Klopp Menuliskan “Kematian” Madrid di Dortmund

Penulis: Darmansyah

Kamis, 25 April 2013 | 10:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Dortmund tahu bagaimana mengalahkan Madrid.  Dan Juergen Klopp tahu pula bagaimana menuliskan “rest in peace,” matilah dalam damai, untuk sebuah tim paling disegani dipeta kekuatan sepakbola dunia.

Klopp, sang pelatih, yang selalu menggumamkan kegembiraan kepada siapa saja,  tahu pula bagaimana  memberi jawaban untuk sebuah kemenangan. Di Signal Iduna Park, stadion milik Dortmund, Kamis dinihari WIB, pada  laga semifinal putaran pertama Champions League, klub Borussia itu menuntas semua yang ia tahu  lewat kemenangan “quatrick” empat gol yang dilesatkan Robert Lewandowski.

Atmosfir laga kedua tim ini, sepertinya, ingin mengulang momen pertandingan serupa, dua bulan lalu, ketika di Signal Iduna Park ini pula,  Borussia Dortmund menekuk Real Madrid 2-1 di leg pertama penyisihan Grup Champions. Tidak hanya mengulangi momen, laga Kamis dinihari WIB  itu,  melambungkan Dortmund sebagai “jagal” maut yang mampu membantai tim terbaik dengan pelatih terbaik yang pernah dimiliki sepakbola  dunia.

Selain mengalahkan Madrid 1-4, Dortmund juga memberi catatan kepada laman Champions League, atas nama Robert Lewandowski, sebagai pemain pertama yang bisa melakukan “quatrick,” empat gol, sepanjang kompetisi Europa itu. Dan pemain muda asal Polandia itu juga menjadi “striker” paling menakutkan karena selalu memberi gol dalam setiap pertandingan di  Liga Champions.

Dortmund memang akan menjalani ritus pertemuan di laga kedua, pekan depan, dengan Real Madrid di Santiago Bernabeu. Tapi, Juergen Klopp tak pernah meriang datang di stadion paling magis yang telah banyak mengubur ambisi tim terbaik untuk mencanangkan kemenangan.

Klopp, usai pertandingan, dengan santai, seperti kebiasaannya berhadapan dengan media mengatakan, tidak perlu ada ketakutan untuk datang ke Bernabeu. “Kami akan datang ke sana dan menjawab semua tantangan Cristiano Ronaldo.Dua bulan lalu kami datang ke sana dan memaksa mereka bermain seri 2-2. Kami bisa melakukan apa yang tidak bisa diperbuat tim lain di Bernabeu,”ujar Klopp kepada media di ruang pertemuan usai laga krusial itu.

Surat kabar terbitan Madrid, “Marca” dalam edisi “web”nya usai pertandingan mengiyakan pernyataan Klopp. “Dortmund tak takut datang ke Bernabeu. Mereka   memang sangat menakjubkan. Mereka tampil seperti Robin Hood. Mereka tak berhenti bermain, bahkan  mereka terus berlari menuju kotak penalti lawan. Sangat menyenangkan melihatnya,”  tulis “Marca” dengan sangat sentimental.

Klopp kepada timnya mengingatkan  untuk tidak berlebihan merayakan kemenangan atas Madrid karena masih ada leg kedua.  Kini, all-German final terasa lebih realistis setelah leg pertama. Tetapi, kami tahu masih akan menjalani pertandingan sulit di Madrid. Kami harus tetap tenang dan tak terlena setelah pertandingan ini,” kata Klopp kepada “Bild” majalah olahraga seperi mengingatkan dirinya sendiri.

Jose Mourinho, pelatih Madrid, yang biasanya sinis mengomentari setiap tim lawannya, ketika berada di ruang media, hanya bisa menekukkan kepala dan berkata dengan setengah malas, “Tim terbaik telah menang. Secara individual maupun kolektif, Dortmund lebih baik dan lebih layak untuk menang. Mereka selalu unggul dalam perebutan bola dan jauh lebih ngotot dari kami,”

“Kami kesulitan mempertahankan penguasaan bola ketika mereka melakukan pressing. Menurut saya, semua pemain saya telah memberikan yang terbaik. Kami bisa bangkit,” tambahnya

Sementara itu pemain bertahan Dortmund,  Subotic mengatakan dengan sentimental bahwa  Klopp mengatakan kepada kami tentang peta pertandingan kepada tim. Kami menjalani peta jalan yang ia rencanakan. Berhasil. “Kami semua mengikuti rencananya. Kata-kata Klopp seperti petuah, dan kami percaya padanya seperti ia juga mempercayai kami. Begitulah cara tim ini terbentuk dan sukses,” kata Subotic.

Subotic tak lupa memuji rekan-rekan setimnya. Menurutnya, sepanjang laga melawan Madrid itu, timnya menunjukkan semangat dan kerja keras untuk mewujudkan mimpi menjuarai Liga Champions.

“Kekuatan terbesar kami terletak pada semangat juang. Penguasaan bola menjadi faktor penting. Setiap kami kehilangn bola, kami segera merebutnya. Aku rasa Madrid tak terbiasa menghadapi perlawanan seperti itu di Liga Spanyol,” tutur Subotic.

“Menurutku kami mendominasi pertandingan dan bermain sesuai yang kami inginkan. Madrid juga bermain bagus, tapi kami tak membiarkan mereka mendekati gawang kami. Mereka sudah pasti mencoba membangun peluang, tapi kami mendominasi permainan dalam jangka waktu lama,” tutur Subotic.

Mengenai pertandingan leg kedua, Subotic mengatakan, “Kami tim profesional, dan kemenangan ini baru setengah jalan. Kami bisa saja kehilangan segalanya di leg kedua, jadi kami harus tetap fokus. Aku yakin jika kami bermain seperti hari ini, kami bisa mendapat hasil seri dan masuk final,” katanya.

Dalam pertandingan itu, striker  Robert Lewandowski mencetak empat gol yang menentukan kemenangan Borussia Dortmund 4-1 atas Real Madrid. Dengan kemenangan ini, Madrid memerlukan kemangan mutlak  3-0 pada leg kedua, di Santiago Bernabeu, 30 April 2013.

Dortmund unggul lebih dulu melalui Robert Lewandowski pada menit ketujuh.Madrid menyamakan kedudukan melalui Cristiano Ronaldo dua menit sebelum waktu jeda. Dortmund kembali unggul melalui Lewandowski pada menit ke-50..

Lima menit usai gol kedua Dortmund, Lewandowski kembali masuk daftar pencetak gol melalui tembakan akuratnya ke sudut kiri atas gawang yang tak bisa dibendung Lopez. Menit ke-66, Dortmund mendapat gol keempat, lagi-lagi dari Lewandowski. Gol ini merupakan hasil tembakan dari titik putih ke tengah gawang. Penalti diberikan karena Xabi Alonso dinilai melanggar Reus.

Kemenangan Dortmund 4-1 atas Madrid ini menurut catatan UEFA bukan karena penguasaan bolanya, tapi karena “pressing” yang terus mereka laukan sepanjang pertandingan. Dortmund hanya menguasai  bola sebanyak 48 persen dan melepaskan delapan tembakan dari sepuluh percobaan. Sementara Madrid menciptakan enam peluang emas dari delapan percobaan.

Pertandingan ini dipimpin oleh wasit terbaik yang dimiliki UEFA Bjorn Kuipers asal Swedia yang dengan mulus menjalankan tugasnya di lapangan. Bjorn diyakini oleh banyak pengamat tidak pernah terpengaruh oleh aksi pemain di lapangan. Ia terkenal sebagai wasit paling tegas dan tak segan-segan mengusir para pelatih untuk menyingkir dari pinggir lapangan bila mengacaukan pertandingan

Komentar