Gol Tandang di Liga Champions Dihapus?

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 Februari 2019 | 10:11 WIB

Dibaca: 1 kali

Konfederasi Sepak Bola Eropa  sedang mempertimbangkan menghapus peraturan gol tandang pada ajang Liga Champions setelah mendapat protes dari sejumlah pelatih top Eropa.

Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone menjadi salah satu pelatih top yang sangat vokal menentang peraturan gol tandang di Liga Champions.

Protes itu diungkapkan Simeone dalam pertemuan Forum Pelatih Elit Eropa pada September lalu.

“Saya tidak mengerti kenapa di leg kedua sebuah tim punya waktu tiga puluh menit untuk mencetak gol yang nilainya lebih berharga dari yang Anda cetak di kandang. Saya pikir kita harus mencari solusinya,” ujar Simeone.

Proposal yang dipimpin Simeone dan sejumlah pelatih besar Eropa, termasuk Carlo Ancelotti dan Thomas Tuchel, kabarnya membuat UEFA akan mempertimbangkan menghapus peraturan gol tandang.

AS mengutip media Jerman, Kicker, UEFA sedang mempertimbangkan untuk menghapus peraturan gol tandang di tiga turnamen, yakni Liga Champions, Liga Europa, dan Nations League.

Peraturan gol tandang sudah digunakan UEFA

Peraturan ini digunakan untuk menentukan pemenang jika agregat skor di dua leg pertandingan berakhir imbang. Pada dasarnya tim yang mampu mencetak gol tandang memiliki keuntungan di kompetisi UEFA.

Sebagai contoh tim A akan lolos ke babak selanjutnya jika bermain imbang di leg kedua yang berlangsung di kandang tim B jika skor akhir seri setelah bermain imbang  di leg pertama.

Meski agregat akhir sama kuat  maka tim A berhak lolos karena mampu mencetak gol lebih banyak di kandang tim B.

Sebuah peraturan baru lainnya  juga segera di keluarkan UEFA.

Peraturan itu berupa pertandingan Liga Champions yang biasa digelar di tengah pekan memiliki peluang bergeser pada akhir pekan.

Dikutip dari Sportbible, ada pembicaraan tentang perubahan besar dalam penyelenggaraan Liga Champions. Salah satunya pergantian hari pertandingan dari tengah pekan menjadi akhir pekan.

Kemungkinan perubahan itu ditunjukkan Ketua Dugout, Elliot Richardson, dalam cuitannya yang menyebut perubahan jam tayang Liga Champions untuk mengakomodasi pecinta sepak bola di Asia dan Amerika.

“Saya mendengar dari sumber yang bagus, bahwa Liga Champions akan dipindahkan ke akhir pekan,” ucap Richardson.

Rencana Liga Champions di akhir pekan tentu akan mengacaukan jadwal di liga domestik di seluruh Eropa. Terutama di lima liga top Eropa.

Akan tetapi pertandingan-pertandingan domestik itu akan sedikit ‘dikorbankan’ dengan bergeser ke pertengahan pekan untuk mengakomodasi aksi Liga Champions.

“Pertandingan kompetisi domestik akan digeser ke tengah pekan. Yang berarti ada pembagian waktu kick-off demi publik Asia serta Amerika,” Richardson menambahkan.

Saat ini hanya final Liga Champions saja yang baru dilakukan di akhir pekan. Pelaksanaan final Liga Champions di akhir minggu sudah berlangsung dalam beberapa musim terakhir.

Komentar