“Heboh” di Empat Besar Premier League

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Februari 2015 | 14:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Persaingan di papan atas Premier League, di pekan kedua puluh tiga, yang menyisakan lima belas laga lagi, semakin memanas bersamaan dengan tersusunnya dua “klas’ di zona Champions League, atau “empat besar.”

Secara riil, dua tim, Chelsea dan Manchester City, hampir dipastikan akan lolos ke “Euro Zona,” dengan kondisi poin yang mereka miliki dan keterpautannnya dengan tim di bawahnya.

Chelsea yang berada di puncak memiliki selisih sepuluh poin dengan Manchester United, di urutan tiga, dan lima poin dari Manchester City sebagai “runner up.”

Secara matematis tim dan segala kemungkinan buruknya, Chelsea hampir pasti tidak akan bisa tergeser dari zona Champions League. Begitu juga dengan City.

Kedua tim ini, menurut analisis Martin Keown dari “Daily Mail,” dan Jamie Carragher dari “Sky Sport,” tidak akan tergusur dari empat besar kecuali ada “tsunami” besar yang menggulung mereka di laga pekan-pekan terakhir.

Chelsea dan Manchester City, menurut kedua pengamat sepakbola Premier League itu, lebih fokus dalam perburuan gelar juara ketimbang tekanan persaingan di empat besar.

Kejar-kejaran angka antara Chelsea dan Manchester City tetap akan menjadi komentar utama para pengamat liga. Kedua tim ini, yang hanya mampu bermain imbang, satu gol berbanding satu, saat bertemu di Stamford Bridge, akhir pekan lalu, bisa jadi menggambarkan kondisi nyata dari kekuatan mereka.

Hasil ini membuat jarak Chelsea dan ManCity tidak mengalami perubahan. The Blues masih kokoh di puncak klasemen. Sedangkan The Citizens menguntit di posisi dua dengan selisih lima poin.

Justru persaingan hebat terjadi di posisi empat atau zona Liga Champions. Saat ini, Manchester United menempati posisi tiga sementara dengan empat p[uluh tiga poin.

Setan Merah hanya unggul satu poin dari Southampton dan Arsenal di posisi empat dan lima. MU juga hanya unggul tiga poin dari penghuni posisi enam, Tottenham Hotspur.

Manajer MU, Louis van Gaal memprediksi persaingan di empat besar Premier League. Pria asal Belanda ini menilai, persaingan akan terus berlangsung ketat hingga tutup liga.

“Saya sebelumnya sudah mengatakan dalam jumpa pers bahwa perebutan zona Liga Champions bakal berlangsung hingga laga terakhir,” kata Van Gaal seperti dilansir Tribal Football, Rabu, 04 Februari 2015.

Usai menaklukkan Leicester City, MU hanya terpaut lima poin dari ManCity yang menghuni posisi dua. Van Gaal yakin timnya bisa finis lebih baik dari sekadar menempati posisi empat besar.

“Kami hanya tertinggal lima poin dari ManCity, jadi saya yakin ini akan menjadi pertarungan besar hingga akhir,” kata mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu.

Di peringkat empat dan lima, persaingan sengit terjadi antara Southampton dan Arsenal. Kedua tim ini sama-sama mengoleksi empat puluh dua poin. Soton menempati posisi empat karena memiliki selisih gol lebih baik.

Hasil berbeda diraih The Saints dan The Gunners, akhir pekan lalu. Arsenal melumat Aston Villalima gol tanpa balas di Emirates Stadium.

Sementara itu, Southampton justru takluk kosong satu dari Swansea City di St Mary’s Stadium.

Arsenal kini memang sedang menunjukkan tren menanjak.

Tim asal London Utara sanggup meraih tiga kemenangan beruntun di Premier League.
Banyak yang memprediksi, jika Arsenal mampu mempertahankan permainan apiknya, mereka akan menjadi salah satu kandidat kuat juara.

Namun, anggapan ini ditepis oleh manajer Arsenal, Arsene Wenger.

The Professor mengakui kans Arsenal menjadi juara cukup kecil. Pasalnya, saat ini Arsenal masih berjarak sebelas angka dari sang penguasa klasemen, Chelsea.

“Masih terlalu dini. Kami tertinggal sebelas poin. Artinya, Chelsea dan ManCity harus kalah di empat laga dan kami menang di empat pertandingan.”

“Saya hanya berharap tim tampil konsisten dan mari lihat yang terjadi selanjutnya,” kata Wenger seperti dilansir Soccerway.

Kebangkitan Arsenal di putaran kedua Premier League disebabkan oleh kembalinya para pilar dari cedera panjang. Setelah Theo Walcott, kini giliran Mesut Oezil yang sudah sembuh.

“Baik Oezil dan Walcott, belum menemukan tingkat ketajaman tertinggi mereka. Walcott perlu lebih kuat saat berduel dengan lawan. Lalu, Oezil memang belum mencapai kondisi terbaik. Tapi, kualitas permainannya sudah kembali ke level tertinggi,” puji Wenger.

Tottenham Hotspur dan Liverpool yang menempati posisi 5 dan 6 juga tak bisa dianggap remeh. The Lilywhites mengumpulkan 40 poin disusul The Reds dengan 38 poin.

Penampilan gemilang Spurs tak lepas dari makin tajamnya striker masa depan Inggris, Harry Kane. Kane mencetak dua gol saat Spurs menaklukkan tuan rumah West Bromwich Albion dua gol tanpa balas.

Sedangkan Liverpool terbantu dengan pulihnya, Daniel Sturridge. Melakoni comeback kontra West Ham United, Sturridge langsung mencetak gol dan membawa The Reds menang dua gol banding kosong.

Komentar