Dua Laga “Final” Global Milik Atletico

Penulis: Darmansyah

Jumat, 16 Mei 2014 | 15:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Hanya ada dua laga final global. Dua-duanya milik Spanyol. Dan dua-duanya milik Atletico Madrid.

Laga “final” pertama merupakan akhir dari kompetisi La Liga, dimana Atletico bertemu Barcelona di Nou Camp, Minggu, 18 Mei 2014, untuk menentukan juara “BBVA” musim ini setelah Real Madrid keluar dari “reli” balapan.

Sedangkan laga “final” kedua, masih milik Atletico, berlangsung di Estadio Da Luz, Portugal, mempertemukan derby “Espanola” di Champions League antara “El Real” dengan Atletico.

Bagi publik Spanyol kedua laga itu akan menorehkan sejarah baru. Bila Barca kalah dari Atletico, ini untuk pertamakalinya selama dua puluh tahun klub tetangga Real Madrid itu menyabet juara.

Dan laga final Champions League di Estadio Da Luz lebih hebat lagi. Bila Real Madrid yang menang ia akan mengukit “le decimal.” Juara untuk kesepuluh kalinya. Prestasi ini tidak akan pernah mampu terkejar oleh klub manapun di Europa untuk sebuah waktu yang panjang.

Terlepas dari laga Champions League, publik Nou Camp, “negara” Catalonia di tepian Laut Medeteriania itu, lebih mementing pertandingan antara Barca melawan Atletico. Laga ini amat penting bagi Barca, karena inilah satu-satunya sisa trofi bagi mereka di musim ini.

Barca di tending Madrid di Piala Raja, atau Copa del Rey. Bahkan, pahitnya, mereka juga disingkirkan di semifinal Champions League oleh Atletico.

Untuk menghadapi Atletico dalam partai paling “brutal” Minggu malam besok, Barcelona akan menjalani partai hidup mati di pekan terakhir La Liga. Fans Barca, kini, sedang menyusun mozaik untuk dipertontonkan sebagai dukungan sebelum laga bergulir.

Sebelum kick-off “final” La Liga Primera di Camp Nou, fans Barca akan menyusun seratus ribu ribu kartu berwarna khas Catalan yang akan membentuk tulisan “Som Barca” yang artinya “Kami Barca”.

Situs harian Sports menuliskan keseratus ribu kartu itu sekaligus diyakini untuk menandai laga itu bakal mencatatkan rekor penonton terbanyak musim ini.

Barcelona dan Atletico Madrid sudah bertemu sembilan kali dalam tiga musim terakhir, termasuk musim ini. Pertemuan selanjutnya jadi terasa lebih penting dari pertemuan-pertemuan sebelum ini.

Musim ini, Barca dan Atletico sudah lima kali bertemu dan hanya satu di antaranya pertemuan di La Liga. Hasilnya, empat laga berakhir dengan hasil imbang, sementara satu sisa laga lainnya dimenangi Atletico.

Barca sudah satu kali melukai Atletico musim ini ketika keduanya bertemu di final Piala Super Spanyol. Setelah bermain imbang di Vicente Calderon, kedua tim bermain imbangdi Camp Nou. Otomatis, Barca pun keluar sebagai juara.

Atletico kemudian membalas di perempatfinal Liga Champions. Setelah bermain imbang di Camp Nou, Atletico meraih kemenangan di Vicente Calderon. Los Colchoneros pun berhak melaju ke semifinal.

Sementara itu hampir seluruh media Spanyol dalam edisi Jumatnya, hari ini, 16 Mei 2014, menempatkan Diego Simeone sebagai sosok sentral pemberitaan mereka.

Mmereka menulis tentang peran pelatih asal Argentina itu yang mampu merusak dominasi Real Madrid dan Barcelona. Atletico juga berhasil memaksa perburuan tiket gelar juara bergulir hingga laga terakhir.

Bukan itu saja, Simeone juga membuka kans bagi Atletico untuk mencetak gelar juara di Liga Champions — akan berhadapan dengan Real Madrid di final pekan depan.

Jika sukses memberikan trofi juara itu, Simeone bakal membuat sejarahnya sendiri. Dia akan menjadi pelatih yang juga pemain yang sukses mengantarkan tim serupa jadi juara La Liga. Kilaunya sebagai pelatih juga makin cemerlang dengan berhasil membukukan dua titel juara dalam semusim sebagai pemain dan pelatih.

Ya, sembilan belas tahun lalu Simeone pernah Berjaya sebagai pemain di Atletico dan sukses mendapatkan dua gelar: La Liga dan Copa del Rey. Simeone juga jadi sosok penting dalam musim itu, dengan menjadi pencetak gol terbanyak kedua timnya..

Tapi Simeone tak jemawa. Dia tahu benar kerja Atletico musim ini belum benar-benar usai

“The Guardian” melaporkan Simeone punya satu cara jitu untuk mendekati pemain. Sebelumnya pelatih 44 tahun itu memuji para ibu yang sudah melahirkan pemain-pemainnya musim ini. Akhir pekan lalu dia memutar kembali video-video yang menayangkan rangkuman aktivitas para pemain sejak pramusim hingga sampai sejauh ini.

“Tak seorang pun akan percaya, tapi sekarang kami akan menghadapi laga terakhir musim ini dengan tiga poin lebih banyak. Dan tak seorang pun akan percaya kepada kami,” ucap Simeone.

sumber: marca, the guardian dan as

Komentar