Formasi? Van Gaal: Saya Tak Mau Didikte

Penulis: Darmansyah

Selasa, 20 Januari 2015 | 08:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Siul di tribun barat Queens Park Ranger terhadap penggantian formasi Louis van Gaal ketika Manchester United menang dua gol tanpa balas tidak akan pernah mematikan kreatifitas pelatih asal Belanda itu untuk mencari pola permainan yang pas untuk “Setan Merah.”

“Saya tidak akan bisa dikalahkan oleh siulan atau pun tekanan publik untuk memberi nuansa baru bagi United. Tim ini harus menemukan jatidirinya sebagai jawaban kehebatannya,” kata van Gaal kepada “Sky Sport,” sebagai jawaban munculnya antipasti atas penggantian formasi yang ia mainkan.

Dia mengaku tak bisa menuruti permintaan fans karena merasa dialah yang paling tahu situasi di dalam timnya.

“Saya harus melihat para pemain, saya harus berkomunikasi dengan para pemain, dan mengamati mereka,” ujar Van Gaal seperti dikutip Mirror.

“Saya tak bisa mengamati fans karena Manchester United punya enam ratus juta fans di seluruh dunia. Anda tak bisa memperhitungkan enam ratus juta pendapat,” imbuhnya.

“Melihat para pemain, berkomunikasi dengan para pemain, mengamati mereka, menganalisis, dan seterusnya. Itulah tugas saya sebagai seorang manajer,” kata Van Gaal.

“Sebelum laga ini, saya sudah memikirkan soal formasi ini dan memainkannya. Lalu saya melihat para pemain di sesi latihan, saya melihat rencana permainan saya, dan kemudian saya memilih dan itu juga tergantung pada apa yang saya lihat di tempat latihan,” tandasnya.

Louis van Gaal, tetap menjadikan formasi tiga-lima-dua sebagai formasi andalannya. Van Gaal tak mau berubah pikiran cuma karena mendapatkan tekanan dari para suporter.

Van Gaal telah memakai tiga formasi sejak ditunjuk menjadi manajer MU pada musim panas lalu, yaitu empat-tiga-tiga, empat-empat-dua berlian, dan tiga-lima-dua.

Akan tetapi, belakangan ini manajer asal Belanda itu mantap dengan pilihan formasi terakhir.

Dengan memakai formasi tiga-lima-dua, MU meraih sejumlah hasil bagus, antara lain mengalahkan Arsenal di kandang lawan, Southampton di kandang lawan, dan Liverpool di kandang sendiri.

Namun, dengan formasi yang sama, ‘Setan Merah’ dibekuk Southampton di Old Trafford. Mereka tercatat cuma kalah sekali dalam dua belas pertandingan terakhir.

Formasi tiga-lima-dua membuat MU punya pertahanan yang lebih baik. Buktinya, mereka baru kebobolan dua puluh satu gol dalam dua puluh dua pertandingan Premier League musim ini.

Namun, pilihan formasi itu tak selamanya efektif, terutama saat MU bertemu tim yang bertahan dengan baik. Mereka seringkali kehabisan akal dan cenderung monoton dalam melakukan serangan.

Van Gaal sendiri memakai formasi kesayangannya itu demi menjaga keseimbangan timnya. Dia ingin permainan MU stabil dari awal sampai akhir, bukan bagus selama enam puluh menit dan kedodoran setelahnya.

Akan tetapi, sebagian suporter MU sepertinya tak mau tahu. Mereka mengungkapkan protesnya pada laga melawan Queens Park Rangers di Loftus Road, Sabtu lalu.

Pada laga yang dimenangi MU dengan skor dua gol tanpa balas itu, Van Gaal awalnya memasang Wayne Rooney di tengah dan menduetkan Angel Di Maria-Radamel Falcao di depan. Tapi, dia kemudian membuat sejumlah perubahan karena timnya tak bisa bikin gol pada babak pertama.

Sebagian suporter MU yang tak puas melihat permainan tim kesayangannya kompak meneriakkan “four-four-two” di tengah pertandingan sebagai permintaan agar Van Gaal mengubah formasi. Salah satu suporter bahkan berkata “apakah kamu mendengarkan?” ke Van Gaal.

Tidak hanya supporter, Bahkan media dan pengamat juga menggoda Louis van Gaal dengan untuk menempatkan dirinya sebagai pelatih aneh, disamping jenius dan kreatif lewat “revolusi” formasi pemain yang ia sajikan di berbagai laga Premier League.

Pengamat dan analis sepakbola, terutama “gang” Sky Sport, untuk menyebut pengamat yang berkumpul di media milik Ruport Murdoch itu, sempat tercengang dengan kreatifitasnya memainkan dua pola berbeda ketika memenangkan laga tandang melawan Queens Park Rangers.

Sempat menuai sorakan dari beberapa sektor stadion Loftus Road saat bermain melawan Queens Park Rangers karena memakai formasi tak lazim, Louis Van Gaal justru tetap teguh dan akan terus menggunakan pola tiga-lim-dua untuk Manchester United.

United mengakhiri catatan tiga laga tanpa kemenangan dengan mempermalukan QPR dua gol tanpa balas di kandangnya sendiri. Gol-gol dari Marouane Fellaini dan James Wilson memastikan Setan Merah tetap berada di zona Liga Champions.

Meski menang, United terlihat bermain kurang meyakinkan dan sejumlah fans di Loftus Road meneriakkan “four-two-four”, usai Van Gaal mengubah formasi timnya dengan tiga-lima-dua.

Perihal perjudian yang dilakukannya, Van Gaal merasa telah berhasil membuat United lebih tajam dengan bukti papan skor yang menunjukkan satu gol setelah jeda istirahat. Kendati demikian, ia mengaku lini pertahanan sejatinya lebih kokoh dengan empat pemain belakang.

Komentar