Eksistensi Solksjaer di MU Terus Tuai Pujian

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 Februari 2019 | 09:48 WIB

Dibaca: 1 kali

Kehadiran Solksjaer sebagai pelatih sementara di Manchester United terus mendapat puja puji.

Kali ini pujian itu dating dari mantan pemain Manchester United Danny Higginbotham

Ia menilai Ole Gunnar Solskjaer punya sentuhan Midas.

Artinya, apa yang disentuh bisa menjadi emas.

Solskjaer dianggap berhasil memoles Man United jadi mengilap usai mengalami keterpurukan di bawah kendali Jose Mourinho yang akhirnya dipecat dari kursi manajer.

Man United mampu menembus posisi lima besar klasemen sementara Liga Primer Inggris setelah ditangani Solskjaer. Setan Merah kini hanya berjarak dua poin dari Chelsea yang berada di urutan keempat.

Man United juga terbukti sukses menumbangkan sejumlah klub besar sejak dipimpin Solskjaer. Tottenham Hotspur jadi korbannya di Liga Primer Inggris, sedangkan Arsenal di Piala FA.

Higginbotham pun memuji Solskjaer yang dianggap punya sentuhan Midas yang dalam mitologi Yunani punya kemampuan untuk mengubah emas dari semua hal yang disentuhnya.

“Anda harus memberikan penghargaan luar biasa kepada Ole Gunnar Solskjaer. Semua yang disentuhnya berubah menjadi emas,” kata Higginbotham seperti dikutip dari Sky Sports.

Higginbotham menambahkan, tak semua pelatih hebat memiliki sentuhan emas seperti yang dimiliki Solskjaer.

“Anda harus memberi penghargaan besar pada Solskjaer karena Man United sekarang bermain dengan kekuatannya,” ujarnya.

Sederet pemain bintang Man United yang semula melempem di bawah arahan Mourinho seperti Marcus Rashford dan Paul Pogba kini tampil gemilang di bawah Solskjaer.

Walauopun mendapat pujian, Solkjaer sendiri tetap tampil sederhana di Old Trafford.

Ia meminta para staf di klub tersebut tidak memanggilnya dengan sebutan ‘bos’.

Mantan penyerang Man United itu hanya ingin dipanggil dengan namanya saja seperti ketika ia baru bergabung dengan The Red Devils ketika didatangkan Sir Alex Ferguson dari Molde.

“Ini adalah tentang nilai dalam keluarga. Saling memperhatikan, mendukung, dan tahu satu sama lain. Kath [resepsionis di tempat latihan Man United] adalah orang yang pertama saya lihat saat saya datang ke sini. Kemudian saya bertemu staf yang sudah berada di sini sejak saya masih bermain.”

“Mereka memanggil saya ‘bos’. Saya katakan kepada mereka, ‘Berhenti melakukan itu. Nama saya Ole. Panggil saya Ole.’ Kami telah bekerja bersama dan saling mengetahui satu sama lain sudah sejak lama. Saya tidak ingin mereka memanggil saya bos,” kata Solskjaer dikutip dari ESPN.

Manajer yang membawa Man United tidak terkalahkan dalam 10 laga itu menegaskan keberadaan di kursi manajer tidak membuatnya lupa mengenai hubungan antarpribadi di dalam klub.

“Kami harus menjaga nilai inti di dalam klub sepak bola, hubungan antara pelatih dan pemain, dan hubungan antara semua yang berada di Carrington [tempat latihan Man United],” ucap Solskjaer.

“Itulah yang saya kerjakan. Seharusnya ada hubungan dengan semua orang. Antara akademi dan tim utama. Saya pastikan kami akan mengirim pesan ke akademi bahwa ada kemungkinan di sini. Kami akan bekerja bersama. Itu adalah dasar dibentuknya klub ini,” sambung sosok asal Norwegia itu.

Solskjaer dan Man United akan menghadapi jadwal padat menghadapi klub-klub ternama pada pekan depan. Setelah bertamu ke markas Fulham pada akhir pekan ini, Solskjaer dan anak asuhnya akan bertemu Paris Saint-Germain, Chelsea , dan Liverpool secara beruntun dalam tiga ajang berbeda yakni Liga Champions, Piala FA, dan Liga Inggris.

Pertandingan melawan PSG akan menjadi laga debut Solskjaer sebagai manajer dalam putaran final Liga Champions.

Sementara itu, gelandang Manchester United, Ander Herrera, tak absen  menguak kelebihan Ole Gunnar Solskjaer ketimbang pelatih lain sehingga dapat mengubah performa The Red Devils sepeninggal Jose Mourinho.

Man United belum terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir di berbagai ajang selama dipegang Solskjaer. Sebelum imbang dengan Burnley

Man United mencatatkan delapan kemenangan beruntun, termasuk pertandingan Liga Inggris dan Piala FA.

Seiring dengan kebangkitan Man United, pemain-pemain penghuni skuat Setan Merah juga menampilkan performa yang tampak lebih apik dibanding ketika masih berada di bawah kendali Mourinho.

Jesse Lingard, Paul Pogba, Anthony Martial, dan Marcus Rashford adalah empat pemain yang mendapat sorotan karena perubahan kinerja di atas lapangan.

Herrera menilai perubahan yang terjadi pada keempat rekannya tersebut tidak lepas dari keberadaan Solskjaer yang memiliki pendekatan lain ketimbang sosok pelatih lain.

“Ole memiliki kesesuaian dengan beberapa pemain yang berhasil tampil baik. Dia mendapatkan hasil terbaik ari Rashford, Paul, Anthony, Jesse. Itu tidak mudah,” kata Herrera dikutip dari ESPN.

“Saat Anda menjadi manajer, maka kita akan berbicara banyak mengenai taktik. Tapi hal paling sulit bagi manajer adalah memastikan para pemain menampilkan performa terbaik dan manajer ini membuktikannya. Kami telah melihat semuanya,” sambung pemain asal Spanyol tersebut.

Keberadaan Solskjaer di Man United juga membawa kabar baik bagi Herrera yang rutin mengisi satu posisi di lini tengah bersama Nemanja Matic dan Pogba.

Bahkan pemain yang didatangkan dari Athletic Bilbao pada 2014 itu juga mendapat tawaran sebagai kapten Man United selanjutnya.

“Saya telah diberi tahu berulang kali, ‘Kamu harus mengenakan ban kapten pada masa depan.’ Tetapi saya tak membutuhkannya. Saya tidak tergila-gila dengan itu,” ucapnya.

“Tentu saya berterima kasih kepada fan yang merasa saya bisa menjadi kapten atau pemimpin klub tapi saya sejujurnya tidak berpikir soal itu. Saya hanya bisa menjadi pemimpin di momen tertentu tapi saya tidak berpikir menjadi pemimpin di klub,” tutur Herrera.

Komentar