close
Nuga Bola

Klopp Geram Lihat Diving Konyol Salah

Juergen Klopp kecewa saat Liverpool harus takluk dari Chelsea dalam lawatannya ke Stamford Bridge.

Laga yang bergulir Minggu malam WIB 0 6 Mei  itu juga jadi momen tak kurang mengesankan bagi seorang Mohamed Salah.

Adapun yang bikin Klopp kian geram yakni aksi diving konyol Salah yang justru berbuah kartu kuning.

Momen tersebut terjadi saat Salah menguasai bola tepat di depan kotak penalti Chelsea dan diadang Gary Cahill.

Dan melihat situasi menguntungkan itu, Salah pun berniat melakukan akting diving demi membuahkan hadiah tendangan bebas.

Menanggapi insiden tersebut, Klopp menyebut tindakan Salah sangat disayangkan.

“Ya, saya pikir itu adalah diving, kan?” ujar Klopp yang dilansir FOX Sports News.

Wasit Anthony Taylor yang berada dalam posisi tepat, mengambil keputusan tegas.

Apa yang dilakukan Salah jelas sebuah diving dan berbuah kartu kuning.

“Atau dia menunggu terjadi kontak fisik, saya tak yakin. Jadi bukan itu yang ingin saya lihat, bukan itu yang harus dia lakukan. Tetapi jelas itu diving,” tegas Klopp.

“Dengan situasi itu (Salah terkena kartu kuning), dia tak bisa lagi melakukan pelanggaran. Selalu seperti ini dan Anda harus menghadapinya,” ujar Klopp.

Sementara itu, manajer Chelsea, Antonio Conte, tampak sangat senang dengan kemenangan atas Liverpool

Bukan hanya mendapat tambahan tiga angka tapi juga membuka asa untuk finis di posisi empat besar.

Posisi The Blues saat ini memang masih tertahan di peringkat kelima. Namun, mereka hanya berselisih dua poin dari Tottenham Hotspur yang ada satu strip di atasnya.

Selain itu, Eden Hazard cs juga masih memiliki dua pertandingan tersisa sebelum musim berakhir.

Dan tentunya, peluang ini akan dimaksimalkan oleh Conte untuk membawa timnya melaju ke Liga Champions musim depan.

“Satu bulan lalu, sangat mustahil membayangkan kami bisa bertarung hingga akhir untuk lolos ke Liga Champions. Kini, harapan itu masih ada,” ujar manajer asal Italia dikutip Soccerway.

Menurut Conte, kunci keberhasilan The Blues tak lepas dari tekad mereka untuk terus memenangkan pertandingan. Namun, juga dibantu dengan inkonsistensi penampilan yang ditunjukkan para rivalnya.

“Kami berusaha untuk mendapat tiga poin di setiap pertandingan tersisa. Rival kami selalu kehilangan poin tapi masa depan bukan di tangan kami. Kami hanya berusaha menang untuk menekan tim di atas kami,” kata Conte.

“Kami harus bisa berjuang sekuat tenaga dan tekad kami untuk meraih satu tempat di Liga Champions,” jelasnya.

“Saya pikir kita harus senang,” kata Conte seperti dikutip Reuters. “Para pemain memainkan permainan yang sangat bagus.

Biasanya ketika Anda harus memainkan permainan yang harus dimenangkan, itu tidak mudah. Adalah normal menjadi sedikit gugup.

Hari ini, ini adalah pertandingan yang harus dimenangkan tetapi tidak melawan lawan yang sederhana.

Mereka baru saja mencapai final Liga Champions. Saya tidak tahu apakah ini akan cukup, tetapi kita harus mencoba. Sekarang kita harus bersiap untuk Huddersfield – – pertandingan sulit lainnya.”

Tidak ada Alvaro Morata di skuat Chelsea. Conte mengatakan striker asal Spanyol itu mengalami cedera sebelum pertandingan meski bukan satu yang pasti akan mengakhiri musimnya.

“Cedera itu tidak serius,” kata Conte. “Dalam pikiran saya dia akan bersaing untuk pertandingan melawan Huddersfield. Itu tidak serius dan saya berharap dia sembuh. Namun ia mengaku kesulitan untuk mempersiapkan pertandingan ketika saya hanya memiliki satu striker.

“Mungkin saya akan melakukan rotasi pada hari Rabu karena hari ini kami mengeluarkan banyak energi melawan Liverpool. Kami menunjukkan keinginan besar untuk bertarung untuk menunjukkan bahwa kami masih hidup. ”

Liverpool yang bersinar dalam beberapa pertandingan besar di kasta internasional kemarin masih berusaha untuk menggeser Manchester United di posisi dua klasmen dan harus berhadapan dengan Chelsea yang membutuhkan kemenangan agar bisa mengamankan tiket menuju liga Champions.

Saat ini Chelsea menempati peringkat kelima klasemen dengan koleksi 66 poin. The Blues berusaha menyingkirkan Totenham Hotspur dari peringkat empat klasmen yang merupakan zona terakhir Liga Champions.

Pertandingan babak pertama berjalan dengan cukup alot, kedua tim sama-sama bermain cukup terbuka.

Baru saja pertandingan berjalan dua menit, Liverpool hampir mendapatkan peluang untuk mencetak gol.

Sayangnya tendangan Firmino dari dalam kotak penalti Chelsea yang on target terlalu mudah bagi Courtois untuk diantisipasi.

Pada menit kedua puluh tiga lagi-lagi tim tamu mendapatkan peluang melalui sepakan Sadio Mane.

Ia menendang menggunakan kaki kiri dari luar kotak penalti dan mengarah ke bawah gawang, sayang penampilan Courtois malam itu cukup apik dan bola terlalu mudah untuk ditangkap.

Chelsea yang hanya mendapatkan sedikit ruang untuk menyerang harus cukup bersabar mengahadapi gempuran cepat pemain Liverpool.

Kedua tim sama-sama menunjukkan permainan apik di lini tengah namun Liverpool lebih banyak menguasai jalannya permainan di babak pertama.

Kesabaran The Blues akhirnya membuahkan hasil.  Oliver Giroud menjadi penyelamat tuan rumah.

Berawal dari umpan lambung Victor Moses dari sayap kanan, Giroud  yang berada di dalam kotak penalti langsung meneruskan si kulit bundar dengan sundulan terarah ke tiang jauh.

Kiper Liverpool, Loris Karius hanya bisa terperanga dan satu go0 bagi Chelsea.

Paruh kedua pertandingan, Chelsea hampir menggandakan keunggulan. Peluang tersebut berawal dari gol Antonio Rudiger yang di eskekusi melalui sundulan

Peluang tersebut berasal dari sepak pojok. Sayang, gol tersebut dianulir.

Jalannya pertandingan dalam tiga puluh menit akhir berjalan cukup monoton.

Chelsea lebih banyak membuang-buang waktu dan mempratekkan “parkir bus” sedangkan Liverpool tetap gencar menyerang.

Liverpool mempertahankan pressing dan sempat menciptakan beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan namun usaha anak-anak Jurgen Klopp sia-sia.

Pertahanan Chelsea terlalu solid dan skor bertahan hingga akhir pertandingan