Costa Menghitung Hari di Chelsea

Penulis: Darmansyah

Selasa, 1 Desember 2015 | 11:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Diego Costa, striker Chelsea, dipastikan sedang menghitung hari dikaitkan keberadaannya di Stamford Bridge, usai ia tidak dimainkan di White Hart Lane dan terlihat melempar rompi ke arah sang manajernya, Jose Mourinho, ketika mengetahui tidak akan turun ke lapangan.

Mourinho menyebut timnya menunjukkan performa terbaik musim ini, usai bermain imbang melawan Tottenham, namun fokus media pada pada Costa, yang tidak melakukan pemanasan sebelum laga bersama dengan anggota tim lainnya sebelum laga dan juga sesudahnya.

Sang striker malah jadi sosok pertama yang masuk keluar dari ruang ganti dan masuk bus tim.

Laporan yang diturunkan oleh The Express mengatakan bahwa sikap ini bakal mengancam masa depan Costa, yang sebelumnya disebut akan segera dijual karena produktivitas golnya jauh menurun musim ini.

Insiden ini muncul tak lama usai Costa sempat berdebat dengan sang manajer di laga Liga Champions melawan Maccabi Tel Aviv, di mana ia diminta untuk membaca permainan dengan lebih baik lagi.

Mourinho menyindir habis Diego Costa setelah Chelsea memainkan laga Liga Primer melawan Tottenham Hotspur.

Mourinho menilai sang penyerang harusnya bangga ketika dicadangkan dan tidak berlaku seperti anak-anak.

Costa dicadangkan dalam laga tersebut dan sempat diminta untuk pemanasan oleh Mourinho, tapi akhirnya tidak dimainkan.

Sang penyerang pun naik darah dan sempat melemparkan rompinya kepada Mourinho.

“Diego sangat diistimewakan karena ia adalah yang terakhir kali dicadangkan,” ungkap Mourinho.

“Semuanya sudah pernah dicadangkan lebih dulu: kapten John Terry, Branislav Ivanovic, Gary Cahill wakil kapten Inggris, Nemanja Matic; Cesc Fabregas, Pedro, Eden Hazard pemain terbaik musim lalu, dan Oscar.”

“Semuanya pernah dicadangkan dan Diego diistimewakan karena saya mempertahankannya di tim saat laga-laga sebelumnya.”

“Secara fisik ia baik-baik saja. Tidak ada masalah. Ia berlatih dengan baik setiap hari. Mood-nya positif. Ia selalu jadi pria positif dalam tim.”

“ Saya tak menginginkan ada pemain yang dicadangkan malah melompat-lompat dan bernyanyi karena ia tidak bermain, kecuali Anda adalah anak kecil yang mendapat kesempatan pergi ke bangku cadangan.”

“Ruben, Kenedy bahkan menganggap kalau dicadangkan adalah satu langkah menunju perkembangan mereka.”

“Namun bagi pemain top, mereka tidak senang. Sikapnya itu normal. Ia siap bermain ketika ia melakukan pemanasan.”

“Ketika saya memutuskan untuk tidak memainkannya, ia kembali ke bangku cadangan. Dan mungkin sekarang ia sedang makan sementara menunggu kami di bus,” tandas Mourinho.

Tidak ingin larut menjadi “makanan” media, Jose Mourinho mendinginkan kabar perseteruannya dengan Diego Costa

Diakuinya, percekcokan itu memang terjadi, namun sudah terselesaikan baik-baik saat keduanya berada di ruang ganti.

Striker dan manajer The Blues ini terlihat melakukan adu mulut hebat ketika memasuki terowongan ruang ganti saat turun minum.

Costa memang terlibat dalam momen penting di babak pertama, seperti saat ia memicu kartu merah Tal Ben Haim setelah eks bek Chelsea itu melakukan tekel keras kepadanya.

Mou sendiri mengaku tidak puas dengan performa Costa di babak pertama yang menurutnya minim pergerakan sehingga perdebatan saat turun minum tidak terelakkan.

“Saya ingin dia untuk melakukan beberapa pergerakan, yang tidak dia lakukan. Saya kecewa dan bereaksi. Ia juga melakukan hal sama [membalas reaksi saya],” kata Mourinho.

“Namun saat turun minum di ruang ganti, kami berdua sudah saling berpelukan. Sudah tidak ada masalah lagi,” jelasnya.

Komentar