Erick Thohir Mulai Bergaya “Milinista”

Penulis: Darmansyah

Minggu, 17 November 2013 | 10:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Erick Thohir mulai membiasakan diri dengan suasana sidnidir menyindir dalam persaingan sepakbola Seri A atau Lega Calcio. Begitu ditetapkan menjadi Presiden FC Internazionale Milan, Erick Thohir langsung melakukan perang urat syaraf dengan kompetitor sekota, AC Milan.

Erick Thohir menjabat sebagai pemilik mayoritas sekaligus Presiden FC Internazionale, menggantikan delapan belas tahun masa kepemimpinan Massimo Moratti, pada Jumat 15 November 2013.

Pada konferensi pers pertama yang digelar sehari setelah peresmian sebagai Presiden Inter, saat menjawab pertanyaan para jurnalis, Thohir menyindir pendukung tim tetangga La Beneamata, AC Milan.

“Jika Anda tidak berdiri dan melompat, maka Anda adalah pendukung AC Milan,” celetuk Thohir, dilansir Goal Italia.
Pernyataan itu langsung disambut senyum Moratti yang duduk di sebelahnya, dan para jurnalis yang hadir.

Kalimat itu merujuk kepada para Milanisti yang hanya doyan duduk saat mendukung timnya, ketimbang berjingkrak seperti para Interisti di Giuseppe Meazza.

Setelah menjabat sebagai Presiden baru Inter Milan, Erick Thohir langsung mencanangkan target untuk membawa Inter menjadi klub yang kuat dengan keuangan yang sehat.

“Penting bagi kita, manajemen yang baru, untuk membuat Inter menang, menarik untuk ditonton, tetapi juga dengan keuangan yang sehat, agar dapat bersaing dengan klub-klub lain di dunia,” kata Thohir seperti dilansir Football Italia.

“Itulah yang ingin digarisbawahi oleh Moratti, manajemen baru, dan saya,” tambahnya.

“Industri sepak bola telah berubah. Banyak regulasi baru dibuat, salah satunya FIFA Financial Fair Play yang akan segera ditetapkan.”

“Hanya akan ada sepuluh klub yang dapat dikenal di dunia sepak bola dalam satu dekade karena mereka menang dan memiliki keuangan sehat. Inter akan menjadi salah satunya.”

“Target kami adalah memastikan bahwa klub ini akan menjadi lebih kuat.”

“Dengan manajemen baru, bersama dengan Angelomario (anak Massimo Moratti), Dewan Direksi, saya, Handy Soetedjo, dan Rosan Roeslani, kami harus bekerja keras, kami harus fokus dan bekerja sama untuk membuat hal ini bisa diwujudkan.”

“Hal-hal yang fundamental telah berjalan baik dalam tiga bulan ini. Namun tentu saja, masa dua hingga tiga tahun ke depan akan menjadi tantangan bagi kami untuk membuat tim kuat dan bersaing.”

“Itulah sebabnya kami menemui Pelatih Walter Mazzarri kemarin, dan kami percaya atas apa yang sudah dilakukannya. Mudah-mudahan kita bersama-sama bisa menjadi konsisten dan kembali menjadi tim juara.”
“Seperti dikatakan Giacinto Facchetti mantan presiden klub: ‘Rahasia setiap kemenangan terletak pada keyakinan Anda sendiri’. Keyakinan kami terletak pada semangat dan gairah akan adanya jalan bagi kesuksesan Inter di masa depan.”

“Peran ini sulit, sungguh sulit. Tapi saya benar-benar yakin, seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa dengan hal tadi, ditambah kerja keras, kita dapat melanjutkan kesuksesan yang telah dibuat oleh Moratti terhadap Inter.”

Thohir pun menutup pidatonya dengan menyanyikan yel-yel “chi non salta Rossonero è”. Sebuah yel-yel khas Interisti untuk menyindir rival mereka, AC Milan, guna menandakan betapa sengitnya rivalitas dua klub tersebut di kota mode Italia tersebut.

Komentar