Gol David Luiz Menangkan Chelsea Atas Basel

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 April 2013 | 09:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Chelsea makin mendekatkan ambisinya untuk memungut sisa trofi di musim ini, usai mengalahkan FC Basel, 2-1  dalam  laga pertama semifinal Liga Europa di St Jakob Park, Jumat dinihari WIB. Pertandingan ini, seperti dikatakan, Rafael Benitez sangat emosional dan menguras tenaga.

Benitez, pelatih sementara  Chelsea hingga akhir musim ini, menilai klub Swiss FC  Basel tampil bagus dan amat merepotkan skuadnya. “Saya kecut dengan permainan menyerangnya. Tapi  saya juga kecewa terhadap  hadiah penalti,” katanya dengan gusar kepada “Sky Spor TV.”.

“”Menurut saya, ini adalah kemenangan yang kami layak dapatkan. Kami bermain melawan tim bagus. Anda bisa lihat intensitas dan tempo permainan, tetapi kami menciptakan cukup banyak peluang gol dan penalti itu, yang mengejutkan semua orang, bisa membuat hasil akhirnya berbeda,” ujar Benitez yang akan meninggalkan Stamford Bridge di akhir musim ini.

“Semua orang di sekitar saya tak ada yang menilai bahwa itu penalti karena bola masih melayang. Itu keputusan yang aneh. Menang selalu merupakan sesuatu yang penting. Mencetak gol di kandang lawan juga penting, tetapi mencetak dua gol dan menang lebih baik. David Luiz melakukan tugas dengan sangat baik, tetapi saya sangat senang kepada semua pemain ini karena mereka semua bermain dengan baik,” tuturnya.

Kemenangan Chelsea ditentukan oleh bek David Luiz yang mencetak gol kedua  dan mamatrikan kemenangan “The Blues” atas  Basel pada leg pertama semifinal Liga Europa. Pertandingan kedua antara Chelsea dan Basel akan digelar di Stamford Bridge pada 2 Mei 2013.

Gol  pertama “The Blues”  dicetak Victor Moses pada menit ke-12. Moses menaklukkan Yann Sommer dengan sundulan, memanfaatkan umpan Frank Lampard.

Tuan rumah menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Fabian Schar pada menit ke-87. Penalti diberikan setelah Cesar Azpilicueta dinilai melanggar Valentine Stocker.

Chelsea merebut kembali keunggulan mereka berkat gol David Luiz pada menit ke-90+3. Dipercaya mengeksekusi tendangan bebas setelah Stocker dinilai melanggar Ramires, Luis melesatkan bola langsung ke arah gawang. Bola meluncur masuk ke sudut kiri bawah gawang.

Bermain sebagai tamu, Chelsea mampu menguasai permainan. Nyaris tanpa ancaman, mereka konsisten menyerang dan menciptakan peluang. Satu menit sebelum gol Moses, misalnya, Lampard menembakkan bola kiriman Cesar Azpilicueta ke sudut tiang dekat, tetapi Sommer berhasil membuangnya ke belakang gawang.

Lampard kembali mendapatkan peluang mencetak gol pada menit ke-36. Namun, tembakannya lagi-lagi kandas di tangan Sommer.

Basel sendiri bukannya tak menciptakan serangan berbahaya. Namun, barisan belakang Chelsea mampu mematahkan serangan itu pada momen-momen krusial. Pada menit ke-18, misalnya, sebuah pergerakan Valentin Stocker berujung umpan kepada Mohamed Salah. Namun, Ashley Cole melakukan antisipasi sehingga Petr Cech bisa menguasai bola.

Pada babak kedua, Basel bisa memperbaiki koordinasi permainannya. Permainan pun tampak menjadi lebih seimbang. Kedua kubu beberapa kali bergantian menciptakan peluang. Basel lebih dulu menciptakan ancaman ke gawang Chelsea melalui Stocker pada menit ke-48, yang membentur tiang.

Chelsea langsung melancarkan balasan, yang berujung tembakan dari Fernando Torres pada menit ke-53. Namun, tembakan Torres membentur tiang dan mistar gawang.

Basel membalas dengan sebuah serangan yang berujung umpan Mohamed El-Nenny pada menit ke-58. Namun, Marco Streller gagal menjangkau bola.

Chelsea belum menciptakan ancaman baru ketika Basel menciptakan tiga peluang beruntun pada menit ke-67, melalui Streller, Salah, dan Diaz. Namun, tak satu pun tembakan mereka mengarah tepat sasaran.

Pada menit ke-74, Diaz kembali mencoba peruntungannya. Ia berhasil melewati Lampard, tetapi tembakannya meleset.

Memasuki menit ke-80, tuan rumah semakin agresif dan Chelsea kian sulit menciptakan kesempatan menyerang. Untung bagi Chelsea, pemain-pemain tuan rumah tak kunjung mampu memperbaiki kualitas umpan dan tembakan.

Pada menit ke-85, misalnya, Basel menciptakan kemelut di kotak penalti Chelsea, tetapi gagal mendapatkan gol. Tembakan Diaz diblok Ramirez. Dragovic berhasil menguasai bola dan kemudian mengirim umpan kepada Streller, pemain Chelsea kembali berhasil mengantisipasinya. Tak lama setelahnya, David Degen melihat tembakannya diblok David Luiz.

Meski begitu, Basel tak mengendurkan tekanan. Usaha mereka membuahkan hadiah penalti, yang diubah menjadi gol oleh Stocker.

Setelah gol itu, Chelsea mengambil inisiatif menyerang. Mereka mampu mempertahankan tekanan. Setelah tembakan Juan Mata pada menit ke-89 meleset dan tembakan John Terry pada menit ke-90+2 dikandaskan Sommer, Chelsea mendapatkan gol ketiga dari Luiz pada menit ke-90+3, yang langsung disusul bunyi peluit tanda berakhirnya laga.

 

 

Komentar