Ketika Mou Ketinggalan “Kereta” Kontrak

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 April 2016 | 15:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Jose Mourinho apes dari kontrak klub besar?
“Ya,” tulis Stephen Albert, kolomnis sepakbola di “mirror,” Selasa, 05 April 2016, tentang kemungkinan Jose Mourinho tak lagi disapa oleh kontrak oleh klub besar di pelataran sepakbola Europa.

Ramai dibicarakan telah “mengikat” kontrak dengan Manchester United, Mou, seperti ditulis dengan akurasi yang tinggi oleh Albert, tidak punya ikatan apapun dengan klub Old Trafford itu.

“Ia ditolak oleh dua pilar dan elitis klub, Alex Ferguson dan Sir Bobby Charlton. Bahkan pemilik klub tidak percaya Mou bisa sukses di Old Trafford,” tulis Albert.

Bersamaan dengan diturunkannya tulisan Albert ini oleh “mirror, bursa transfer musim panas telah measuki fase awal.

“Memang secara spesifik musim transfer belum dimulai, tapi Liga Primer Inggris telah memastikan pertarungan musim depan akan berjalan seru. Hal ini terutama setelah Chelsea memastikan Antonio Conte menjadi manajer baru mereka pada Senin ,” tulis mirror.

Kedatangan Conte mengikuti gelombang pelatih-pelatih top yang tertarik mencicipi liga yang memiliki putaran uang tertinggi di dunia tersebut.

Dua musim lalu, Louis van Gaal yang merupakan salah satu pelatih terkemuka dalam dua dekade terakhir resmi menduduki kursi kepelatihan Manchester United.

Lalu disusul kedatangan Ronald Koeman, Claudio Ranieri, Mauricio Pocchetino, Slaven Bilic, dan Juergen Klopp yang direkrut Liverpool di pertengahan musim ini.

Nama besar lainnya tentu adalah Pep Guardiola yang pada Januari lalu telah diumumkan akan menggantikan Manuel Pellegrini sebagai arsitek Manchester City.

Belum lagi berbicara kualitas Arsene Wenger, Roberto Martinez, Francisco Guidolin yang pernah sukses mengantarkan klub kecil Italia Udinese ke zona empat besar, atau Mark Hughes yang kini menangani Stoke City.

Kehadiran para pelatih ini telah membuat demikian banyak ketakterdugaan di musim ini dan juga mengubah peta persaingan.

Kesuksesan Leicester dan Tottenham Hotspur menduduki posisi dua besar tentu harus dialamatkan pada kehadiran Ranieri dan Pochettino, sementara Bilic kini membikin The Hammers hanya berjarak tiga poin dari zona Liga Champions.

Guidolin semula dicibir oleh para penggemar Swansea, tapi ia sukses membawa kesebelasan itu merangkak keluar dari zona degradasi.

Satu nama lain yang tentu bisa melengkapi gelombang tersebut adalah Jose Mourinho, pelatih yang mengoleksi tiga gelar Liga Champions, tiga gelar Liga Inggris, dua gelar Liga Italia, satu gelar Liga Spanyol, dan dua gelar Liga Portugal.

Sebagai salah satu pelatih paling terkemuka di dunia yang juga menyenangi sorotan media, Mourinho bak terlahir untuk menjadi pelatih klub Inggris di musim depan.

Eks pelatih Chelsea itu dalam beberapa bulan terakhir sering disebut-sebut akan menggantikan van Gaal sebagai pelatih MU dan bahkan pada 19 Maret dikabarkan telah menandatangani pra-kontrak dengan kesebelasan yang dijuluki The Red Devils tersebut.

Salah satu pasal pra-kontrak menyebutkan, MU harus membayar denda kepada Mourinho senilai 15 juta euro jika Mourinho belum diumumkan sebagai pelatih baru United pada 1 Juni nanti.

Klausul ini diminta Mourinho karena ada beberapa figur penting di Manchester United, seperti Sir Alex Ferguson dan Sir Bobby Charlton, yang tidak yakin penunjukkan Mourinho akan berdampak bagus bagi MU.

Tapi MU dan Mourinho tak kunjung mengikat perjanjian hingga saat ini.

Bahkan berita termutakhir tentang pelatih asal Portugal ini justru tentang tim nasional Suriah yang menawarkan kontrak kepada pelatih berusia 53 tahun itu.

Kunci masa depan Mourinho di Inggris saat ini masih dipegang Ed Woodward, sang wakil pemimpin klub.

Menurut Express, ia adalah orang yang akan mengambil keputusan akhir soal pelatih MU di musim depan.

Saat ini Woodward tetap memberikan dukungan kepada van Gaal, dan bahkan mulai merencanakan bursa transfer musim panas dengan pelatih asal Belanda itu.

Van Gaal sendiri dalam beberapa sesi konferensi pers selalu menegaskan dirinya percaya diri akan menyelesaikan kontraknya bersama Setan Merah yang akan berakhir pada musim panas 2017 nanti.

Jika demikian, akankah Mourinho gagal mengikuti kereta terakhir menuju Liga Inggris?

Lantas apa benar Mou diminta melatih Suriah?

Suriah memang menginginkan Mourinho untuk membawa negara yang sedang dilanda konflik tersebut lolos ke putarna final Piala Dunia 2018.

Lewat laman Facebook mereka, FASF mengatakan bahwa surat untuk Mourinho dikirimkan setelah ada keputusan pada pertemuan antara presiden FASF, Salahuddin Ramadan, wakil kepala Badan Timnas, direktur tim utama Fadi Dabbas, dan Sekretaris Umum FASF, Qutaiba al-Rifaiit.

Saat ini Mourinho sedang menganggur setelah didepak dari kursi kepelatihan Chelsea pada Desember silam.

Timnas Suriah tampaknya ingin memanfaatkan waktu luang Mourinho demi mencetak sejarah tampil di Piala Dunia.

Komentar