Inilah Laga Ambisi Bagi “Iblis Merah” MU

Penulis: Darmansyah

Senin, 1 April 2013 | 13:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Inilah malam krusial bagi Chelsea. Malam ketika mereka menjamu “Iblis Merah” dalam laga “maut” perempat final Piala FA di Stamford Bridge, Senin sore, Laga ketika MU sangat percaya diri setelah berhasil menjaga jarak renggang dengan City di Premier League sehingga memungkinkannya berpaling sejenak untuk bertarung di Piala FA lebih terkonsentrasi.

Memang, pertandingan nanti, tidak mudah bagi Chelsea. Mereka bagaikan “roller coaster” di  Liga Inggris, dan kini harus  menjamu Manchester United, ketika tim Old Trafford itu  sedang sangat kuat dan bertekad akan  mengulang sejarah 14 tahun lalu, menyingkirkan Chelsea dari Piala FA di depan publiknya.

Laga  Stamford Bridge ini, sepertinya,  merupakan ulangan perempat final Piala FA pada 10 Maret 1999  yang tidak akan pernah dilupakan oleh The Blues. Laga ini menorehkan luka bagi Chelsea karena kandas 0-2 dari MU. Chelsea tersingkir dari Piala FA karena laga pertama di Old Trafford,  seperti yang sudah mereka jalani, yang diwarnai kartu merah bagi Paul Scholes dan Roberto Di Matteo,  dan  berakhir dengan angka  0-0.

MU menjadi tim terakhir yang menyingkirkan Chelsea dari Piala FA di Stamford Bridge. Sejarah itu bisa terulang kembali jika Chelsea tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya menyusul kekalahan 1-2 dari Southampton di Liga Inggris, Sabtu malam.

Sesuai dengan peraturannya, Piala FA tidak mengenal gol tandang sehingga hasil 2-2 di Old Trafford , dua pekan lalu,  tidak akan membantu Chelsea pada laga kedua. The Blues harus membuka sendiri jalan mereka menuju semifinal. Tim asuhan Rafael Benitez harus melewati dua tim Manchester untuk mencapai final. Jika Chelsea mampu menyingkirkan MU pada Senin malam, John Terry dan kawan-kawan akan bertemu Manchester City yang telah menanti di semifinal.
Benitez jelas memprioritaskan Piala FA dengan merotasi sejumlah pemain inti saat tandang ke markas Southampton di Liga Primer, Sabtu malam lalu. Rotasi ini berakhir dengan kekalahan 1-2, dan Chelsea harus turun ke peringkat keempat.
Benitez memilih mengistirahatkan Eden Hazard, Ashley Cole, David Luiz, Ramires, dan Demba Ba untuk melawan MU. Kebugaran fisik pemain akan menjadi salah satu kunci untuk menang karena Chelsea dan MU hanya memiliki waktu istirahat kurang dari 48 jam.
Benitez juga diyakini menyimpan pengatur permainan Juan Mata dan Gary Cahill. Mata diklaim sakit dan Cahill menjalani pemulihan cedera. ”Cahill dan Mata tidak bisa bermain. Saya tidak mengistirahatkan mereka,” ujar Benitez membela diri.
”Jika Anda tidak memiliki satu atau dua pemain, Anda harus mengatur skuad. Mata bisa kembali Senin, sedangkan Cahill saya pikir tidak,” ujar mantan pelatih Liverpool itu.
Chelsea akan menjamu MU dengan pemain yang bugar. Stamina sangat penting dalam pertandingan ketat seperti ini. The Blues tidak memiliki pilihan lain, kecuali bermain menekan seperti babak kedua di Old Trafford, 10 Maret lalu.

Ketika diwawancarai tentang pertandingan di Stamford Bridge nanti malam, pelatih MU Sir Alex Ferguson, terus terang mengatakan tidak mudah untuk menaklukkan Chelsea di kandangnya. Laga ini sangat penting bagi Chelsea dan Mu harus  mewaspadai kekuatan yang diturunkan Benitez.

Khusus untuk menghadapi Chelsea di perempat final Piala FA, Sir Alex,  Sabtu lalu, ketika timnya berhadapan dengan Sunderland,  menyimpan Wayne Rooney, Javier Hernandez, Ryan Giggs, dan Rio Ferdinand.  ”Akan ada perubahan di Chelsea. Kami harus menunggu dan melihat bagaimana kondisi Wayne (Rooney). Dia sedikit lelah setelah kembali dari membela Inggris (melawan Montenegro),” ujar Sir Alex  Ferguson.
Ppelatih gaek itu sudah mengirim pesan kepada timnya untuk bersiap  mengangkat kembali  Piala FA. Terakhir MU meraih Piala FA  tahun 2004. MU memang pernah tampil di final  pada 2007 tetapi dikalahkan  0-1 dari Chelsea yang ketika itu masih dilatih oleh Jose Mourinho.. Tim berjuluk ”Setan Merah” itu ingin mengakhiri penantian sembilan tahun, itu  untuk mengangkat Piala FA.

Tim Old Trafford itu memang merindukan  gelar juara dalam kompetisi tertua  di Inggris itu. Mereka sukses di Liga Inggris, tetapi sering gagal di Piala FA. Selain kalah di final 2007 dari Chelsea, MU juga pernah dihentikan di semifinal oleh Everton dan Manchester City.
Bek tengah The Red Devils, Nemanja Vidic, mengakui, laga ini sangat krusial karena akan menjadi penentu ke semifinal. Pemain asal Serbia itu ingin meraih Piala FA yang belum pernah dia lakukan. ”Tujuan saya sebelum mengawali setiap musim adalah memenangi trofi,” ujar Vidic.
”Anda ingin berada di sana untuk pertandingan besar dan saat musim berakhir, saat Anda pulang atau berlibur, Anda ingin melihat apa yang telah dimenangi. Itu yang selalu mendorong saya,” ujar Vidic. Bek tengah MU itu tampil lagi setelah 16 bulan berkutat dengan cedera lutut kepada “Sky Sport.”
Laga ulangan babak perempat final Piala FA ini dinilai oleh Robin van Persie sangat tak ideal karena waktu istirahat yang minim. Kelelahan fisik bisa menurunkan kualitas pertandingan. ”Ini tidak ideal,” ujar ujung tombak Manchester Merah itu. ”Biasanya pada hari kedua (setelah pertandingan) otot-otot akan terasa tidak enak, tetapi sekarang kami harus bermain dalam keadaan seperti itu,” ujar Van Persie.
”Sungguh sayang, tetapi kami tidak bisa melakukan apa pun karena ada pertandingan Liga Champions di paruh pekan dan Chelsea masih berada di Liga Europa,” ujar pemain berusia 29 tahun itu. Van Persie kemungkinan besar akan diistirahatkan saat melawan Chelsea. Ia telah dimainkan saat mengalahkan Sunderland 1-0, yang hanya empat hari setelah membela tim nasional Belanda di kualifikasi Piala Dunia 2014.
Lini depan MU kemungkinan besar akan ditempati oleh Javier Hernandez. Pemain asal Meksiko tersebut memiliki rekor bagus saat melawan Chelsea. Dia telah mencetak tujuh gol dalam 10 laga melawan The Blues. ”Javier akan tampil melawan Chelsea karena dia memiliki catatan gol mengesankan melawan mereka,” ujar Ferguson.

Komentar