Ini Dia “Dewa” Baru Manchester United

Penulis: Darmansyah

Rabu, 1 Maret 2017 | 10:02 WIB

Dibaca: 0 kali

Zlatan Ibrahimovic kini menjadi fokus pemberitaan media dunia bersamaan dengan ketajamannya sebagai striker untuk membantu Manchester United mengejar ambisinya untuk “merajai” berbagai event laga pertandingan.

Untuk menggambarkan “kehebatannya” Ibrahimovis selalu punya banyak cara

Bahkan, dia seolah tak pernah berhenti bikin julukan baginya. Dan sudah banyak julukan yang dia sematkan untuk dirinya sendiri.

Memang terkesan arogan baginya.

Namun, begitulah Ibrahimovic. Sulit yang memungkiri setiap julukan yang dia sebut sendiri mengingat kualitasnya yang ciamik di lapangan.

Sebagai seorang striker, pemain asal Swedia ini masih cukup produktif untuk usianya yang sudah gaek untuk seorang penyerang sentral

Terakhir, dua gol ke gawang Southampton disebut sebagai faktor krusial mengantarkan Setan Merah merengkuh trofi Piala Liga.

Ada sederet julukan yang dia klaim sendiri untuk mendeskripsikan dirinya.

Sebut saja sang legenda, raja, dewa, dan Indiana Jones, nama kebesaran yang dia sematkan sendiri

Kini, Ibra yang terkenal menebar sesumbar untuk menggambarkan kebanggaan atas kualitasnya sendiri di lapangan, punya julukan lagi untuk dirinya sendiri.

Julukannya kali ini tak lepas dari kian matangnya naluri gol sang striker di usianya yang tak lagi muda. Sang Singa, julukan yang dia lontarkannya itu, untuk mencerminkan garizah ‘membunuh’ di depan gawang lawan.

“Apa yang saya bawa?”

“ Saya bawa satu paket. Saya membawa pengalaman dari klub-klub lain yang pernah saya bela. Saya bawa hal yang pernah saya raih. Saya bawa persona yang merupakan diri saya sendiri,” terang Ibrahimovic saat ditanya hal yang membuat spesial bagi ManUtd saat ini, seperti dikutip Goal.

“Saya adalah binatang buas. Saya merasa seperti singa. Sang singa yang dilahirkan dari singa. Itu artinya saya singa!”

Ibrahimovic membayangkan dirinya seperti sang singa tua pemimpin singa-singa lainnya di padang sabana.

Usia tua baginya, berarti pengalaman yang semakin banyak untuk mengasah naluri berburunya di lapangan. Singa yang dihormati oleh satu kawanan singa lainnya.

“Saya merasa dalam kondisi (stamina) yang bagus. Saya berlatih keras. Orang-orang yang mengenal saya di ruang ganti, tahu saya berlatih sangat keras,” tegas Ibrahimovic.

“Saya selalu memiliki target tinggi setiap musim. Untuk mencapai tujuan, saya harus berlatih keras dan harus banyak berkorban. Ketika saya latihan itulah cara saya meraih yang harus saya raih.”

Ibrahimovic memang tak akan pernah mengubah metodenya yang cadas demi meraih posisi teratas.

“Saya berasal dari era lama ketika mereka bekerja sangat keras dan meraih yang bisa mereka dapat karena berusaha keras. Saya bukan dari generasi kekinian yang meraih sesuatunya dengan cara mudah,” tutur pemain yang pernah mengklaim dirinya sebagai Raja Swedia

Salah satu cuplikan bagaimana Zlatan Ibrahimovic hadir sebagai penyelamat ada di Ewood Park.

Kala itu, manajer Manchester United Jose Mourinho menilai serangan timnya mengalami kebuntuan. Dan untuk itu, dia butuh jalan keluar.

Setan Merah mengalami kesulitan di markas Blackburn Rovers dalam duel babak enam belas besar Piala FA.

Mereka tertinggal lebih dulu lewat gol Danny Graham sebelum Marcus Rashford sukses mencetak gol penyama kedudukan.

Lebih dari tiga puluh menit setelah gol Rashford, United tak pernah berhasil berbalik unggul. Mourinho tak mau timnya mendapatkan satu laga tambahan dengan menjalankan duel ulang. Tanpa kompromi, Mourinho memutuskan untuk menurunkan Paul Pogba dan Ibrahimovic secara bersamaan.

Mourinho sadar dengan materi tim yang cukup dalam, dia seharusnya bisa menghemat tenaga beberapa pemain andalannya.

Apalagi, United masih bertahan di empat kompetisi yang mereka ikuti musim ini. Namun Mourinho juga tahu timnya mengalami kesulitan di lapangan dan Ibrahimovic tak akan bisa memberikan bantuan bila hanya duduk saja di bangku cadangan.

Ibrahimovic seolah hanya dilahirkan untuk mencetak gol dan hal itu kembali terbukti di laga lawan Blackburn.

Tiga belas menit setelah menginjakkan kaki di lapangan, Ibrahimovic lalu memberikan gol kedua untuk United yang akhirnya jadi gol kemenangan di laga itu.

Ibrahimovic dengan jeli membaca garis akhir pertahanan Blackburn dan mampu lepas dari jebakan offside saat menyambut umpan Pogba dari tengah lapangan.

Mendapatkan kesempatan duel satu lawan satu dengan Jason Steele, Ibrahimovic dengan dingin melepaskan tembakan ke pojok kiri gawang.

Saya mengagumi Cantona dan telah mendengar apa yang dia katakan. Namun saya tak ingin jadi Raja Manchester. Saya ingin jadi Dewa Manchester,” ucap Ibrahimovic di musim panas lalu.

Respons Ibrahimovic atas pernyataan Cantona yang menilainya bisa jadi Pangeran Manchester dibalas dengan pernyataan yang sombong dan penuh percaya diri.

Ibrahimovic tak mau jadi pangeran, bahkan tak mau jadi raja seperti status yang dimiliki Cantona. Ibrahimovic ingin lebih dari itu.

Dia ingin jadi dewa.

Pernyataan sebagai ‘Dewa Manchester’ jelas membuat Ibrahimovic makin jadi sorotan musim ini. Meskipun sudah teruji di Liga Belanda, Liga Italia, Liga Spanyol, dan Liga Perancis, namun Liga Inggris adalah dunia baru.

Ibrahimovic memang memiliki insting bagus dalam penyelesaian akhir, tetapi kecepatannya yang makin menurun seiring usia dianggap jadi salah satu kendala striker asal Swedia itu beradaptasi dengan kecepatan Liga Inggris.

Belum lagi padatnya jadwal Liga Inggris dan level kesulitan yanng ada di tiap partai yang bakal dihadapi Ibrahimovic dan Manchester United.

Tetapi rekam jejak Ibrahimovic membuktikan bahwa setiap ucapan penuh kesombongan dari mulutnya bukan sekadar bualan besar. Ibrahimovic pasti dalam kondisi siap dan realistis untuk membuktikan ucapannya tersebut.

Begitu musim dimulai, Ibrahimovic langsung membuktikan tak butuh waktu lama untuk mengenal karakteristik Liga Inggris.

Bahkan ketika performa Manchester United masih labil di awal musim, ketika Mourinho dan sejumlah pemain mendapatkan kritikan tajam, Ibrahimovic adalah pengecualian. Dia tak mendapatkan kritik karena terbukti tampil tajam di lini depan.

“Saya memiliki target di kepala namun saya tak akan mengatakannya. Yang pasti, saya belum mencapai target itu.”

“Apa yang saya lakukan saat ini adalah yang sering saya lakukan tiap musimnya, dan ini bukan hal baru bagi saya. Saya terus mencetak gol,” tutur Ibrahimovic.

Ibrahimovic justru membuktikan, bahwa padatnya jadwal Liga Inggris bukan membuatnya kesulitan. Banyaknya pertandingan justru berarti kesempatan lebih besar bagi Ibrahimovic terus unjuk kemampuan. Dengan United masih bermain di empat kompetisi, maka berarti masih banyak laga yang bisa dimainkan oleh Ibrahimovic hingga akhir musim nanti.

Dan, kini banyak yang sepakat bahwa Ibrahimovic adalah Dewa Manchester, setidaknya untuk musim ini. Suara sumbang terhadap kualitas Ibrahimovic pun hilang

Komentar