Hadapi Yeovil di FA Cup, MU Wajib Menang

Penulis: Darmansyah

Minggu, 4 Januari 2015 | 10:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Malam ini, Minggu WIB, 04 Desember 2014, Manchester United akan mempertaruhkan ke-elitisannya sebagai tim besar di Inggris, ketika datang ke markas Yeovil Town, klub divisi tiga, untuk berlaga di babak ketiga Piala FA dengan satu misi “menang” atau tidak sama sekali.

Manchester United masih menyimpan trauma pahit ketika dihadang MK Dons, juga klub divisi tiga, di ajang Piala Liga lewat kekalahan menyakitkan, empat gol tanpa balas di awal musim.

Para pemain, seperti dikatakan Phil Jones, tak menginginkan kegagalan itu terulang di ajang Piala FA.

Menilik pengalaman di Piala Liga Inggris, Jones tau mau hal itu terulang. Karena itu, dia meminta MU untuk tak memandang sebelah mata calon lawannya itu.

“Pertandingan melawan MK Dons adalah pengingat bagi kami bahwa kami tidak boleh meremehkan apa yang akan kami hadapi di hari Minggu,” sahut Jones seperti dikutip ESPN FC.

“Kami tidak boleh membiarkan hal itu terulang lagi. Kami harus profesional menghadapinya dan menuntaskan tugas,”

“Saya menonton pertandingan melawan MK Dons di televisi malam itu dan itu tidak beruntung dan mengecewakan. Kami harus memastikan tidak ada pengulangan kekalahan itu lagi,” lugasnya.

Bulan Agustus lalu Manchester United langsung disingkirkan tim kasta ketiga Inggris di Piala Liga Inggris. Belajar dari pengalaman itu MU akan waspada penuh ketika menghadapi tim kasta ketiga lainnya di ajang Piala FA.

MK Dons menyungkurkan MU, yang saat itu baru tampil, di partai babak kedua Piala Liga Inggris. Dalam laga yang berlangsung di Stadium mk pada 26 Agustus tersebut ‘Setan Merah’ kalah empat gol tanpa balas.

Menilik posisi Yeovil yang cuma tampil di Football League One, dan bahkan saat ini terpuruk di dasar klasemen, di atas kertas The Red Devils akan sangat diunggulkan.

Tetapi Manajer MU Louis van Gaal tak mau memandang lawan dengan sebelah mata.

Keseriusan United mengikuti turnamen tersebut diungkapkan oleh manajer klub, Louis van Gaal.

Van Gaal pun tahu FA Cup dapat menjadi akses cepat timnya untuk meraih gelar musim ini. Pamor turnamen itu sendiri, sudah terkenal di Belanda yang menjadi tanah kelahirannya.

“Ya saya pikir demikian. FA Cup cara tersingkat untuk sukses, Anda benar. Kami sangat tertarik dan saya pikir pemain pun demikian. Di Belanda, kami sudah tahu lama FA Cup merupakan salah satu kompetisi terpenting di sepakbola,” ucap Van Gaal diberitakan Soccerway.

“FA Cup dipertontonkan di televisi berulang kali, ketika tidak umum menyiarkan pertandingan di luar negara,” lanjutnya.

Pelatih berjuluk Si Tulip Besi itu juga menegaskan bahwa FA Cup dilihat penting di Inggris, hal yang berbeda saat ia menangani Ajax Amsterdam dan Barcelona dahulu.

“Kami tahu dari tersingkirnya kami di awal musim Capital One Cup bahwa klasemen liga tak sama sekali berpengaruh di turnamen, tapi saya juga mengetahuinya di Ajax dan Barcelona. Jadi hal itu tak hanya terjadi di Inggris,” lanjut mantan juru taktik Timnas Belanda itu.

“Selalu mengejutkan ketika Anda bermain melawan tim kecil, karena Anda berasumsi dapat memenangkannya, tapi tidak seperti itu di sepakbola. Saya kalah di Ajax melawan Cambuur, pun begitu di Barcelona dengan tim divisi tiga. Saya tak ingat apapun – semua terhapus di pikiran saya, tapi kami kalah,” tukasnya

“Di Belanda kami punya ungkapan, ‘Kematian atau Gladioli’, yang berarti semuanya atau tidak sama sekali. Ini merupakan pertandingan Gladioli. Anda mati atau menerima bunga gladiolus, dan di partai piala seperti ini selalu seperti itu,” kata Van Gaal di Sports Mole.

“Kami akan menjalani pertandingan dengan kesiapan sepenuhnya. Kami sudah belajar dari pengalaman tersingkir dini di Piala Liga Inggris, bahwa posisi liga tidak berarti sama sekali di ajang piala.

“Anda bisa menang dan Anda dapat kalah, dan tentu saja kami harus menang. Piala FA merupakan jalang tersingkat menuju sukses jadi kami amat tertarik dan saya pikir para pemain pun begitu,” tegasnya.

Sementara itu, pemain MU, Jhony Evans, memandang laga ini sebagai awal untuk mengakhiri puasa gelar FA Cup sejak sepuluh tahun lalu.

Ini adalah laga tandang keempat ketiga beruntun mereka setelah singgah ke markas Tottenham Hotspur dan Stoke City di Premier League. Kedua laga tersebut berakhir dengan hasil imbang dan menempatkan Setan Merah barada di urutan ketiga klasemen sementara.

Namun, laga melawan Yoevil adalah pertandingan wajib menang. Hal ini berkaitan dengan target pelatih Louis van Gaal yang ingin mempersembahkan trofi pertamanya di Inggris. FA Cup menjadi ajang paling realistis setelah di Capital One mereka tersisih lebih cepat dari MK Dons.

“Berlaga di kandang lawan akan selalu sulit. Kami memiliki masalah pada cedera dan membuat pelatih sulit melakukan rotasi seperti yang ia pernah lakukan, mempertimbangkan jadwal pertandingan, dan jarak di klasemen,” kata Evans kepada MUTV, Minggu, 04 Januari 2015.

Lebih lanjut, bek “Setan Merah” itu juga merasakan motivasi yang sama dengan Van Gaal. Ia berhasrat untuk kembali membawa trofi FA Cup ke Old Trafford.

“Berada di klub seperti United seharus kami tidak puasa lama. Saya rasa dengan hadirnya Van Gaal, dan ini tahun pertamanya maka ia akan mencoba sekuat tenaga untuk memenangkannya,” tuntasnya.

Komentar