Erick Ramai Didukung Jabat Ketua PSSI

Penulis: Darmansyah

Senin, 21 Januari 2019 | 10:25 WIB

Dibaca: 1 kali

Erick Thohir mendapat dukungan untuk mengisi posisi ketua umum PSSI yang baru saja ditinggal Edy Rahmayadi pada Minggu kemarin

Edy memutuskan menyerahkan kursi kepemimpinan organisasi sepak bola tertinggi di tanah air kepada Joko Driyono pada Kongres PSSI

Keberadaan Joko sebagai pelaksana tugas ketua umum PSSI bisa berlangsung hingga pemilihan ketua umum selanjutnya

Namun, jika ada dua pertuiga pemilik suara menghendaki Kongres Luar Biasa  untuk menggelar pemilihan ketua umum lebih cepat maka PSSI harus segera mengakomodasi keinginan tersebut.

Seandainya ada permintaan dari pemilik suara maka setidaknya PSSI harus membentuk panitia KLB dalam dua bulan ke depan dan KLB baru dapat diselenggarakan dalam empat sampai enam bulan.

Salah satu tokoh yang mendapat dukungan dari publik untuk menduduki kursi PSSI 1 adalah Erick Thohir, seperti yang terdapat dalam situs petisi daring Change.org.

Dalam petisi yang digagas Wira Adikusuma, mantan orang nomor satu di klub sepak bola Inter Milan itu dinilai memahami sepak bola, berpengalaman, profesional, bersih, kredibel, dan netral.

Petisi bertajuk ‘Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI’ berharap didengar oleh Presiden RI Joko Widodo.

Dukungan kepada Erick Thohir yang kini tercatat menjadi wakil komisaris Persib Bandung dan pemilik klub bola basket Satria Muda.

Hingga Kongres PSSI ditutup tidak ada keputusan tentang penyelenggaraan KLB, namun di luar Kongres beberapa pemilik suara seperti perwakilan klub dan asosiasi provinsi (asprov) tetap mewacanakan pelaksanaan KLB.

“Agar KLB tidak terganggu. Ini harus diselesaikan dahulu sebelum Liga 1 dimulai,” ucap Umuh Muchtar dikutip dari Antara.

Sementara itu, Asosiasi Provinsi  PSSI Jawa Timur optimistis dengan lembaga sepak bola tertinggi di Indonesia yang kini dipimpin pelaksana tugas  Joko Driyono bisa memajukan sepak bola Tanah Air.

Joko Driyono menjadi Plt. Ketua Umum PSSI usai

Edy Rahmayadi mundur karena desakan banyak pihak, ditambah maraknya sejumlah kasus dalam persepakbolaan Indonesia di periode kepemimpinannya.

Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, yakin di tangan Jokdri, sapaan Joko Driyono, PSSI dan sepak bola Indonesia akan maju.

“Dengan dipimpin Pak Jokdri, tentu kami Asprov PSSI mendukung penuh untuk sama-sama memajukan sepak bola Indonesia,” kata Ahmad Riyadh saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (20/1).

“Dia [Joko Driyono] sangat paham dengan kondisi sepak bola Indonesia,” Riyadh menambahkan.

Menanggapi pengunduran Edy Rahmayadi karena banyaknya tekanan, Riyadh menganggapnya sebagai hal logis. Terlebih lagi Riyadh menyebut Edy sibuk karena rangkap jabatan dengan posisi sebagai Gubernur Sumatera Utara.

“Itu pilihan Pak Edy mundur karena enggak ada waktu, padahal PSSI belum konsentrasi penuh membangun PSSI ini. Terus dia jabatnya juga di Medan [Gubernur Sumatera Utara], dengan PSSI yang ada di Jakarta jaraknya jauh, setiap saat enggak bisa hadir,” tutur Riyadh.

Melihat kondisi darurat sepak bola Indonesia saat ini karena adanya masalah pengaturan skor, pengunduran Edy juga dinilai wajar. Riyadh mengatakan Edy Rahmayadi merasa tak bisa memberikan waktu penuh untuk menyelesaikan sejumlah masalah di sepak bola Indonesia.

“Beliau menyampaikan, situasi saat ini mengharuskan dia hadir terus, tapi [kenyataannya] beliau enggak bisa hadir penuh, sehingga perlu konsentrasi dari [Plt.] ketua baru,” ucap Riyadh.

Riyadh juga menjelaskan berdasarkan statuta PSSI, wakil ketua umum berhak mengambil alih peran ketua umum.

“Tapi, di tengah [jalan] nanti kalau ada yang minta KLB [Kongres Luar Biasa] ya harus diakomodir. Dan semua sepakat Pak Jokdri jadi ketua,” Riyadh menjelaskan.

Sementara itu manajer Persib Umuh Muchtar, menilai Edy Rahmayadi yang baru saja mengundurkan diri telah dikhianati oleh orang-orang di dalam PSSI.

Umuh mengapresiasi langkah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi yang mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI dalam kongres tahunan di Hotel Sofitel

Umuh menilai Edy lebih baik fokus mengurus Sumut ketimbang sepak bola. Ia menganggap rangkap jabatan Edy berpengaruh kepada kepengurusan internal organisasi PSSI, termasuk informasi terkini tentang sepak bola Indonesia yang diterimanya.

“Karena Pak Edy juga sibuk, jadi mungkin laporan dari anak buahnya ‘enak-enak’ saja ya. Ini Pak Edy juga dikhianati orang dalam [PSSI] sendiri,” kata Umuh kepada para awak media, Minggu.

Kendati demikian Umuh tidak menjelaskan lebih lanjut tentang ‘orang dalam PSSI’ yang dimaksud.

Mengenai pengganti Ketum PSSI, Umuh ingin menunggu komunikasi dengan rekan-rekan dia terlebih dahulu. “Tunggu lah, kami terlalu dini. Belum sampai situ, saya juga belum kepikiran siapa,” katanya menambahkan.

Untuk sementara, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditunjuk Edy sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI.

Lebih lanjut, Umuh mengatakan Kongres Luar Biasa (KLB) harus segera dimulai. “Lebih cepat, lebih baik ya. Setelah pemilu mungkin,” ucap dia.

Sebelumnya Edy sempat menyinggung Umuh sebagai sosok yang sering berkoar dari belakang untuk mengkritik PSSI. Sentilan tersebut Edy lontarkan saat menyampaikan pernyataan mundur dari PSSI.

Umuh sendiri mengaku tidak masalah dengan sindiran tersebut. Ia malah mengaku hubungannya dengan Edy selama ini sangat baik.

“Saya pernah diundang Pak Edy ke rumah dinas. Kalau saya pasrah saja, tidak ada masalah. Untuk persepakbolaan Indonesia, ini risiko saya,” ujar Umuh.

“Kenapa harus sakit hati? Biar saja, orang semua tahu sepak terjang dan kiprah di persepakbolaan. Sekarang kami harus hati-hati memilih pemimpin,” ujarnya melanjutkan.

Selain itu, Umuh juga menegaskan tidak berminat untuk menggantikan Edy sebagai Ketua Umum PSSI.

“Jangan lah, saya tidak mampu. Kalau saya hanya membimbing saja kalau ada yang tidak baik. Ada [calon Ketua Umum PSSI] yang lebih baik dan bagus dari kawan-kawan [pemilik suara], ayo siapa?” tutur Umuh.

Komentar