“Jose Mourinho Itu Pelatih Kurang Ajar”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 10 Oktober 2014 | 10:58 WIB

Dibaca: 1 kali

Mantan “playmaker” Manchester United, kini menjadi asisten pelatih di Astan Villa, Roy Keane, menuding Jose Mourinho, pelatih Chelsea, sebagai manusia kurang ajar dan tidak punya perasaan.

Pernyataan Roy Keane ini, yang dimuat di semua media Inggris, didasarkan pada tindakan Mourinho akhir September lalu, ketika Villa bertandang ke Stamford Bridge dan kalah tiga gol tanpa balas.

Pada saat laga masih berlangsung, Mourinho mendatangangi “bench,” atau tempat duduk pemain dan ofisial Astan Villa dan menyalami semua yang ada di sana. Tindakan itu sangat tidak terpuji karena laga masih berlangsung.

“Itu kan kurang ajar namanya. Pertandingan sedang berlangsung dia seenaknya datang menyalami kami seolah-olah mengejek bahwa kami sudah pasti kalah. Tindakannya Mou itu sangat sombong dan selebihnya kurang ajar,” tutur Keane, yang pada saat itu tak mengacuhkan uluran tangan Mourinho.

Pada kamera yang ditayangkan ulang bersamaan dengan pernyataan Keane ini terlihat Mourinho mendatangi bench The Villans dan berusaha menyalami Keane dan Manajer Villa Paul Lambert.

Saat itu Keane dengan cuek menolak uluran tangan Mourinho. Dalam acara peluncuran otobiografinya, The Second Half, Keane membeberkan alasannya. “Karena pertandingan masih berlangsung,” sahutnya seperti dikutip Mirror.

“Aku sama sekali tak keberatan bersalaman dengannya tapi pertandingan masih berlangsung. Itu memalukan, aku sudah pernah melihatnya melakukan itu kepada manajer lain, itu sebuah tindakan tercela,” sergah Keane.

Menurut mantan bintang Nottingham Forest dan Manchester United tersebut, tindakan Mourinho tersebut akan mendapat respons ekstrem jika dilakukan dalam laga Sunday League–mengacu pada pertandingan pada hari Minggu yang lazim dimainkan tim-tim non-profesional Inggris.

“Pertandingan masih berlangsung,” tegas Keane lagi. “Anda takkan melakukannya pada Minggu pagi, Anda akan dijotos.”

Ketika ditanyakan lagi apakah Mourinho sudah bertindak kurang ajar, Keane menjawab, “Menurut Anda bagaimana? Itu pertanyaan bodoh. Ya, tindakan Mourinho kurang ajar.

Berandai-andai masih aktif jadi pemain, Keane pun mengaku tak bakal mau bermain untuk Mourinho. Ia akan lebih suka berada dalam timnya Pep Guardiola, yang jadi rival berat Mourinho ketika keduanya masih di Spanyol.

“Aku tak yakin apa ingin main untuknya. Ia memainkan terlalu banyak permainan dengan media. Aku paham itu memang dibutuhkan, tapi ada kalanya Anda berpikir, ‘Jangan pakai mind game hari ini’. Dan mencolok mata pelatih Barcelona — aku takkan pernah melakukannya,” merujuk pada kejadian tahun 2011 ketika Mourinho mencolok mata mendiang Tito Vilanova yang saat itu bertindak sebagai asisten pelatih Barcelona.

“Jika hari ini aku masih bermain, aku ingin berpikir kalau aku bisa bekerja dengan Pep Guardiola. Aku suka gayanya, keberadaannya, dan caranya membawa diri,” beber Keane.

Arsene Wenger sama sekali tak menyesali aksi dorong-dorongannya dengan Jose Mourinho. Bahkan manajer Arsenal itu mengaku dirinya memang sedikit mendorong rivalnya tersebut.

Keane juga mengatakan cara Mourinho bereaksi terhadap protes Wenger terhadap wasit dalam laga Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge juga menggambarkan bagaimana watak pelatih asal Portugal sebenarnya.

Baik Mourinho dan Wenger menjadi sorotan tersendiri dalam laga Chelsea kontra Arsenal di Stamford Bridge, Minggu malam WIB lalu yang berakhir dengan kemenangan ‘Si Biru’.

Kedua manajer top itu terlibat insiden di menit kedua puluh kalala Wenger yang tak puas dengan aksi tekel keras Gary Cahill kepada Alexis Sanchez, sampai keluar dari daerahnya untuk memprotes kepada wasit.

Namun aksi Wenger itu keburu dihalangi Mourinho yang juga keluar dari dugout-nya dan terjadilah aksi saling dorong di antara keduanya. Wasit Martin Atkinson kemudian harus melerai keduanya.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Wenger mengaku bahwa dia tak menyesali aksinya tersebut. Namun ia membantah dirinya mengeluarkan kata-kat kasar kepada Mourinho.

“Tidak sama sekali menyesal. Memangnya apa yang harus disesali?” ujar Wenger seperti dikutip Soccerway.

Komentar