Ketika Duo Manchester Bernasib Buruk

Penulis: Darmansyah

Senin, 3 Oktober 2016 | 08:53 WIB

Dibaca: 0 kali

“Duo” Manchester, United dan City, Minggu malam WIB, 02 Oktober 2016, menemukan nasib buruk di dua laga Liga Primer karena gagal meraih angka maksimal.

United hanya bisa bermain imbang, satu gol berbanding satu, dengan Stoke City.

Sedangkan Manchester City bernasib lebih buruk, dilumat Tottenhamp Hotspurs dua gol tanpa balas.

Ketidak berhasilan United memenangkan laga melawan klub papan tengah Liga Primer Sotoke City, seperti ditulis “daily mail,” Senin, 03 Oktober 2016, merupakan bagian dari strat buruk  Jose Mourinho.

United  mencatat start yang lebih buruk bila dibandingkan dengan torehan MU di bawah arahan Louis van Gaal musim lalu.

Catatan seri lawan Stoke City di Old Trafford, dan  mengoleksi tiga belas poin dari tujuh laga awal membuatnya sulit untuk menggapai predikat juara.

Jumlah  angka tersebut lebih sedikit tiga poin dari  yang dicapai MU pada tujuh pekan perdana musim lalu.

Di musim ini, United sejatinya tampil apik di tiga laga awal dengan torehan poin sempurna, sembilan.

Namun setelah itu, United menelan dua kekalahan beruntun dari Manchester City dan Watford sehingga terlempar dari persaingan di papan atas.

United menunjukkan sinyal kebangkitan saat membantai juara bertahan Leicester City. Tetapi sayangnya mereka hanya mampu bermain imbang lawan Stoke.

Koleksi tiga belas  poin pun membuat United saat ini masih berada di luar zona Liga Champions. United saat ini ada di peringkat keenam, selisih tiga angka dari Liverpool yang menghuni batas akhir zona Liga Champions.

Sebagai perbandingan, pada musim lalu United ada di peringkat pertama setelah laga Liga Inggris berjalan tujuh pekan.

Tetapi setelah itu posisi United langsung melorot ke peringkat keenam pada akhir Desember lantaran menorehkan tiga menang, empat seri, dan empat kali kalah di sebelas laga berikutnya.

Kenyataan ini tak mau diakui oleh Mourinho.

Ia menilai, terutama ketika melawan Stoke,  timnya ada di jalur yang benar lantaran terus mengalami peningkatan performa.

“Laga lawan Stoke adalah penampilan terbaik kami sepanjang musim ini. Seharusnya kami bisa menang enam gol tanpa balas di akhir pertandingan, namun beginilah sepak bola,” ujar Mourinho seperti dikutip dari BBC Sport.

Mourinho datang ke United musim ini dengan beban yang terbilang berat.

Ia diharapkan bisa mengangkat performa United ke level elite seperti era Sir Alex Ferguson. Dua manajer yang datang sebelumnya, David Moyes dan Louis van Gaal, gagal dalam tugas tersebut.

Bagi Mourinho, ‘Setan Merah’ seharusnya bisa menang dengan skor besar bila melihat peluang yang didapat sepanjang laga.

Mourinho melanjutkan, penampilan Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan di laga lawan Stoke bahkan lebih bagus bila dibandingkan saat mereka melumat Leicester City.

“Penampilan kami jauh lebih baik dibandingkan laga lawan Leicester. Bahkan ini merupakan penampilan terbaik sejauh ini. Kami memiliki enam hingga delapan kesempatan untuk memenangkan pertandingan.”

“United di laga ini benar-benar dominan dan bermain agresif untuk memburu banyak gol,” tutur mantan pelatih Chelsea ini.

Mourinho menunjuk kegemilangan Lee Grant mengawal gawang Stoke sebagai salah satu sebab kegagalan United mengantongi kemenangan di laga ini.

“Kiper lawan mengawali laga ini dengan penyelamatan gemilang atas Ibrahimovic dan mengakhirinya dengan penyelamatan gemilang pada upaya Ibrahimovic.”

“Bagi saya United tampil luar biasa. Dengan mempertimbangkan kami meraih hasil buruk, reaksi yang ditunjukkan suporter di akhir pertandingan menunjukkan kepuasan mereka,” ucap Mourinho.

Berlainan dengan Mou, Manajer Manchester City Pep Guardiola dengan nada rendah  menilai kekalahan yang dialami timnya merupakan sebuah hal yang wajar lantaran mereka merupakan tim yang baru.

City menghentikan catatan kemenangan beruntun di Liga Inggris pada pekan ketujuh. Bertandang ke markas Spurs, City kalah dua gol tanpa balas lewat gol bunuh diri Aleksandr Kolarov dan Dele Alli.

“Saat ini masih Oktober dan semua mungkin tak bisa membayangkan apa yang sudah dilakukan tim saya.”

“Saya masih baru di Manchester City. Sejauh ini kami menampilkan performa yuang luar biasa, namun kami butuh lebih dari itu. Kami harus terus bekerja keras untuk melakukannya,” kata Guardiola seperti dikutip dari BBC Sport.

Guardiola menyebut kekalahan dua gol tanpa balas dari Spurs bisa jadi pelecut semangat ‘The Citizens untuk berkembang jadi tim yang lebih hebat.

“Saya tak pernah membayangkan bahwa kami akan terus melaju tanpa pernah kalah, kalian tentunya juga tak bisa membayangkan hal itu.”

“Kekalahan adalah hal normal dalam sebuah proses. Hal seperti ini kadang terjadi dan membantu tim untuk terus berkembang,” ucap mantan pelatih Bayern Munich ini.

Dari jalannya laga, Guardiola mengakui bahwa City memang tak berdaya di hadapan Spurs.

“Kami menjalani laga yang sulit. Tottenham Hotspur telah menjelma jadi tim yang sangat bagus dalam tiga musim terakhir.”

“Kami kalah dibandingkan mereka dalam segala aspek. Kami tak memiliki banyak peluang dan mereka memang lebih bagus dari kami di laga ini,” kata Guardiola.

Meski kalah dari Spurs, City masih berada di posisi puncak klasemen dengan nilai 18 poin. Mereka unggul satu angka dari Spurs yang ada di posisi kedua.

Guardiola membeberkan kelemahan timnya saat melawan Spurs. Menurutnya, pergerakan penyerang lubang City berhasil dimatikan bek Spurs.

“Spurs bermain lebih baik. Kami memiliki masalah dengan pemain kedua di belakang striker. Pemain kami tidak berada di posisi yang tepat,” ucap mantan pelatih Bayern Muenchen tersebut, dikutip dari Goal.

“Menurut saya, setelah Spurs menciptakan gol pertama, pertandingan berjalan lebih sulit dan kami gagal memulihkan permainan sendiri. Spurs berhasil menekan kami dengan tekanan tinggi,” kata Guardiola menambahkan.

Sang pelatih memberikan ucapan selamat kepada Spurs, tim pertama yang berhasil mengalahkan Manchester Biru pada musim ini.

“Selamat untuk lawan. Sepertinya kami harus istirahat,” ujar Guardiola.

Meski kalah, City masih memuncaki klasemen Liga Premier Inggris dengan delapan belas poin. Sergio Aguero dan kawan-kawan unggul satu angka dari Spurs yang berada di posisi kedua

Komentar