Era Tiki Taka Barcelona Sudah Berakhir

Penulis: Darmansyah

Kamis, 17 April 2014 | 08:16 WIB

Dibaca: 0 kali

Barcelona, klub Catalan, yang hampir selama satu dekade terakhir menguasai panggung sepakbola global, Kamis dinihari WIB, 17 April 2014, di Estadio Mestalla, memberikan isyarat tentang keberadaanya di tubir jurang untuk mendekati “ajal” kebangkrutan setelah dihajar Real Madrid di laga final Copa del Rey.

Barcelona kini memasuki fase kelam. Sebelumnya, di perempat final Champions League, klub Nou Camp yang merebut perhatian dunia lewat gaya permainan “tiki-taka”nya, ditendang oleh Atletico Madrid pada leg kedua di Vicente Calderon.

Kini, dengan lepasnya dua trofi pada musim 2013-2014, Barca dihadang akan kehilangan trofi ketiga, La Liga. Situasi Barca di La Liga memang amat memerihkan. Kalah dari klub papan bawah Granada di akhir pekan lalu, Blaugrana melata di posisi tiga klasemen di bawah Atletico Madrid dan El Real.

Surat kabar terbitan Madrid, Spanyol, “MARCA,” dalam edisi “online English”nya, Kamis pagi, 17 April 2014, menyebut Barcelona sebagai klub “paria” yang terlunta-lunta menunggu ajal kematian prestasi.

“MARCA” juga mengejek Gerrardo Martino, sang pelatih, sebagai “pastor” tua yang memberi khotbah tanpa pernah mengutip bagaimana “tiki-taka” harus dimainkan, dan mabuk dengan ceracauan “Messi…Messi dan Messi.”

Dengan kekalahan dari Madrid di final Copa del Rey, Barcelona mencatat tiga kekalahan secara berturut-turut di tiga kompetisi berbeda. Tiga kekalahan itu diderita hanya dalam rentang waktu satu pekan.

Hasil buruk Barca dimulai saat mereka takluk dari Atletico Madrid di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions, Rabu, 09 April 2014, tengah pekan lalu. Hasil itu sekaligus membuat Blaugrana terdepak dari kompetisi tertinggi antarklub Eropa itu.

Tiga hari berselang, hasil negatif kembali dituai Barca. Lionel Messi dkk. menelan kekalahan kelimanya di La Liga setelah takluk di markas Granada..

Kekalahan dari Real Madrid di babak final Copa del Rey, Kamis dinihari WIB, melengkapi pekan buruk Barca. Blaugrana dipaksa menyerah satu banding dua oleh rival abadinya itu.

Ini adalah kali pertama Barca menelan tiga kekalahan secara berturut-turut dalam satu dekade terakahir. Kali terakhir Barca kalah tiga kali beruntun terjadi di bulan Januari 2003 saat mereka berturut-turut kalah dari Valencia, Celta Vigo, dan Atletico Madrid di La Liga.

Kekalahan-kekalahan itu juga membuat peluang untuk mewujudkan treble praktis sudah tertutup. Tim di bawah kepelatihan Gerardo Martino itu sudah kehilangan gelar di Liga Champions dan Copa del Rey.

Dengan demikian, La Liga kini menjadi satu-satunya peluang Barca untuk meraih gelar. Namun tugas Los Cules juga tak bisa dibilang mudah. Mereka yang duduk di posisi tiga tertinggal empat angka dari Atletico dengan lima laga tersisa.

Barcelona, usai kekalahan dari Madrid di final Copa del Rey, langsung memberitahu untuk bangkit.. Masih punya pertandingan yang dimainkan di La Liga, mereka ingin selalu menang di laga-laga sisa itu.

Satu-satunya peluang s Barca untuk menggengam trofi musim ini memang ada di ajang La Liga.
Dengan Liga Spanyol yang tinggal menyisakan lima laga, Barca pun wajib menang di semua laga sisa, termasuk saat berhadapan dengan Los Colchoneros nama sapaan Atletico Madrid di pertandingan penutup musim.

“Masih ada laga berikutnya yang akan datang di liga dan kami akan mencoba untuk memenangi semuanya, yang merupakan semua laga sisa yang harus kami mainkan di musim ini,” kata Martino di surat kabar “AS.”

“Kami harus berjuang dengan semua cara, dan kami harus berterimakasih untuk para suporter yang memberukan dukungan buat kami serta datang kemari. Kami harus terus melangkah dan bertarung untuk La Liga,” ujarnya.

Carlo Ancelotti, pelatih El Real mengatakan kekalahan dari Real Madrid memang menambah catatan buruk Barcelona musim ini. Tapi, ia menilai Barca masih merupakan tim yang berbahaya.

Meski Barca tengah menurun musim ini, Ancelotti menolak untuk mangatakan i era Barca sudah berakhir.

“Saya pikir ini bukan akhir dari era Barca. Jika Anda melihat bagaimana mereka bermain, mereka bagus dan mereka punya peluang. Khususnya saat mereka menyamakan kedudukan,” ujar Ancelotti seperti dikutip AS.

“Tim ini berbahaya dan meski setiap orang berkata ini adalah akhir dari era mereka, saya pikir tidak demikian,” katanya menambahkan.

Peluang Barca untuk memenangi gelar di musim ini tinggal tersisa di La Liga. Barca duduk di posisi tiga klasemen dengan 78 poin, tertinggal empat poin dari Atletico yang memimpin klasemen.

Komentar