Didier Deschamp Puji Mental Pemainnya

Penulis: Darmansyah

Rabu, 11 Juli 2018 | 08:40 WIB

Dibaca: 1 kali

Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps memuji mental para pemainnya yang bisa mengalahkan Belgia  di babak semifinal Piala Dunia  di Stadion Saint Petersburg, Rabu  dini hari.

Dalam pertandingan tersebut Prancis kalah dalam penguasaan bola. Belgia memiliki enam puluh persen penguasaan, sementara Prancis hanya empat puluh persen. The Red Devils juga memiliki akurasi operan mencapai  Sembilan puluh  persen, sedangkan Prancis delapan puluh enam persen.

Kendati demikian, Les Bleus memiliki percobaan gol yang lebih baik dengan melepaskan sembilan belas tembakan dengan delapan di antaranya tepat sasaran, dan salah satunya berbuah gol Samuel Umtiti menit kelima puluh satu memanfaatkan tendangan penjuru Antoine Griezmann.

“Itu luar biasa. Saya sangat senang dengan para pemain, kami menunjukkan karakter dan mental yang bagus. Pertandingan itu sangat sulit bagi kami. Kami bekerja sangat keras,” ujar Deschamps dikutip dari Reuters.

Deschamps juga mengakui Les Bleus memiliki sedikit keuntungan dalam serangan balik. Pencapaian Prancis ke final disebut Deschamps sebagai jasa dari semua pihak.

Sementara dikutip dari situs resmi FIFA, Deschamps mengatakan mental timnya untuk bisa ke final seperti saat mendaki gunung. Ini merupakan final keempat Prancis di turnamen utama setelah final Piala Dunia 1998.

Hanya saja pada tiga final sebelumnya, di antaranya Piala Dunia 2006, Tim Ayam Jantan harus puas sebagai runner up.

“Kemajuan mereka sangat besar. Para pemain hari ini akan menjadi lebih kuat dalam waktu dua tahun dan dalam waktu empat tahun, tetapi hari ini mereka sudah kompetitif. Kami tidak melakukan segalanya dengan benar tetapi tentu saja ada perkembangan,” Deschamps menuturkan.

Sementara itu,  media Inggris “mirror,” mencatat beberapa fakta menarik kemenangan Perancis ini.

Salah satunya, Prancis menjadi negara yang paling banyak tampil di final Piala Dunia dalam dua dekade terakhir. Les Bleus akan memainkan laga ketiga mereka di final dalam enam edisi terakhir Piala Dunia.

Selain itu Antoine Griezmann menjadi pemain kedua yang paling banyak terlibat dalam mencetak gol di Piala Dunia

Penyerang Atletico Madrid itu turut andil dalam lima gol (tiga gol, dua assist) Prancis dan tertinggal satu gol dari Harry Kane yang telah terlibat dalam enam gol timnas Inggris.

Berikutnya untuk kali pertama sejak Piala Dunia, tiga pemain bertahan Prancis Bixente Lizarazu, Laurent Blanc, dan Lilian Thuram sukses mencetak gol. Kesuksesan ini diulangi Benjamin Pavard, Raphael Varane, dan Samuel Umtiti.

Olivier Giroud telah bermain lebih dari tujuh jam di Piala Dunia  tanpa menghasilkan satu tembakan tepat sasaran. Catatan yang kurang mengesankan dari sosok striker utama di Les Bleus.

Belgia hanya bermain di dua semifinal Piala Dunia dan seluruhnya berujung kekalahan. Sebelum kalah dari Prancis, Setan Merah juga menelan pil pahit dari Argentina

Didier Deschamps menjadi pelatih pertama dalam sejarah timnas Prancis yang mencapai final dari dua turnamen besar, yakni di Piala Eropa  dan Piala Dunia .

Blaise Matuidi berhasil memenangi enam tekel saat melawan Belgia. Pemain teakhir yang berhasil melakukan tekel lebih banyak  di Piala Dunia adalah Didier Deschams saat menghadapi Italia

Di pertandingan seketat semifinal Prancis vs Belgia, bukan suatu kejutan detail-detail kecil akan menentukan hasil pertandingan.

Seperti yang dikatakan pelatih Belgia Roberto Martinez usai laga di Stadion Saint Petersburg.

“Ini masalah detail kecil. Sayangnya bagi kami pembedanya adalah situasi bola mati. Pertandingan sangat ketat. Pertandingan seperti ini akan dimenangi oleh tim yang bisa mendapatkan sentuhan terakhir di kotak penalti atau sedikit keberuntungan di depan gawang,” ujar Martinez dikutip dari The Guardian.

Untuk tim yang melakukan penguasaan bola lebih banyak, Belgia jelas tampil mengecewakan.

Laga Prancis vs Belgia sejatinya mempertemukan dua tim yang memiliki lini serang yang luar biasa.

Antiklimaks itu terjadi karena keputusan Martinez yang menurunkan susunan pemain yang lebih bertahan. Untuk sebuah tim yang dihuni banyak talenta luar biasa di lini tengah dan depan, Belgia terlihat terlalu takut untuk menyerang dan mencetak gol.

Jika biasanya menggunakan formasi tiga empat tdua empat satu, Martinez justru menurunkan susunan pemain main yang lebih bertahan

Martinez terkesan takut dengan dua penyerang Prancis, Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann yang lebih banyak beroperasi di sayap. Khusus untuk Mbappe, Martinez terlihat memberi penjagaan ekstra untuk striker Paris Saint-Germain itu.

Dalam praktik di lapangan Belgia bermain dengan ketat

Sebenarnya Belgia terbilang sukses mematikan pergerakan Mbappe. Tapi, hasilnya serangan Belgia tidak tampak.

Belgia kehilangan fokus untuk mematikan Mbappe. Eden Hazard yang menjadi pemain Belgia paling hidup permainannya terus mendapat penjagaan ketat. Kevin De Bruyne juga tidak bermain lepas.

Sedangkan Chadli lebih sering membantu Toby Alderweireld di sisi kanan pertahanan Belgia.

Komentar