Giggs, “new Pep Guardiola” di Old Trafford

Penulis: Darmansyah

Selasa, 29 April 2014 | 17:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Tuntutan agar Manchester United melanjutkan kiprah Ryan Giggs sebagai manajer baru di musim mendatang makin melejit bersamaan dengan datangnya “euphoria” baru di Old Trafford, Sabtu malam pekan lalu, usai “The Red Devils” membantau Norwich City empat gol tanpa balas.

Giggs, seperti ditulis “The Daily Mail,” dalam rubrik “football”nya, edisi Selasa, 29 April 2014, mengutip berbagai sumber pemain dan mantan pemain Manchester United, bahwa mereka sepakat mendorong manajemen MU untuk memberi kontrak kepada Giggs di musim mendatang.

Sehari sebelumnya, “Daily Mail, juga menuliskan pendapat penjaga gawang Manchester United, Anders Lindegaard, yang menghendaki Ryan Giggs ditetapkan sebagai pelatih permanen.

Lindegaard menyebut Ryan Giggs sebagai Pep Guardiola baru. Lindegaard mengungkapkan hal tersebut setelah melihat kinerja Giggs dalam debutnya sebagai manajer sementara Setan Merah, Sabtu pekan lalu.

Menjamu Norwich City di Old Trafford, MU tampil sangat impresif karena menang empat gol. Ini merupakan tugas pertama Giggs untuk mengawal empat pertandingan terakhir The Red Devils pada musim ini, setelah manajemen memecat manajer David Moyes pada Selasa, 22 April 2014.

Giggs, yang merupakan legenda hidup ‘Setan Merah’, disambut dengan riuhnya Old Trafford ketika masuk ke dalam lapangan. Berbeda dari seperti yang selama ini terlihat, Giggs tampil dengan setelan rapi.

Dia kemudian duduk di kursi manajer didampingi dua orang rekan yang sudah dia kenal sejak masih jadi pemain junior, Nicky Butt dan Paul Scholes.

Tak tampak luapan emosi darinya. Dia hanya turun ke pinggir lapangan sesekali untuk memberikan instruksi ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan arahannya. Selebihnya, dia duduk sembari berdiskusi dengan Butt dan Scholes.

Bagaimana Giggs menurunkan formasi 4-4-2 sejajar ala United sebenarnya bukan hal istimewa. Yang menarik, dia menurunkan pemain-pemain yang acap tampil tidak oke ketika ditangani Moyes. Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic dimainkan sebagai duet bek tengah, sementara Tom Cleverley didapuk sebagai gelandang menemani Michael Carrick.

Menariknya lagi, meski bermain dengan formasi standar, United mampu menerapkan sepakbola menyerang dengan sangat halus. Sesuatu yang sebelumnya sempat hilang.

Dengan segala tanda positif di pertandingan pertamanya, Giggs pun ditunggu ujian berikutnya di tiga laga tersisa. Pria berusia 40 tahun tersebut enggan memikirkan apakah dirinya akan dikontrak jadi manajer permanen atau tidak.

Dia mengaku hanya fokus pada laga berikutnya melawan Sunderland.

“Saya tidak memikirkan hal selain empat laga yang ditugaskan kepada saya. Pekerjaan saya berikutnya adalah menyiapkan para pemain untuk menghadapi Sunderland,” kata Giggs.

Meskipun nama Louis van Gaal menjadi perbincangan untuk menjadi manajer baru MU pada musim depan, tetapi Lindegaard menilai Giggs telah memperlihatkan pekerjaan yang hebat dalam memainkan peran barunya.

Kiper asal Denmark ini pun yakin, Giggs memiliki potensi hebat seperti halnya pelatih Bayern Muenchen, Pep Guardiola.

“Penyataan terakhirnya sebelum tim masuk ke lapangan menjelang pertandingan melawan Norwich sangat menggairahkan. Itu merupakan cara yang hanya saya dapatkan dari Sir Alex,” tulis Lindegaard dalam kolomnya untuk betfair.com.dk.

Lindegaard tak menampik bila beberapa orang mungkin mempertanyakan apakah hal itu dapat berjalan dengan baik dari seorang teman menjadi manajer dari satu hari ke hari berikutnya.

Dia mengakui, wajar jika ada sikap skeptis dari sebagian besar orang mengenai Giggs jika dia hanya bekerja untuk empat pertandingan tersisa. Namun, kata dia, para pemain MU sedang bekerja dengan Guardiola baru.

“Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah Giggs siap mewujudkan potensi besar yang dimilikinya. Sayang, bukan saya yang membuat keputusan. Namun, apa pun keputusan klub saya yakin bahwa semua orang di dalam dan di sekitar tim akan menghormatinya.”

Sebelumnya, striker Manchester United Wayne Rooney, juga mendorong manajemen MU untuk memberi kesempatan kepada Giggs. Rooney melihat, ada kesamaan antara Sir Alex dengan Giggs ketika memotivasi pemain.

Wayne Rooney mendukung jika akhirnya Ryan Giggs benar-benar jadi manajer, meski dia mengaku tidak tahu apakah Giggs akan benar-benar jadi manajer Manchester United atau tidak.

Rooney mengaku aneh bermain di bawah arahan Giggs, mengingat Giggs adalah rekan setimnya selama sepuluh tahun terakhir ini. Namun, dia senang dan puas bisa ditangani Giggs dalam sepekan ini.

“Aneh rasanya. Kami tahu bahwa dia adalah pemain berpengalaman dan dia memang ditakdirkan jadi manajer,” ujar Rooney di BBC.

“Kita bisa lihat itu dari bagaimana dia menangani keadaan sejak ditunjuk.”

“Giggsy punya semua persyaratan untuk jadi manajer berikutnya, tapi itu semua tergantung para petinggi,” kata Rooney.

United dikabarkan menginginkan manajer yang lebih memiliki pengalaman. Sejauh ini, mereka dikabarkan sudah mendekati beberapa orang, termasuk Louis van Gaal.

Kendati demikian, United membantah bahwa mereka sudah mencapai kata sepakat dengan Van Gaal.

Bahkan Robin van Persie yang sedang mengalami cedera bisa bugar kembali karena di dorong oleh gairah kepelatihan Giggs. Robin van Persie sebelum Moyes pergi dari Old Trafford masih dilanda cedera hamstring.

“Kini,” tulis “Mirror,” van Persie sudah mulai latihan dengan penuh kegembiraan. Ia menjanjikan tampil jauh lebih impresif di dua sisa laga Premier League.”

sumber: bbc, mirror, daily mail dan skysports

Komentar