“Derby London,” Laga Mou Versus Boas

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 28 September 2013 | 11:13 WIB

Dibaca: 4 kali

Pertandingan “London derby,” di White Hart Lane, Sabtu malam, 28 September 2013, bukan hanya pertandingan Chelsea melawan Tottenham Hotspur. Laga ini adalah “perkelahian” nyata dari konflik panjang “duo portugis” yang mencari jati diri di Premier League. Konflik Jose Mourinho versus Andre-Villas Boas atas peneguhan kehebatan mereka melakukan eksplorasi permainan masing-masing tim.

Villas Boas, yang sering disapa dengan “AVB,” sebelum menjadi pelatih di Premier League adalah pelatih Porto di Liga Portugal. Sedangkan Jose Mourinho merupakan inspirasi Sporting Lisbon ketika menjuarai Champions League. Keduanya datang ke Inggris dengan debut pertama melatih Chelsea.

Mourinho sempat berada tiga musim di London Biru untuk kemudian hengkang ke Inter Milan dan kemudiannya Real Madrid dan kembali lagi ke Chelsea. Sedangkan Villas Boas hanya bertahan selama enam bulan untuk kemudian didepak Roman Abramovic dan disabet Spur yang juga klub London.

Secara kesejarahan, Spur lebih superior dari Chelsea. Mereka merupakan klub dengan latar belakang elitis di Premier League. Sedangkan Chelsea hanya “hebat” ketika ditangani Mourinho setelah tertatih di liga dan hanya sempat tampil sebagai juara di Piala Liga.

Dengan latar belakang klub dan pelatihnya ini, laga White Hart Lane yang merupakan “derbi London” diprediksi bakal sengit karena mempertemukan dua pelatih muda berkualitas Jose Mourinho dengan Andre-Villas Boas.

Mourinho sedikit banyak mengenal karakter AVB. Pasalnya, Mourinho pernah menjadikan AVB sebagai asisten saat membesut Chelsea dan Inter Milan. Bek The Blues, David Luiz, berpendapat laga nanti bakal menjadi derbi yang hebat bagi kedua tim. Bukan saja semata-mata soal pertemuan Mourinho dan AVB.

“Pertandingan antara Chelsea dan Tottenham bukan hanya Mourinho dan Villas-Boas. Laga bakal menjadi derbi fantastis. Semua orang ingin menyaksikan pertandingan ini. Semua pemain ingin bermain, ingin tampil dalam laga ini,” jelas Luiz.

Chelsea cukup tangguh saat melawan Spurs jika mengacu lima pertemuan terakhir kedua tim. London Biru dua kali sukses mempermalukan Spurs di White Hart Lane. Sementara sisanya berakhir imbang.

“Tottenham adalah tim luar biasa dan selalu sulit melawan mereka. Sama halnya dengan musim ini,” tutur Luiz.
Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, mengaku tidak peduli dengan pernyataan Andre Villas-Boas terkait hubungan keduanya saat masih berkerja sama di Porto, Chelsea dan Inter Milan.

Andre Villas-Boas sehari sebelum laga mengatakan sudah tak memiliki hubungan baik dengan Jose Mourinho. Dirinya sudah tak memiliki hubungan personal yang bagus dengan Mou, yang notabene adalah mentornya dalam urusan kepelatihan..

“Saya tak akan menggambarkan hubungannya dengan AVB. Saya bukanlah anak-anak, yang membicarakan suatu hubungan. Saya tak membicarakan ini dengan media. Ini adalah urusan personal, dan saya tak peduli dengan apa yang dia katakan. Saya tak tertarik,” ujar Mourinho, seperti dilansir ESPN..

“Saya memiliki banyak asisten dalam karier saya. Saya selalu membuka buku untuk mereka dan dengan pelatih-pelatih di akademi. Apakah saya akan minum segelas wine bersamanya? Saat orang-orang mengundang, saya akan selalu datang. Saya tak pernah menolak. Tapi, tak ada yang bisa saya katakan lagi soal ini,” lanjutnya.

Mou juga mengomentari kualitas yang dimiliki oleh Spurs pada musim ini. Menurutnya, dengan kekuatan para pemain baru yang didatangkan pada musim panas lalu, Lilywhites telah menjadi salah satu kekuatan berbahaya di Premier League. Spurs kini menempati peringkat dua klasemen sementara, sedangkan Chelsea di peringkat empat.

“Skuad mereka sangat sangat bagus. Mungkin, sebelumnya, ada sedikit perbedaan di antara tim utama dan kedua. Tapi saat ini, mereka memiliki dua tim. Mereka adalah pesaing yang tangguh,”tutup pelatih yang meraih treble winner bersama Inter Milan pada musim 2009/10 tersebut.

Villas-Boas bekerja sebagai asisten Mourinho ketika Mourinho menangani ketiga klub tersebut dan kemudian berpisah pada awal 2009-2010. Villas-Boas mengungkapkan ia berpisah karena Mourinho tidak merasa membutuhkan asisten.

“Saya tidak akan menjelaskannya karena saya bukan anak kecil, membahas hubungan seperti itu. Saya tidak akan mendiskusikan hal ini dengan media. Ini adalah hal pribadi,” ungkap Mourinho seperti dilansir “Soccernet”

“Saya tidak peduli dengan apa yang dia katakan. Saya di sini tidak untuk menjelaskan hal itu. Saya tidak tertarik,” tambahnya.

Mourinho mengaku sepanjang kariernya telah memilik banyak asisten pelatih. Pelatih berusia 50 tahun itu pun menyebut selalu terbuka terhadap asisten maupun pelatih-pelatih akademi klubnya.

“Apakah saya akan datang untuk minum segelas wine dengannya? Ketika orang mengundang, saya selalu akan datang dan tidak pernah menolaknya. Tetapi, saya tidak perlu mengatakan apa-apa mengenai masalah ini,” kata Mourinho.

Komentar