“Hujan” Kritik untuk Mou Atas Prestasi MU

Penulis: Darmansyah

Jumat, 4 Mei 2018 | 08:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Keberadaan Jose Mourinho di akhir musim ini di Manchester United mulai diusik oleh kritik atas ketidakmampuannya menghadirkan predikat kejuaraan untuk klub Old Trafford itu.

Kritik paling keras datang  legenda Manchester United, Dwight York.

Menurutnya, sejak ditunjuk sebagai manajer Manchester United di dua musim lalu Mourinho membuat perubahan  dan menjadikan “Setan Merah” itu sebagai tim yang lebih defensif.

Mourinho memang membawa MU meraih gelar juara Liga Europa di musim lalu.

Namun, Dwight Yorke menilai pria Portugal itu telah merusak filosofi sepak bola MU.

Sebab, mantan klubnya itu dikenal sebagai tim yang bermain menyerang dan menghibur setiap penonton.

“Saya ingat ketika kami  bertanding melawan Liverpool di kandang mereka dan kami hanya mampu mencatatkan satu tembakan ke gawang di sepanjang laga. Itu bukanlah Manchester United. Anda harus bisa membuat penonton bersorak dan mengekspresikan diri mereka,” ujar Yorke di tribalfootball.

Bahkan, menurut mantan striker MU ini, para penonton pasti merasa dirugikan saat sudah membayar tiket mahal dan datang ke stadion hanya untuk menonton permainan membosankan ala Mourinho.

Selain itu, taktiknya seakan hanya berharap pada salah satu pemain MU yang secara ajaib mampu mencetak gol.

“Jika Anda bisa selangkah di depan dan memainkan sepak bola menyerang dan Anda ingin mencetak gol, itulah diinginkan oleh orang yang mengeluarkan uang untuk menonton,” ucap Yorke.

“Anda cuma bisa berharap salah satu talenta besar anda menciptakan momen keajaiban dan membuat Anda memenangkan pertandingan. MU hanya menunggu momen seperti itu dan mengamankan kemenangan satu gol.”

“Itu bukanlah cara MU bermain. Menurut saya, itu hanya sekumpulan omong kosong,” tandasnya.

Yorke juga mengkritik pendekatan pelatih itu

Dia menilai The Red Devils bakal lebih baik jika ditangani nakhoda Manchester City, Pep Guardiola.

MU kemungkinan besar harus puas menduduki posisi dua Liga Inggris musim ini. Mereka tertinggal enam belas angka di belakang Manchester City dengan kompetisi menyisakan tiga pertandingan.

“Saya pikir MU akan menjuarai Liga Inggris bersama Guardiola. Manchester jadi juara mengandalkan sepak bola menyerang,” ungkap Yorke, dilansir Manchester Evening News.

“Padahal kualitas lini depan MU tidak kalah. Mereka punya Martial,  Rashford,  Lingard,  Sanchez, atau  Lukaku,” ia menambahkan.

Ditambah kekalahan melawan Sevilla pada persaingan Liga Champions, kesempatan terbaik MU meraih trofi musim ini terletak di Piala FA. Mereka bakal menghadapi Chelsea di final,  Mei mendatang.

Yorke menilai MU terlalu mengedepankan hasil ketimbang permainan atraktif. Akibatnya, kualitas Lukaku dan kawan-kawan tidak terlihat.

“Manchester City memiliki pelatih yang berpikir positif. MU hanya mau menang dan tampil bertahan. Itulah perbedaan kedua tim,” tukas Yorke.

Dibeli dari Aston Villa, Yorke memainkan peran besar saat MU menjadi treble winners

Sementara itu, kiper Manchester United,  David de Gea, juga  mengakui kinerja tim pada musim ini terbilang mengecewakan.

Dia berharap dapat memperbaiki prestasi musim depan.

MU gagal menjuarai Liga Inggris dan Liga Champions.

Mereka tertinggal enam belas angka di belakang Manchester City.

Sementara di Liga Champions, The Red Devils disingkirkan Sevilla.

“Berjuang mengamankan posisi dua bukanlah target kami di awal musim,” kata De Gea, dikutip Manchester Evening News. “Kami juga cepat tersingkir di Liga Champions.”

Kesempatan terbesar MU meraih trofi terletak di Piala FA. Mereka menghadapi Chelsea pada  pekan mendatang.

“Piala FA tetap menawarkan prestasi mengesankan. Kami akan berjuang keras demi mengamankannya. Tapi jelas capaian itu tidak cukup bagi tim seperti MU,” tegas De Gea.

De Gea menilai ada banyak tim akan terlibat persaingan juara Liga Inggris musim depan. Karena itu, dia berharap rekan-rekannya meningkatkan performa.

“Bukan cuma Manchester City. Ada lima sampai enam tim yang bakal berusaha memenangi Liga Inggris. Kami harus berjuang keras,” ungkap mantan penggawa Atletico Madrid itu.

De Gea baru saja meraih gelar pemain terbaik MU untuk kali keempat dalam lima tahun terakhir.

Dia terikat kontrak hingga tahun depan dengan opsi penambahan semusim. MU diketahui ingin mengajukan ikatan kerja baru

Komentar