“Hubungan Saya dan Neymar di Blow-Up”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Oktober 2017 | 10:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Edinson Cavani menyatakan dirinya tak lagi memiliki masalah dengan Neymar.

Striker asal Uruguay itu menganggap pertikaian dengan rekan setimnya di Paris Saint-Germain itu terlalu dibesar-besarkan.

Cavani dan Neymar berebut jadi eksekutor bola mati pada laga lawan Olympique Lyon pada tiga pekan lalu.

Setelah sejumlah mediasi yang melibatkan pelatih Unai Emery dan presiden klub, Nasser Al Khelaifi, membuat kedua pemain sudah kembali harmonis di lapangan.

Cavani rela melihat Neymar bertugas sebagai eksekutor bola mati pada laga lawan Bordeaux, akhir pekan lalu. Alhasil, Neymar mampu mencetak gol melalui tendangan bebas dan penalti

Mantan striker Napoli ini menilai pertikaian dirinya dengan Neymar terlalu dibesar-besarkan sehingga terlihat layaknya pertempuran sengit.

“Hal seperti ini terjadi di sepak bola. Namun, terkadang sebuah hal dibesar-besarkan lebih dari yang sebenarnya.”

“Semua orang jadi melihat dan mengikuti kasus tersebut. Padahal hal seperti itu sudah diselesaikan di ruang ganti,” ucap Neymar seperti dikutip dari ESPNFC.

Cavani menyatakan hubungan dirinya dan Neymar saat ini sudah baik-baik saja. Pada laga lawan Bordeaux kemarin pun, gol Cavani berasal dari assist Neymar.

“Segala masalah memiliki solusi dan situasinya saat ini sudah kembali tenang. Hal yang terpenting adalah kami berjuang untuk tujuan yang sama,” kata Cavani.

Cavani sendiri saat ini tengah bergabung dengan timnas Uruguay. Striker bernomor punggung sembilan itu bakal berusaha sesegera mungkin memastikan negaranya lolos ke putaran final Piala Dunia.

“Kami paham bahwa kami makin dekat dengan tujuan kami yaitu lolos ke Piala Dunia yang merupakan pencapaian besar.”

“Kami harus bekerja keras untuk mendapatkan kemenangan di laga berikutnya. Tak ada motivasi lain sebesar fakta bahwa kami bisa lolos ke Piala Dunia usai pertandingan nanti,” tutur Cavani.

Sebelumnya Cavani telah  membantah bertikai dengan rekan setimnya di Paris Saint-Germain, Neymar.

Cavani mengatakan rumor buruknya hubungan dengan Neymar hanya ciptaan media.

Hubungan Cavani dengan Neymar dikabarkan memburuk setelah keduanya berebutan menjadi eksekutor bola mati PSG

Berbicara kepada Radio Universal Uruguay, Cavani membantah rumor dirinya bertikai dengan Neymar. Mantan penyerang Napoli memastikan hubungannya dengan Neymar baik-baik saja.

“Saya tidak tahu mengapa orang-orang mempercayai cerita ini. Sejujurnya, apa yang terjadi saat melawan Lyon adalah hal biasa, sesuatu yang terjadi dalam sepak bola,” ujar Cavani.

Sementara itu munci=ul kabar lain yang mengatakan, Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, telah membujuk Edinson Cavani agar mau memberikan tugas eksekutor penalti kepada Neymar.

Al-Khelaifi menyediakan uang  jika Cavani mau melakukannya.

Baik Al-Khelaifi dan Cavani sebelumnya sudah membantah rumor pertikaian dengan Neymar. Namun, usaha keduanya untuk meredam suasana tidak juga berhasil.

Pasalnya, hubungan Neymar dan Cavani tetap tidak cair di skuat PSG.

Cavani dan Neymar sebelumnya dikabarkan bertikai setelah berebut menjadi eksekutor bola mati di PSG.

Media-media Perancis sempat mengabarkan kalau Al-Khelaifi telah mengambil keputusan, yakni memberi tugas penalti tetap kepada Cavani dan tendangan bebas kepada Neymar.

Belakangan Al-Khelaifi dikabarkan mengubah keputusannya.

Diberitakan El Pais, Al-Khelaifi dikabarkan sedang membujuk Cavani untuk memberi tugas eksekutor penalti kepada Neymar. Sebagai imbalannya, PSG akan memberi Cavani satu juta euro.

PSG akan menambah klausul tugas penalti untuk diserahkan kepada Neymar di kontrak Cavani. Namun, hingga kini penyerang asal Uruguay itu dikabarkan menolak tawaran manajamen PSG.

Penolakan Cavani berkaitan dengan klausul kontrak sebelumnya dengan PSG.

Cavani sebenarnya tidak harus bekerja keras mendapatkan uang itu jika menerima tawaran PSG untuk menyerahkan tugas penendang penalti kepada Neymar.

Tapi, penyerang itu sepertinya lebih memilih bekerja keras menjadi top scorer ketimbang menyerahkan tugas eksekutor penalti kepada Neymar.

Mantan penyerang timnas Perancis, Christophe Dugarry, menyatakan Neymar seharusnya tetap menjunjung tinggi struktur senioritas sebuah klub dan tak merasa tinggi hati lantaran berstatus pemain termahal di dunia saat ini.

Neymar jadi buah bibir di awal musim ini. Setelah ia mendapatkan kesan positif karena mampu beradaptasi dengan cepat terhadap pola permainan Paris Saint-Germain, Neymar lalu mendapatkan tekanan setelah bertikai dengan Edinson Cavani.

PSG diyakini bakal memiliki masalah jauh lebih serius bila tak mampu mencari solusi. Neymar bahkan dikabarkan telah meminta PSG untuk menjual Cavani.

Dugarry yang pernah  memperkuat Barcelona, menilai persoalan ini sebagai bentuk sebuah ego Neymar. Pemain asal Brasil itu seharusnya bisa menghormati Cavani.

“Cavani sudah ada di PSG selama empat tahun dan dia bukan tipe pemain yang senang terlibat kesulitan.”

“Pada satu titik, seorang pemain harus menghormati pemain senior,” kata Dugarry seperti dikutip dari Sport.es.

Komentar