Jose Mourinho Tukang Olok No 1

Penulis: Darmansyah

Rabu, 27 Mei 2015 | 14:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Jose Mourinho bukan hanya penyandang predikat “special one” di lapangan, tapi juga “tukang olok” nomor satu ketika mendapat kesempatan berpidato di sebuah bazaar pada acara penerimaan penghargaan untuk Chelsea.

Yang menjadi sasaran olok-oloknya adalah tiga tim rivalnya di Premier League, sekaligus pelatih masing-masing klub.

Tentu saja olok-olok ini mengundang tawa ketika ia menyebut satu persatu tim yang “dipecunfanginya.” Sebut saja Manchester United, Manchester City, dan Arsenal.

Sebelum mengolok-olok tim-tim rival, Mou lebih dulu membela timnya, yang sering dihujani kritik karena dinilai tampil membosankan.

“Para pemain saya tak mendapatkan respek yang pantas mereka dapatkan atas apa yang mereka lakukan dari hari pertama sampai hari terakhir,” ucap Mourinho di Sky Sports.

“Dan kata-kata ini adalah yang benar-benar saya rasakan, sebuah kata-kata yang serius,” tambahnya.

“Akhir ceritanya sederhana. Kita harus mulai yakin bahwa mereka sudah mendapatkan pelajaran dan musim depan akan jauh lebih sulit buat kita. Kita harus siap untuk itu,” kata dia.

Setelah itu, muncul sebuah grafis di layar besar yang tampaknya menggambarkan kemenangan Chelsea atas MU pada bulan lalu.

“Ini adalah sebuah lapangan sepakbola dengan dua gawang, satu bola. Tapi, ada satu tim yang ingin bermain tanpa gawang,” ujarnya saat menceritakan sebuah tim dengan kostum merah polos.

“Tim itu bermain sangat baik dan bola terus dioper dan dioper dan dioper dan kualitas ball possession-nya sangat indah. Tapi, tak ada gawang.

“Dan mereka meminta kepada dewan FIFA untuk bermain seperti ini. Tapi, mereka diberi tahu bahwa hal itu tak mungkin karena persentase ball possession yang lebih besar tak akan membuat mereka menang dan mereka bukanlah juara.”

Mourinho kemudian mengalihkan bidikannya ke City, yang finis kedua dengan selisih delapan poin di belakang Chelsea.

“Setelah itu ada tim lain (memakai kostum biru langit) yang tak terlalu radikal dan mereka meminta bermain hanya dengan satu gawang,” ujar Mourinho.

“Mereka fantastis dan mereka mencetak banyak gol dan gol-gol itu lahir dari semua posisi. Mereka mencetak gol dan mencetak gol dan mencetak gol, tapi mereka tak pernah kebobolan karena tak punya gawang.

“Lagi, dewan FIFA mengatakan kepada mereka ‘Maaf, Anda tak bisa jadi juara karena dalam sepakbola gawangnya ada dua’.

Olok-olok Mourinho berikutnya ditujukan kepada Arsenal.

“Tim ketiga (kostum merah dengan warna putih di bagian lengan) ingin bermain dengan dua gawang. Mereka mencetak beberapa gol, mereka juga kebobolan beberapa,” tuturnya.

“Mereka fantastis. Mereka mencetak gol-gol yang benar-benar indah. Mereka juga kebobolan beberapa gol.

“Tapi, mereka meminta kepada dewan FIFA untuk bermain hanya antara bulan Januari dan April. Mereka pun diberi tahu ‘tak mungkin begitu’. Anda harus bermain antara Agustus dan Mei, jadi mereka tak bisa menjadi juara,” kata Mourinho.

Terakhir, Mourinho menceritakan soal timnya sendiri.

“Akhirnya, datang tim lain (kostum biru). Mereka ingin bermain dengan aturan normal dan mereka tahu bahwa untuk memenangi pertandingan mereka harus mencetak satu gol lebih banyak daripada lawan,” ujarnya.

“Bagaimana Anda melakukan ini? Dengan mencetak banyak gol atau mencetak satu gol tapi tak kebobolan.

“Dan mereka melakukannya dengan kedua cara itu. Mencetak banyak gol, kebobolan beberapa. Mencetak satu gol, tapi tak kebobolan.

“Itu adalah pilihan dan banyak gol yang masuk ke gawang mereka. Mereka main dari Agustus sampai Mei dan kadang-kadang mereka membawa bus,” kata dia.

Walau pun mengolok-olok tim lain, dan sering menyerang dan diserang, Jose Mourinho tetap mendapatkan pengakuan sebagai manajer terbaik Premier League pilihan League Managers Association.

Di musim ini, pria Portugal itu sukses mengantar Chelsea meraih dua gelar juara domestik yaitu Premier League dan Piala Liga Inggris 2014-15. Sebelumnya, Mourinho juga terpilih sebagai manajer terbaik versi Barclays.

Penghargaan ini diberikan di sebuah acara LMA yang digelar di London, Selasa malam. Mourinho tidak menghadiri acara ini lantaran harus ada di acara penghargaan pemain terbaik Chelsea yang berlangsung di waktu yang bersamaan. Demikian dikutip Guardian.

Chelsea memastikan titel juaranya saat kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan. ‘Si Biru’ mengumpulkan total 87 poin yang terdiri atas 26 kemenangan, sembilan seri, dan hanya tiga kali kalah. Di kandang sendiri, Chelsea tidak pernah gagal meraih angka.

The Blues menambah koleksi titel juara domestik setelah lebih dulu menjuarai Piala Liga Inggris yang diperoleh usai mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di final.

Sementara itu, Manajer of the Year kategori umum diraih oleh Eddie Howe yang berhasil membawa Bournemouth promosi ke Premier League musim depan. Howe menjadi manajer pertama di luar Premier League yang berhasil menggondol penghargaan prestisius ini sejak Steve Coppel Reading pada sembilan tahun lalu

Komentar