FA Sumpal Mulut Mou, Tiga Setengah Miliar

Penulis: Darmansyah

Minggu, 11 Mei 2014 | 13:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Football Asociation atau di kenal dengan FA, PSSI-nya Inggris, menyumpal mulut pelatih Chelsea Jose Mourinho lewat denda sebesar 10 ribu pounsterling, atau tsetara dengan tiga setengah miliar rupiah, atau komentar pedasnya usai kekalahan Chelsea dari Sunderland tiga pekan lelau.

Sebagai “jangkar” pemberitaan di media Mourinho memang tidak pernah jauh dari komentar kontroversialnya, khususnya di dunia sepakbola.

Mourinho, ketika itu, marah dan meledak saat Chelsea dikalahkan Sunderland di Stamford Bridge. Mou, sapaan akrab Mourinho, menuduh wasit kepala Mike Riley dan wasit Mike Dean telah merugikan timnya.

Ia beranggapan keduanya seperti telah bersekongkol melawan klub-klub lainnya guna menguntungkan tim tertentu.

Atas komentar kerasnya itulah, FA tanpa ampun menjatuhkan denda sebesar 10 ribu poundsterling kepada The Special One. Seperti ini komentar Mourinho yang membuatnya harus membayar denda tersebut.

“Apa yang wasit lakukan sepanjang musim ini sangatlah fantastis, khususnya pada beberapa bulan terakhir. Khususnya pada pertandingan-pertandingan yang melibatkan tim calon juara. Ini sangat luar biasa,” begitu komentar Mourinho beberapa waktu lalu.

Tidak hanya Mourinho yang dikenakan denda, sang asisten Rui Faria juga menerima hukuman. Ia diharuskan untuk tidak berada di dalam stadion dalam enam pertandingan The Blues musim ini.

Belum cukup sampai disitu, mantan pelatih Real Madrid ini juga gagal naik banding dan kehilangan delapan ribu poundsterling lainnya untuk kasus protes yang melibatkan dirinya dengan wasit Chris Foy , usai Aston Villa mengalahkan Chealsea.

Menyikapi denda dengan total 18 ribu pounds tersebut, Mourinho mengatakan apapun yang ia katakan kepada media maka akan ada konsekuensi yang harus ia terima. Walaupun itu adalah hal-hal yang baik.

“Setiap saat saya mengatakan sesuatu maka akan ada sebuah konsekuensi. Walaupun jika saya mengatakan penampilan wasit sangat luar biasa baiknya. Akan tetap ada hal-hal yang dipermasalahkan,” tutur Mourinho, kepada Sky Sports.

“Saya tidak bisa mengatakan yang tidak sesungguhnya. Saya tidak merasa bebas sepenuhnya. Jika kalian menginginkan pertemuang lebih baik datanglah kepada FA,” ujars The Special One

Jose Mourinho, ya pelatih satu ini memang tak lepas dari berbagai komentar kontroversialnya baik di luar maupun di dalam lapangan.

Kali ini sang pelatih berjuluk The Happy One itu mengomentari penghargaan ‘Player of The Year’versi PFA yang diraih oleh striker Liverpool Luis Suarez.

Tidak berhenti mengiritik wasit pelatih asal Portugal tersebut, dalam pemberitaan terbaru, Minggu, 11 Mei 2014, juga melontar komentar atas penghargaan ini sebagai tidak pantas diberikan kepada striker berjuluk El Pistorelo itu.

Bagi Mou Suarez lebih banyak memiliki catatan buruk selama di lapangan, yang paling kotroversial saat dirinya menggigit pemain bertahan Chelsea, Brainslav Ivanovic yang mengakibatkannya dihukum larangan pertandingan di sepuluh laga.

“Luis Suarez adalah pemain yang hebat. Pastinya tidak akan ada suara untuk pemain yang tidak memiliki kualitas. Akan tetapi pemenang Player of The Year bukanlah mitos kegagalan untuk menjadi kampiun Premier League sejak 10, delapan, enam tahun yang lalu,” ujar Mourinho seperti dilansir Skysports.

“Dia pernah menggigit (pemain bertahan Chelsea Brainslav Ivanovic) bukan musim ini tapi musim lalu. Musim ini berbeda. Saya tidak berbicara tentang kesalahan yang pernah dimiliki seseorang. Kalian tidak bisa disalahkan seumur hidup jika kalian memiliki kesalahan di lapangan,”tambahnya.

Lebih lanjut pelatih ini juga meyakini mitos bahwa peraih pemain terbaik tidak akan bisa meraih gelar juara musim ini. Dirinya lebih memilih striker Manchester City Edin Dzeko untuk menjadi pemain terbaik tahun ini melihat performa yang ditunjukkan Dzeko musim ini.

“Tapi pemain terbaik pilihan saya selalu menjadi juara di segala kondisi. Jika juaranya adalah Manchester City- mereka butuh poin- dan jika saya harus memilih pemain Manchester City yang terbaik, saya pilih Dzeko. Dia bukan hanya pencetak gol. Dia memberikan assist, bermain dan berperilaku baik, adil, tidak diving, tidak mencoba menyudutkan lawan dengan memberikannya kartu kuning,”terang Mou.

“Dia pilihan ketiga di awal musim. Dia ditutupi oleh pilihan pertama pelatih dan saat tim membutuhkannya di momen krusial musim ini, saya pikir dia memberikan hal yang berbeda,” ujar menutup ketarangan.

sumber : skysports, bbc.uk dan mirror

Komentar