Dortmund akan sangat penting. Kami butuh mendapatkan tiga poin untuk lolos. Kami akan senang jika seandainya bisa memastikannya malam ini juga tapi kami gagal dan itu mengecewakan,” sambung Oxlade-Chamberlain.

“Kami mesti bangkit dan tidak berbuat salah lagi. Kami harus menatap pertandingan melawan Dortmund dengan sikap yang positif dan pendekatan dengan cara yang benar,” tuntas dia.

Komentar