Jejak Hitam Karir Pelatih Louis van Gaal

Penulis: Darmansyah

Selasa, 17 Januari 2017 | 09:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United kemungkinan bakal menjadi klub profesional terakhir yang diasuh Louis van Gaal. Manajer asal Belanda tersebut menegaskan untuk pensiun dari pentas sepak bola demi keluarga.

Tak ada yang menyangsikan kualitas van Gaal sebagai pelatih kaliber.

Sederet piala di lemari miliknya menjadi bukti sahih kehebatan juru taktik berusia enam puluh lima tahun itu.

Dalam dua puluh lima tahun karier kepelatihan, van Gaal telah memenangi gelar liga di tiga negara berbeda, yaitu dengan Ajax Amsterdam dan AZ Alkmaar di Belanda, bersama Barcelona di Spanyol, dan juga Bayern Munich di Jerman.

Ia juga memenangi berbagai piala di tiga negara tersebut. Pada Sabtu  lalu, ia memenangi Piala FA bersama Manchester United, setelah sempat memenangi Piala Belanda, Piala Jerman, dan juga Piala Raja di Spanyol.

Van Gaal juga meraih kesuksesan di kompetisi Eropa, memenangi Piala UEFA dan juga Liga Champions bersama Ajax Amsterdam.

Sebagai manajer di level internasional, ia membawa Belanda ke peringkat tiga di Piala Dunia  tiga tahun silam

Dengan deretan prestasi itu, van Gaal dianggap bisa mendongkrak prestasi Manchester United yang tengah melorot sepeninggal kepergian manajer legendaris, Sir Alex Ferguson.

Van Gaal dengan senang hati menerima tantangan untuk mengembalikan kejayaan MU yang gagal dilakukan pengganti Ferguson, David Moyes

Pria bernama lengkap Aloysius Paulus Maria van Gaal itu menyetujui kontrak tiga tahun hingga musim panas 2017. Ia pernah menyatakan bahwa MU akan menjadi klub terakhir yang ia latih.

Pernyataan van Gaal untuk mengakhiri karier bersama Setan Meran menjadi kenyataan. Namun, kariernya di Old Trafford tak dibarengi dengan catatan manis.

Meeneer van Gaal harus menelan pil pahit berupa pemecatan dari kursi pelatih setelah gagal mengantar United menembus Liga Champions

MU hanya berada di posisi lima klasemen akhir Liga Primer musim kompetisi lalu, yang membuat mereka tak bisa terjun di kompetisi elite Eropa karena jatah ini hanya untuk penghuni empat besar.

Laga final Piala FA melawan Crystal Palace  menjadi pertandingan terakhir Van Gaal.

Kemenangan  atas Palace membuatnya sukses mempersembahkan trofi pertama bagi MU.

Gelar Piala FA tak menyelamatkan van Gaal dari pemecatan.

Petinggi klub memilih untuk mendaratkan Jose Mourinho yang notabene sempat menjadi asisten van Gaal di Barcelona.

Buku berjudul The Coaching Philosophies of Louis van Gaal yang ditulis oleh Henry Kormelink dan Tjeu Seeverens menyebut Van Gaal sebagai penganut sepak bola menyerang yang sangat mengandalkan penguasaan bola.

Bahkan, si penulis buku menyebut van Gaal selalu berupaya menguasai bola hingga minimal 52%. Taktik ini memang tak selalu menjamin kemenangan, namun diyakini dapat membuat lawan kewalahan.

Selain bisa menghemat energi karena memaksa pemain lawan terus berlari mengejar bola, filosofi penguasaan bola juga dapat mendikte permainan lawan.

Sebuah filosofi Total Football milik Belanda yang dijewantahkan nyaris sempurna di Barcelona. Cara bermain ini pula yang menjadi anutan pelatih muda Barca, Pep Guardiola.

Kendati demikian, filosfi menyerang yang selama ini dianut van Gaal seakan tak berjalan mulus di MU. Ciri khas mendominasi permainan dengan menguasai bola pun tak sepenuhnya mampu diterapkan Wayne Rooney dkk.

Para pendukung juga kecewa dengan model permainan yang diterapkan para pemain United di lapangan.

Selama musim itu, para pemain hanya mencetak empat puluh sembilan gol, jumlah terendah dalam dua puluh enam tahun.

Mereka bahkan menuding van Gaal menghilangkan filosofi sepak bola menyerang yang dianut United selama ini.

Rooney bahkan membenarkan bahwa permainan United musim lalu di bawah standar.

Hal inilah yang membuat van Gaal tak luput dari pemecatan. Kontrak kerja hingga 2017 harus berakhir lebih cepat. Sebuah pil pahit yang seakan menghilangkan seleranya untuk kembali melatih.

“Setelah Manchester United, Saya pikir saya akan berhenti melatih, tapi kemudian saya mengubahnya menjadi cuti panjang. Tapi, saat ini saya tak memikirkan untuk kembali melatih,” kata van Gaal dikutip Telegraaf.

Telegraaf juga melaporkan, suami dari salah satu puteri van Gaal baru saja meninggal bulan lalu. Hal ini yang memberatkannya untuk kembali melanglang-buana jauh dari rumah.

Van Gaal sendiri mengungkapkan bahwa ia baru saja menampik tawaran melatih di Timur Tengah. Namun, pelatih 65 tahun itu masih menyimpan hasrat untuk kembali melatih suatu saat nanti.

Komentar