Dua Kegembiraan van Gaal untuk MU

Penulis: Darmansyah

Minggu, 27 September 2015 | 12:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai memenangkan laga pada pekan ketujuh Liga Primer dari Sunderland dengan skor telak tiga gol tanpa balas di Old Trafford, Minggu dinihari WIB, 27 September 2015, Louis van Gaal, sang pelatih, menuai dua kegembiraan yang membuatnya sumringah.

Kegembiraan pertama berasal dari naiknya Manchester United ke puncak klasemen sementara dengan menggeser tetangganya Manchester City, yang beberapa jam sebelumnya dibantai Tottenhamp Hotspur empat gol berbanding satu, di White Hart Lane.

Kegembiraan lainnya, untuk pertama kalinya dalam karir kepelatihannya, van Gaal berhasil mengalahkan tim asuhan Dick Advocaat, “seniornya” sesame pelatih asal Belanda.

Dua kegembiraan tak bisa disembunyikan oleh van Gaal dan langsung dihamburkannya dalam pertemua dengan media di “press room” usai laga dan dimuat dalam rilis resmi MUTV.

Berhasilnya United menggeser klub tetangganya Manchester City, dengan selisih satu poin, akan menjadi tonggak persaingan kedua klub Kota Manchester itu menggapai predikat juara setelah Chelsea, Arsenal dan Liverpool terhenyak di papan tengah.

Kemenangan atas Sunderland dengan tambahan tiga poin juga menandai keberhasilan van Gaal mengeokkan klub asuhan Dick Advocaat, sang pelatih Sunderland.

Sepanjang karir kepelatihannya Louis van Gaal belum pernah mengalahkan klub asuhan rekannya sesama Belanda itu. Van Gaal dan Advocaat adalah dua pelatih Belanda yang sukses mengasuh banyak klub di liga-liga Europa.

Baik van Gaal dan Advocaat adalah mantan pemain nasional Belanda pada periode yang sama. Advocaat lebih seorang sosialita lebih dahulu menekuni karir kepelatihan di banding dan van Gaal, seorang disipliner, yang sukses di Barcelona dan Bayern Muenchen.

Delapan pertemuan sebelumnya, Van Gaal selalu gagal mengalahkan klub besutan Advocaat

Sepanjang kariernya sebagai pelatih, Van Gaal kerap kesulitan ketika melawan klub besutan Advocaat. Dalam sembilan pertemuan terakhir, Van Gaal hanya mencatatkan satu kemenangan atas Advocaat.

Dua pertemuan Van Gaal dengan Advocaat sebelum pertandingan itu juga berakhir seri. Ketika masih membesut PSV Eindhoven, Advocaat dua kali menahan Barcelona yang ditangani Van Gaal pada fase grup Liga Champions.

Dalam laga di Old Trafford, terutama di babak pertama, United menemui kesulitan membongkar pertahanan Sunderland. United baru berhasil unggul jelang turun minum ketika umpan jauh Daley Blind diterima Juan Mata yang masuk ke kotak penalti dan mengirim “by pass” matang yang dimaksimalkan Memphis Depay.

Di awal babak kedua Wayne Rooney membuat Sunderland kian tertinggal usai menyambar operan Anthony Martial dan Mata melengkapi kemenangan Man. United usai menaklukkan Costil Pantilimon

“Senang rasanya bisa berada di puncak klasemen. Ini pertama kalinya saya merasa gembira selama periode menjabat sebagai manajer,” ungkap Van Gaal, seperti dilansir BBC, 27 September 2015.

“Selalu sulit menghadapi tim yang hanya bertahan dan mengandalkan serangan balik. Anda harus waspada dan pertahanan kami sangat bagus,” lanjut manajer asal Belanda tersebut.

“Saya sangat gembira dengan gol pada tambahan waktu karena mereka menghukum diri sendiri. Mereka selalu membuang waktu dan wasit tidak bereaksi. Gol adalah pengaruh terbesar dalam pertandingan dan saya mengubah pola permainan pada babak pertama karena hal tersebut,” katanya sumringah.

“Tentu saja saat ini saya mengalami perasaan yang menyenangkan lantaran mengetahui bahwa kami memuncaki klasemen sementara.”

Meski menang dengan skor meyakinkan, Van Gaal mengakui bahwa United butuh kerja keras untuk memetik tiga angka dari laga ini.

“Laga ini menjadi laga yang sulit karena tim lawan hanya fokus pada bertahan dan berusaha mencuri gol lewat skema serangan balik.”

“Kami harus waspada hal itu namun saya menilai kami sukses menampilkan pertahanan yang sangat baik hari ini,” ucap Van Gaal yang pernah melatih Barcelona dan Bayern Munich ini.

Van Gaal pun tak lupa menyoroti hadirnya gol perdana di pengujung babak pertama sebagai salah satu titik balik United memenangkan pertandingan ini.

“Gol itu memberikan pengaruh besar dalam lanjutan pertandingan ini. Setelah gol itu, pertandingan menjadi lebih terbuka dan saya pun melakukan beberapa perubahan strategi pada saat jeda,” kata Van Gaal.

“Saya senang melihat proses gol pertama. Sunderland menerima akibat dari kebiasaan mereka mengulur-ulur waktu,” tutur pelatih asal Belanda ini melanjutkan.

Pelatih Sunderland Dick Advocaat pun mengakui bahwa gol perdana United memberikan pukulan telak bagi timnya.

“United bermain lebih baik dari kami namun sejatinya mereka tidak menciptakan banyak peluang di laga ini.”

“Sungguh mengecewakan kami kebobolan di pengujung babak pertama karena hal itu membuat situasi menjadi berbeda di babak kedua,” tutur Advocaat.

van Gaal mengaku bersimpati pada Dick Advocaat setelah Sunderland gagal meraih kemenangan dari enam pertandingan awal Liga Primer Inggris musim ini.

Kedua pelatih asal Belanda itu akan saling berhadap-hadapan saat The Red Devils menjamu Sunderland di Old Trafford,. United sedang memburu kemenangan keempat mereka secara beruntun, sementara sang rival ingin keluar dari dasar klasemen sementara.

“Saya bersimpati pada orang, bukan posisi. Dick Advocaat adalah teman bermain, jadi bukan hanya kolega, tapi seorang teman. Kami bermain bareng untuk Sparta Rotterdam, tapi kami sering melihat, bertemu, dan menelpon,” ujar van Gaal kepada MUTV.

“Ia adalah seseorang yang sangat baik dan sangat jujur, jadi saya sangat suka dia. Tapi, saya yakin, ia sedang kesulitan. Saya berharap Sunderland bisa menenangi setiap pertandingan, kecuali lawan Manchester United.

“Saya pikir ia sebaiknya lebih banyak bertahan, tapi Anda tidak pernah tahu. Saya pikir ia sebaiknya melakukan itu dan memainkan taktik serangan balik. Tapi, setiap pertandingan kandang untuk Manchester United harus menjadi tiga poin.”

Komentar