Heboh Wasit Laga Liverpool Vs MU

Penulis: Darmansyah

Senin, 17 Oktober 2016 | 10:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Laga “panas” Liverpool melawan Manchester United di Anfield, Selasa dinihari WIB nanti, 18 Oktober 2016, belum dimulai. Tapi aromanya, sehari sebelum pertandingan, sudah mendidih bersamaan dengan posisi “berbahaya Jose Mourinho yang menuding wasit Anthony Taylor dalam posisi suloit.

Terhadap komentar Mou ini, Asosiasi sepak bola Inggris  atau FA langusng menyelidikinya.

“Jka terbukti bersalah, Mourinho bisa kembali menerima hukuman FA seperti yang terjadi pada musim lalu,” tulis “daily mail, Senin, 17 Oktober 2016..

Penunjukan Taylor menimbulkan polemik karena ia berasal dari daerah Manchester atau dikenal dengan istilan greater Manchester.

Pendukung Liverpool telah menumpahkan kemarahan di media sosial karena hal itu, sementara mantan kepala wasit Liga Primer Inggris, Keith Hackett, juga mempertanyakan penunjukkan Taylor dan menyebut situasi itu “tidak adil.”

Manajer Liverpool, Juergen Klopp, menolak untuk terlibat dalam perdebatan soal wasit, sementara Mourinho mengeluarkan komentar singkat.

Ironisnya, dalam komentar tersebut Mourinho mengatakan dirinya tak ingin lagi kena hukuman FA.

“Saya kira Tuan Taylor adalah wasit yang sangat bagus, tapi karena ia telah ditimpakan berbagai tekanan, saya kira ia akan sukar memiliki penampilan yang bagus di Anfield,” kata Mourinho, seperti dikutip dari The Guardian.

“Tapi saya tak mau berbicara banyak soal hal ini. Saya punya pandangan tersendiri, tapi saya telah belajar suatu hal penting –jika Anda ingin menyebutnya seperti itu– dari pengalaman saya dihukum beberapa kali karena berpendapat soal wasit.”

Mourinho memang pernah dihukum FA tidak boleh mendampingi tim dari bangku cadangan.

Hal ini terjadi setelah ia mempertanyakan kinerja wasit Inggris secara terbuka semasa masih menjadi pelatih Chelsea.

FA dalam beberapa musim terakhir mengetatkan pasal pelarangan mengomentari kinerja wasit. Pasal itu diciptakan pada tujuh tahun silam karena adanya kecurigaan para manajer sering menggunakan sesi konferensi pers untuk memberikan tekanan pada wasit.

Sebelumnya, Mourinho secara diplomatis menjawab polemik pemilihan wasit pertandingan Liverpool versus Manchester United, yang akan digelar di Stadion Anfield.

Wasit yang terpilih untuk laga itu adalah Anthony Taylor.

Taylor telah memimpin tujuh pertandingan papan atas di musim ini dan mengeluarkan dua puluh tiga kartu.

Mantan kepala wasit Liga Primer Inggris, Keith Hackett, pada beberapa hari lalu juga mempertanyakan penunjukkan Taylor dan menyebut situasi itu “tidak adil.”

Mourinho tak bersuara keras ketika ditanyai soal hal itu, tapi ia meyakini bahwa kini sang wasit berada dalam situasi tertekan.

“Saya kira Tuan Taylor adalah wasit yang sangat bagus, tapi karena ia telah ditimpakan berbagai tekanan, saya kira ia akan sukar memiliki penampilan yang bagus di Anfield,” kata Mourinho, seperti dikutip dari The Guardian.

“Tapi saya tak mau berbicara banyak soal hal ini. Saya punya pandangan tersendiri, tapi saya telah belajar suatu hal penting –jika Anda ingin menyebutnya seperti itu– dari pengalaman saya dihukum beberapa kali karena berpendapat soal wasit.”

Mourinho memang pernah beberapa kali dihukum Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak boleh mendampingi tim dari bangku cadangan. Hal ini terjadi setelah ia mempertanyakan kinerja wasit Inggris secara terbuka.

Pelatih asal Portugal itu sendiri tak khawatir para pemainnya akan mendapatkan hukuman dari sang wasit. Menurutnya, para penggawa Manchester United akan mampu menjaga ketenangannya di laga Senin malam annti.

“Rekor kedisiplinan kami sangat, sangat bagus. Kami tak punya masalah soal hal ini sama sekali. Kami adalah tim yang bermain dengan disiplin, kami menuruti seluruh instruksi yang kami dapatkan dalam pertemuan dengan Liga Primer Inggris dan wasit.”

“Kami tak memberikan tekanan pada wasit di atas lapangan, dan kami punya perilaku bagus di pingir lapangan.”

Tak ada lagi Super Sunday. Status yang biasa disematkan ketika dua tim besar Liga Primer Inggris bertemu di hari Minggu itu tak ada lagi ketika Liverpool dan Manchester United bertemu pada lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan ini.

EPL lebih memilih menempatkan pertandingan tersebut pada Senin (17/10) malam. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, laga akan dimainkan di bawah sorotan lampu stadion ketimbang di bawah sinar matahari.

Satu faktor pendukung yang membuat EPL mengambil keputusan ini adalah faktor hak siar. Jika laga yang dimainkan malam hari waktu setempat, maka semakin banyak keuntungan finansial yang didapatkan.

Kesimpulan ini didapatkan dari evaluasi penyelenggaraan beberapa bigmatch lain yang diplot pada Senin malam.

Menurut Jamie Carragher yang saat ini menjadi pengamat sepak bola di Sky Sports, salah satu keuntungan laga Senin malam adalah pemegang hak siar bisa menyiapkan ‘atmosfer’ laga ini dari sore hari.

Mereka akan menayangkan analisis serta rekaman gol-gol laga akhir pekan lainnya beberapa jam sebelum pertandingan, kemudian ditutup dengan laga akbar sebagai sajian utama.

EPL sendiri mendapat celah untuk melakukan hal ini karena kini kontrak hak siar Liga Inggris dibuat semakin rinci. Hal ini membuat pemegang hak siar bisa semakin terlibat dalam penentuan jadwal setiap pertandingan.

Hak siar setiap laga pun bisa dijual secar eceran sehingga laga yang berpotensi mendapatkan sorotan paling banyak perlu disiapkan secara sempurna. Tentu semua agar mendapatkan keuntungan finansial paling besar.

Kerincian Liga Inggris menyiapkan pertandingan inilah yang menjadikan EPL bisa meraup hak siar tertinggi di dunia — yang nilainya meningkat drastis setiap kali lelang kontrak akan dibuka.

Mengubah tradisi laga Liverpool vs MU ke jadwal malam sendiri bukannya tanpa rintangan.

Pertandingan ini dikenal memiliki tensi tinggi yang membuat para penggemar kedua tim ‘menyiapkan diri’ dengan menenggak minuman keras. Risiko pertikaian antarsuporter akan semakin meningkat ketika laga dimainkan pada malam hari.

Akan tetapi, risiko ini pada akhirnya harus diambil pihak pengelola demi memastikan Liga Primer Inggris mendapatkan keuntungan finansial yang semakin melimpah lagi.

Jika laga sekelas Liverpool vs MU saja bisa digelar dengan sempurna pada slot televisi paling optimal, maka akan jauh lebih mudah bagi EPL untuk memindahkan pertandingan lainnya ke slot Senin malam.

Komentar