Derby Manchester di Etihad, Wouw..

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 Oktober 2014 | 15:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Derby “Bigmatch” antar “tetangga,” Manchester Merah dan Menchester Biru, akan terjadi di pekan kesepuluh Premier League ketika “Setan Merah” datang ke “rumah” Citizens di Etihad Stadium, Minggu, 02 November 2014.

Bagi City, laga sesame tim sekota itu akan dijadikan pembasuh “luka” setelah mereka dihajar West Ham United, di ujung pekan lalu. Sedangkan bagi United, begitu MU di sapa untuk membedakannya dengan City, merupakan pengejawantahan bahwa tak ada tim yang lebih hebat dari mereka di Machestger.

Laga ini, menurut Martin Keown, analis sepakbola di “Daily Mail,” memang sebuah pertaruhan di antara kedua tim. City yang selama puluhan tahun dianggap sebagai tim kasta kedua, kini telah bangkit dan menantang siapapun, termasuk tetangganya Manchester merah.
MU yang tahun lalu malata di papan tengah, sementara City keluar sebagai juara Liga Primer, kini mulai meraih konsistensi setelah sempat bagaikan “roller coaster” di laga awal musim.

MU berhasil melewati hadangan pertama dari serangkaian laga menyulitkan dengan hasil yang cukup memuaskan. Setelah menahan imbang Chelsea.

Meski Chelsea adalah pemuncak klasemen, laga dengan Manchester City di akhir pekan ini bisa dianggap sebagai ujian terberat MU. Apalagi MU akan menjalani laga tersebut sebagai tamu, di Etihad Stadium, Minggu malam waktu setempat.

“Jelas betapa pentingnya laga ini untuk suporter dan juga klub. Saya pikir saya tidak perlu diberi tahu soal itu dan pemainlain juga sudah menyadarinya. Saya sudah menyaksikannya beberapa tahun terakhir dan saya melihat betapa berartinya laga itu buat semua orang,” ungkap Luke Shaw di ESPNFC.

“Itu salah satu pertandingan terbesar di sepakbola setelah Piala Dunia dan final Liga Champions. Itu laga yang besar buat semua orang yang terlibat di dalamnya. Kami butuh untuk tampil hebat di hari Minggu,” lanjutnya.

Derby Manchester terbaik buat Shaw adalah yang dia saksikan di 2011 lalu saat ‘Setan Merah’ meraih kemenangan. Ketika itu Wayne Ronney membuat gol sensasional dengan tendangan salto.

Rooney sudah bisa bermain lagi di akhir pekan ini ketika datang ke Etihad. Kembalinya Rooney disebut Shaw akan sangat penting buat MU

“Itu dorongan besar buat kami bisa mendapatkannya kembali. Saya pikir dia juga antusias menyambutnya. Wayne benci saat dia harus duduk di pinggir lapangan. Gol di 2011 luar biasa dalam sebuah pertandingan sebesar itu. Itu sesuatu yang spesial,” tuntasnya.

Disamping hadirnya Rooney, MU juga sudah memiliki Marouane Fellaini dengan kemampuannya berduel secara fisik.

Mengingat lini tengah United hampir bisa dipastikan ditempati oleh Angel Di Maria, Juan Mata –atau Wayne Rooney jika dia sedang tidak cedera atau absen karena kartu merah–, dan Daley Blind sebagai gelandang bertahan yang juga bertugas membagi bola, maka tinggal ada satu slot lagi tersisa.

Dalam beberapa kesempatan musim ini, satu slot itu biasa ditempati oleh Ander Herrera. Menurut penilaian eks manajer United, Sir Alex Ferguson, Herrera adalah gelandang yang gesit dan lincah. Dia punya visi yang bagus dan operan yang ciamik. Di luar itu, meski badannya relatif kecil, dia juga tidak ragu beradu fisik untuk memperebutkan bola serta melakukan tekel.

Herrera dalam kondisi bugar jelang laga melawan Chelsea. Namun, pada akhirnya dia tidak dimainkan dan hanya duduk di bangku cadangan. Manajer United, Louis van Gaal, akhirnya lebih memilih memainkan Fellaini.

Pemilihan Fellaini ketimbang Herrera bisa dibilang masuk akal. Mengingat Chelsea bertumpu pada Cesc Fabregas dan Nemanja Matic sebagai poros lini tengah, Van Gaal bakal kesulitan jika memainkan formasi andalan United sejauh ini: 4-1-3-2 diamond. Untuk melawan Chelsea, Van Gaal memainkan formasi 4-4-1-1. Fellaini dimainkan di belakang penyerang tunggal, Robin van Persie, bersama dengan Juan Mata.

Tujuannya jelas, Van Gaal butuh orang untuk mengganggu dominasi Fabregas, tetapi juga bisa bertarung fisik dengan Matic. Di luar itu, Van Gaal juga membutuhkan orang yang bisa membantu lini pertahanan. Orang itu adalah Fellaini.

Dalam statistik sentuhan bola Fellaini yang dirilis oleh Opta, terlihat bahwa gelandang asal Belgia cukup rajin turun membantu pertahanan dan naik membantu serangan. Fellaini juga terlihat lebih sering naik dari sisi kiri dan jadi salah satu pemain United yang menunggu umpan silang di dalam kotak penalti Chelsea

Ada beberapa alasan mengapa Marouane Fellaini dimainkan pada laga melawan Chelsea akhir pekan lalu. Salah satu alasannya adalah Manchester United butuh pemain yang bisa berduel fisik.

Mengingat lini tengah United hampir bisa dipastikan ditempati oleh Angel Di Maria, Juan Mata –atau Wayne Rooney jika dia sedang tidak cedera atau absen karena kartu merah–, dan Daley Blind sebagai gelandang bertahan yang juga bertugas membagi bola, maka tinggal ada satu slot lagi tersisa.

Dalam beberapa kesempatan musim ini, satu slot itu biasa ditempati oleh Ander Herrera. Menurut penilaian eks manajer United, Sir Alex Ferguson, Herrera adalah gelandang yang gesit dan lincah. Dia punya visi yang bagus dan operan yang ciamik. Di luar itu, meski badannya relatif kecil, dia juga tidak ragu beradu fisik untuk memperebutkan bola serta melakukan tekel.

Herrera dalam kondisi bugar jelang laga melawan Chelsea. Namun, pada akhirnya dia tidak dimainkan dan hanya duduk di bangku cadangan. Manajer United, Louis van Gaal, akhirnya lebih memilih memainkan Fellaini.

Pemilihan Fellaini ketimbang Herrera bisa dibilang masuk akal. Mengingat Chelsea bertumpu pada Cesc Fabregas dan Nemanja Matic sebagai poros lini tengah, Van Gaal bakal kesulitan jika memainkan formasi andalan United sejauh ini: empat-satu-tiga-duadiamond. Untuk melawan Chelsea, Van Gaal memainkan formasi empat-empat-dua-satu-satu Fellaini dimainkan di belakang penyerang tunggal, Robin van Persie, bersama dengan Juan Mata.

Tujuannya jelas, Van Gaal butuh orang untuk mengganggu dominasi Fabregas, tetapi juga bisa bertarung fisik dengan Matic. Di luar itu, Van Gaal juga membutuhkan orang yang bisa membantu lini pertahanan. Orang itu adalah Fellaini.

Dalam statistik sentuhan bola Fellaini yang dirilis oleh Opta, terlihat bahwa gelandang asal Belgia cukup rajin turun membantu pertahanan dan naik membantu serangan. Fellaini juga terlihat lebih sering naik dari sisi kiri dan jadi salah satu pemain United yang menunggu umpan silang di dalam kotak penalti Chelsea

Komentar