Heynckes Sepelekan “Pep” Jelang Laga Barca Vs Bayern

Penulis: Darmansyah

Selasa, 16 April 2013 | 09:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Aroma pertarungan dua klub raksasa Espana dan Bavaria, Barcelona versus Bayern Muenchen, di laga semifinal Piala Champions, yang akan dihelat leg pertamanya di Stadion Allianz Arena  23 April mendatang, makin menyengatkan bau dendam, provokasi dan retorika yang mengilukan di pemberitaan media.

Retorika terbaru, sebelum laga berlangsung, ditiupkan oleh pelatih Bayern Muenchen, Jupp Heynckes, yang  menepis sekecil apa pun  informasi soal kekuatan Barcelona dari  mantan pelatihnya Josep “Pep” Guardiola.

“Pep” Guardiola, mantan pelatih Barca yang kini sudah meneken kontrak dengan Bayern Muenchen, dan akan mengambilalih kepemimpinan Heynckes musim kompetisi mendatang kini sedang beradaptasi dengan iklim sepakbola Jerman.

Heynckes, yang beberapa komentarnya di media menyepelekan kehebatan “Pep,” kepada surat kabar olahraga Jerman “Bild.” dalam edisi Selasa, mengatakan, tidak akan mencari informasi sekecil apa pun kepada Guardiola. Ia dengan jengah mengatakan, akan berkomunikasi dengan  senior Pep di Barca, Johan Cruyff untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai klub Catalan itu.

“Terlepas dari rasa hormatnya kepada mantan klubnya, Pep tak bisa memberikan informasi secara detail soal Barcelona. Namun, saya tak membutuhkannya. Saya tahu sepak bola Spanyol dengan baik dan tahu Barcelona dengan baik. Jika saya ingin menelepon seseorang, saya akan memilih Cruyff, karena ia menemukan gaya bermain Barcelona,” kata pelatih yang sangat dihormati di lingkungan “bundes liga” itu.

Bayern dan Barca sebelumnya pernahberlaga  di perempat final Liga Champions 2008-2009. Setelah kalah 0-4 pada leg pertama di Camp Nou, 8 April 2009, Bayern bermain imbang 1-1 pada leg kedua di Allianz Arena pada 14 April 2009 yang menyebabkan Bayern Muenchen terusir dari Champions. Ketika itu Barca masih dilatih oleh Guardiola dan Muenchen di pegang oleh Heynckes. Di musim itu Barcelona  keluar sebagai juara, setelah di final mengalahkan klub Old Trafford, Manchester United 2-0.

Barca juga menyadari bahwa Bayern Muenchen bukanlah lawan yang bakal dikalahkan dengan mudah. Oleh karena itu Los Cules akan belajar dari pengalaman Real Madrid musim lalu agar tak disingkirkan klub raksasa Jerman itu.

Barca masih jadi favorit utama juara di turnamen ini meskipun penampilan mereka saat ini tak lagi ‘Untouchable’ dan tentunya akan menuntaskan rasa penasaran mereka akibat kegagalan musim lalu di fase yang sama, karena dikalahkan Chelsea.

Kini Barca akan menghadapi salah satu finalis musim lalu yakni Bayern yang kebetulan juga hendak mengakhiri “kegalauannya” akibat gagal jadi juara di dua final yang diikuti dalam tiga musim terakhir. Penampilan musim ini bisa dijadikan contoh mengapa Bayern akan jadi lawan tangguh untuk Barca.

Apalagi musim lalu Bayern juga menghadapi tim asal Spanyol lainnya, Madrid, dan sukses melangkah ke final usai menang adu penalti di leg kedua yang dihelat di Santiago Bernabeu. Jika mengacu pada head to head kedua tim, Bayern masih unggul dua kemenangan berbanding satu milik Barca dari lima kali berjumpa.

“Bayern adalah tim hebat dan laga akan sangat berjalan ketat. Mereka memperlihatkannya musim lalu dengan mengalahkan Real Madrid dan mereka akan jadi lawan yang sulit,” ungkap asisten pelatih Jordi Roura seperti diwartakan Football Espana.

Surat kabar “Marca” yang terbit di Madrid mengingatkan Bayern Muenchen tentang pertandingannya melawan Barca. “Marca” menulis, “Saat Anda bermain melawan tim seperti Barcelona, tidak penting apakah Anda bermain di kandang atau tandang pada leg pertama. Hal terpenting adalah fokus pada pertandingan dan untuk bermain sebaik mungkin di Muenchen maupun Barcelona.”.

“Marca” juga menyinggung tentang ketidaksepahaman antara Heynckes dengan Pep Guardiola setelah  pelatih Muenchen yang akan “pensiun” di akhir musim ini  membantah akan meminta bantuan Josep “Pep” Guardiola untuk menghadapi laga semifinal Liga Champions kontra Barcelona. Heynckes ingin tugasnya bersama Bayern tak melulu dikaitkan dengan Guardiola.

Pertemuan Bayern dengan Barcelona oleh media selalu ditautkan dengan Guardiola. Para pemburu berita menanyakan kepada Heynckes apakah ia bakal meminta masukan dari Guardiola soal rahasia Barcelona. Pertanyaan itu justru membuat Heynckes naik pitam. Dengan tegas, ia takkan meminta bantuan apa pun dari calon suksesornya.

“Tolong, hargai saya dan tugas saya ini. Saya takkan pernah berkonsultasi dengan siapa pun (termasuk Guardiola),” tegas Heynckes.

CEO Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenigge, berupaya mendinginkan perseteruan antara Heynckes dengan Guardiola menjelang laga kandang semifina Champions. Ia mengatakan, sukses timnya pada musim ini karena adanya harmonisme yang tinggi.

“Dalam pengalaman saya, jika Anda sukses, maka keharmonisan akan terungkap dari situ. Tak ada yang berkonflik di sini dan saya berharap akan berlanjut sampai musim depan,” kata Rummenigge kepada SPOC.com.

“Tak ada jaminan bahwa kami akan lolos ke final. Kami harus bekerja keras dan konsentrasi. Tujuan kami adalah masuk final. Kami sudah sering ke sana (final) dan kami ingin kembali ke sana. Maka, kami akan memperlakukan Wolfsburg dengan rasa hormat,” jelasnya.

 

Komentar