Klopp Minta Maaf Selebrasinya Berlebihan

Penulis: Darmansyah

Senin, 3 Desember 2018 | 09:35 WIB

Dibaca: 1 kali

Pelatih “Si Merah,” Juergen Klopp meminta maaf atas selebrasi berlebihan yang dilakukannya usai Liverpool menang dramatis atas Everton dengan skor 1satu gol tanpa balas pada lanjutan Liga Primer Inggris yang digelar di Stadion Anfield, Senin dinihari WIB.

Kendati mendominasi permainan, The Reds kesulitan untuk menjebol gawang rivalnya tersebut di waktu normal. Beruntung Divock Origi yang masuk sebagai pemain pengganti sukses mencetak gol di masa injury time.

Origi yang masuk menggantikan Roberto Firmino menjadi pahlawan kemenangan Liverpool.

Penyerang Belgia tersebut berhasil memanfaatkan bola liar hasil tembakan Virgil van Dijk yang tak mampu diantisipasi sempurna kiper Jordan Pickford.

Gol tersebut disambut gemuruh sorak-sorai fan Liverpool yang memenuhi Anfield. Klopp pun larut dalam sukacita hingga berlari ke lapangan dan memeluk kiper Alisson Becker.

Selepas pertandingan, juru taktik asal Jerman itu melayangkan permintaan maaf dan mengaku tidak berniat untuk melukai tim lawan.

“Saya harus minta maaf karena saya tidak ingin bersikap tidak hormat tetapi saya tidak bisa menahan diri. Itu terjadi begitu saja,” kata Klopp kepada Sky Sports.

“Rencananya adalah tidak berlari [ke lapangan untuk selebrasi]! Ketika saya berhenti ternyata saya dekat dengan Alisson. Ia terkejut! Itu adalah situasi terakhir dari pertandingan. Kedua tim telah mempertontonkan pertarungan yang luar biasa,” sambungnya.

Aksi yang dilakukan Klopp bisa memicu sanksi dari FA selaku otoritas sepak bola Inggris.

“Kami tidak ingin mencari alasan. Saya tidak yakin apa yang harus dilakukan FA dalam situasi seperti ini tapi saya harus menunggu,” ujar Klopp.

Raihan tiga poin atas Everton amat penting bagi Liverpool yang tengah memburu gelar juara Liga Inggris musim ini. The Reds saat ini berada di posisi kedua dan hanya berjarak dua poin dari Manchester City yang berada di puncak klasemen.

Sementara itu, Divock Origi hanya bermain sekitar sepuluh menit di lapangan.

Namun ia punya banyak hal yang bisa membuatnya jadi tokoh utama dalam laga Liverpool lawan Everton di Liga Inggris.

Setelah memasukkan super sub Daniel Sturridge untuk menggantikan Mohamed Salah, Juergen Klopp melihat Liverpool masih kekurangan daya gedor di lini serang. Karena itulah Klopp memutuskan memasukkan Origi untuk menggantikan Roberto Firmino yang kurang menggigit di laga tersebut.

Origi kemudian memulai aksinya dengan impresif. Pergerakannya di sisi kiri pertahanan Everton cukup merepotkan dan menghasilkan sepak pojok.

Dari skema sepak pojok itu, Origi mendapatkan kesempatan menendang bola dari jarak kurang dari tiga meter. Namun tendangan keras Origi malah membuat bola menerpa mistar.

Bila skor seri bertahan hingga akhir pertandingan, maka momen kegagalan Origi bakal jadi salah satu sorotan lantaran bisa dibilang itu adalah peluang terbaik yang didapat Liverpool di laga tersebut.

Namun, kengototan Origi untuk terus berjuang hingga akhir pertandingan membuahkan hasil. Saat injury time sudah memasuki menit keenam, Virgil van Dijk melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti yang membuat bola melambung ke atas, tidak tajam, meski mengarah ke gawang.

Van Dijk sendiri sudah terlihat membalikkan badan tanda kekecewaan atas tendangan tersebut. Namun ternyata bola membentur mistar, juga disebabkan oleh blunder Jordan Pickford, dan malah kembali bergulir ke lapangan.

Origi terlihat tetap ngotot mengejar bola dan hal itu membuahkan hasil. Ia tak terkawal di depan gawang dan dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang lewat sundulan kepala.

“Saya tahu bahwa akan terjadi bola liar lalu kemudian saya hanya memainkan insting saya. Saya sangat ingin membantu tim dan memberikan apapun yang saya bisa lakukan.”

“Terima kasih kepada Tuhan bahwa bola itu datang ke hadapan saya,” kata Origi seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.

Origi sendiri menganggap gol kemenangan tersebut tak sepenuhnya berbau keberuntungan.

“Semua orang melakukan pressing dan kami terus bermain dengan kesadaran kami bisa memenangkan laga ini. Gol di akhir pertandingan itu memberikan perasaan yang luar biasa. Saya sangat senang,” ujar Origi.

Dalam laga itu, Liverpool memang berhasil membuktikan perubahan di lini belakang. Namun di lini depan, mereka justru kurang tajam bila dibandingkan tim penghuni zona empat besar Liga Inggris.

Liverpool menjalani musim ini dengan start yang apik. Mereka mencatat sebelas kemenangan dan tiga hasil seri dalam empat belas laga yang telah dimainkan. Catatan tak terkalahkan itu membuat Liverpool jadi penantang serius Manchester City dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim ini.

Kedatangan Alisson Becker sebagai penjaga gawang anyar memberikan perubahan besar bagi The Reds. Ditambah Virgil Van Dijk yang hadir di pertengahan musim lalu, kini lini belakang Liverpool tak lagi keropos seperti sebelumnya.

Liverpool hanya kebobolan lima gol dan menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Liga Inggris sejauh ini. Belum ada tim yang mampu mencetak dua gol ke gawang Liverpool di Liga Inggris sejauh ini.

Namun keperkasaan lini belakang Liverpool sedikit terganggu oleh kurang tajamnya lini depan The Reds sejauh ini. Khusus untuk tim di zona empat besar, Liverpool adalah tim paling minim gol.

Padahal Liverpool musim ini masih diperkuat oleh Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino yang musim lalu dikenal sebagai trio paling mematikan di Eropa.

Salah menyumbang tujuh gol, disusul Mane yang memberikan enam gol, dan Firmino dengan catatan tiga gol. Pendatang baru, Xherdan Shaqiri sudah memberikan dua gol bagi Liverpool dan bisa jadi alternatif pemecah kebuntuan skuat asuhan Juergen Klopp.

Dalam laga terakhir lawan Everton, Liverpool sendiri wajib berterima kasih pada Divock Origi. Origi mencetak gol di detik-detik akhir pertandingan untuk memastikan Liverpool menan

Komentar