Karir “Ringkas” Julen Lopetegui dil Madrid

Penulis: Darmansyah

Selasa, 30 Oktober 2018 | 08:22 WIB

Dibaca: 1 kali

Karier Julen Lopetegui di Real Madrid  akhirnya tamat

Dan itu hanya  berlangsung singkat. Hal itu pun sudah dipenuhi sejumlah catatan buruk. Berikut kronologi nasib buruk Lopetegui di Los Blancos.

Real Madrid resmi memecat Julen Lopetegui dari kursi pelatih. Santiago Solari akan jadi pelatih sementara Los Blancos.

Kabar pemecatan itu muncul di situs resmi Real Madrid pada Senin (29/10) waktu setempat alias satu hari setelah drama pembantaian oleh Barcelona di laga El Clasico.

“Direksi Real Madrid menggelar rapat hari ini dan menyetujui untuk memutus kontrak pelatih Julen Lopetegui. Keputusan ini didasarkan oleh pertanggungjawaban dan keinginan untuk perubahan di tim utama, ketika tujuan di musim ini masih mungkin diraih.”

“Direksi menyadari adanya ketidakseimbangan yang besar antara kualitas tim Real Madrid yang punya delapan pemain yang masuk dalam nominasi Golden Ball, dengan hasil yang didapat sejauh ini,” tulis Real Madrid dalam pernyataan resmi mereka.

Real Madrid mengucapkan terima kasih atas kerja keras Lopetegui di awal musim ini. Solari, mantan pemain Real Madrid era dua ribuan akan jadi pelatih sementara.

“Klub berterima kasih kepada Julen Lopetegui atas usaha dan kerja kerasnya serta berharap yang terbaik untuk perjalanan karier berikutnya.”

“Posisi tersebut untuk sementara akan diisi oleh Santiago Solari yang akan mulai memimpin tim sejak hari Selasa.”

Lopetegui mengisi posisi pelatih dengan beban yang sangat besar. Ia menggantikan Zinedine Zidane, pelatih yang sukses mendatangkan banyak gelar untuk Real Madrid hanya dalam waktu dua setengah  tahun.

Sejak awal, kedatangan Lopetegui sendiri tidak berjalan mulus. Berikut kronologi nasib buruk Lopetegui di Real Madrid:

Piala Dunia lalu akan segera dimulai. Semua tim sibuk mempersiapkan diri. Timnas Spanyol jadi salah satu tim yang disorot lantaran memiliki materi tim yang mentereng.

Namun di balik kemeriahan jelang Piala Dunia itu Julen Lopetegui justru diumumkan sebagai pelatih baru Real Madrid menggantikan Zinedine Zidane yang mengundurkan diri.

Penunjukan Julen Lopetegui sebagai pelatih baru Real Madrid beberapa hari menjelang Piala Dunia membuat kecewa Federasi Sepak Bola Spanyol. Lopetegui dianggap tidak fokus ke Piala Dunia dan akhirnya dipecat.

Pemecatan Lopetegui kemudian berdampak pada kondisi psikologis timnas Spanyol. La Furia Roja akhirnya tumbang di babak enam belas6 besar.

Coba melanjutkan kisah sukses Zinedine Zidane, Julen Lopetegui justru kehilangan kesempatan untuk meraih trofi pertama untuk Real Madrid.

Dalam duel Piala Super Eropa melawan Atletico Madrid, Real Madrid kalah dua hingga empat lewat perpanjangan waktu.

Setelah kalah di Piala Super Eropa, Julen Lopetegui mampu memimpin Real Madrid menjalani start yang bagus. Los Blancos melewati enam laga perdana dengan hasil lima kemenangan dan satu kali imbang.

Namun petaka mulai terjadi sejak duel lawan Sevilla. Setelah kalah dari Sevilla, Karim Benzema mengalami masalah dalam hal mencetak gol. Real Madrid tak bisa mencetak gol pada laga lawan Atletico Madrid, CSKA Moskow dan Deportivo Alaves.

Paceklik gol Real Madrid berlangsung selama empat ratus delapan puluh satu menit sebelum akhirnya Marcelo mencetak gol untuk Real Madrid di menit ketujuh puluh dua pada laga lawan Levante. Di laga itu, Real Madrid kalah.

Sebelum laga El Clasico, rumor pemecatan Julen Lopetegui sudah beredar kencang. Namun kemenangan atas Viktoria Plzen membuat Lopetegui tetap punya kepercayaan diri.

Pada akhirnya, Real Madrid hancur lebur dengan skor besar di hadapan Barcelona. Kekalahan ini merupakan kekalahan terburuk Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir.

Kekalahan telak di laga El Clasico benar-benar jadi pemicu kuat hilangnya kesabaran jajaran direksi Real Madrid. Los Blancos akhirnya memutuskan kontrak Lopetegui. Santiago Solari akan jadi pelatih sementara.

Untuk sementara Real Madrid diltaih oleh Scholari.

Penunjukan Solari sebagai pelatih sementara Real Madrid bukanlah sebuah kejutan. Beberapa jam sebelum berita pemecatan Lopetegui dirilis, nama Solari sudah mengapung ke permukaan sebagai pengganti sementara.

Posisi Solari sebagai pelatih Real Madrid B membuat dirinya jadi pilihan tepat bagi direksi Los Blancos yang sepertinya masih butuh waktu untuk memutuskan penerus Lopetegui.

Solari sendiri bukanlah sosok asing di Real Madrid

Ketika Real Madrid membentuk proyek Los Galacticos dengan mendatangkan pemain-pemain bintang macam Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo, dan David Beckham, maka Solari adalah salah satu ‘pemain biasa’ yang datang ke Real Madrid dalam proyek tersebut.

Meski tak berlabel bintang, Solari punya peran yang cukup baik di tengah sinar-sinar kebintangan Raul Gonzalez dan kawan-kawan.

Dikutip dari Transfermarkt, Solari yang berposisi sebagai sayap

Bersama Real Madrid, Solari memenangkan dua gelar Liga Spanyol, dua gelar Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala

Setelah hengkang dari Real Madrid, Solari bertualang bersama Inter Milan. Tiga musim di Inter, meski tidak mendapat banyak menit bermain, Solari menikmati sejumlah gelar bergengsi.

Di Inter, Solari juga ada di tim yang tengah mengalami era keemasan. Bersama Inter, Solari memenangkan tiga gelar Liga Italia, Coppa Italia, dan dua gelar Piala Super Italia

Komentar