Conte Mengalami Tekanan Berat di Chelsea

Penulis: Darmansyah

Selasa, 27 Februari 2018 | 08:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Kekalahan Chelsea dari Manchester United  di  Old Trafford pada lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu kemarin menyebabkan Antonio Conte linglung dalam menentukan strategi permainan Chelsea.

Sempat unggul lebih dulu melalui Willian, gawang Chelsea kemudian dua kali dibobol Manchester United melalui Romelu Lukaku dan Jesse Lingard. The Red Devils pun meraih kemenangan tipis  atas Chelsea.

Chelsea sebenarnya tampil cukup impresif, terutama di babak pertama. Sejumlah peluang didapat The Blues selain gol Willian.

Salah satunya tendangan Alvaro Morata yang mengenai mistar gawang di awal babak pertama.

Hingga sebelum Lingard mencetak gol kemenangan Manchester United pada menit ketujuh puluh lima, Chelsea sebenarnya terlihat memiliki peluang untuk meraih kemenangan.

Tapi, sebuah pergantian pemain yang dilakukan Conte dua menit sebelum gol Lingard merupakan awal mula kesalahan pelatih asal Italia itu.

Conte menarik keluar Eden Hazard dan memasukkan Pedro Rodriguez. Sebuah keputusan yang cukup mengejutkan, mengingat bukan Hazard yang tidak mampu nge-klik di lini depan Chelsea, melainkan Morata.

Morata terlihat gagal mengimbangi permainan Hazard dan Willian di babak kedua. Hazard pun terlihat sedikit kesal ketika meninggalkan lapangan.

Pemain asal Belgia itu tidak menatap wajah Conte ketika menepuk tangannya.

Usai pertandingan Conte mengklaim Hazard sudah kehabisan tenaga ketika digantikan Pedro.

Padahal, justru Hazard dan Willian yang justru mampu membuat Chelsea memiliki serangan berbahaya dan membuka ruang bagi rekan setimnya.

Conte semula diprediksi akan mengganti Morata dengan Pedro. Pasalnya trio Hazard, Willian, dan Pedro tampil luar biasa saat ditahan imbang Barcelona di Liga Champions.

Kecepatan ketiga pemain itu mampu merepotkan lini pertahanan Barcelona.

Conte sepertinya benar-benar sangat mempercayai Morata. Sayang, penyerang asal Spanyol itu gagal memberikan jawaban yang setimpal.

Kejutan kembali dilakukan Conte pada menit ke-78 setelah menarik keluar Victor Moses dan memasukkan Olivier Giroud.

Permainan Chelsea pun semakin terlihat tidak jelas dengan menaruh dua penyerang tengah di depan.

Chelsea tidak pantas mengalami kekalahan dari Manchester United. Setidaknya dari sisi statistik, The Blues lebih unggul daripada The Red Devils dan pantas setidaknya meraih hasil imbang.

Statistik Sky Sports mencatat Chelsea unggul atas Manchester United dari segi tembakan, shot on goal, penguasaan bola, hingga umpan yang terselesaikan

Chelsea tidak memiliki waktu lama untuk bangkit dari kekalahan. Setelah takluk dari Manchester United di Old Trafford, The Blues akan bertandang ke Stadion Etihad kandang Manchester City pada pekan depan .

Sang juara bertahan kini tertahan di peringkat kelima atau di luar zona Liga Champions dengan nilai lima puluh tiga.

Jika kembali kehilangan poin, maka Chelsea bisa semakin tertinggal dari Tottenham Hotspur yang unggul dua poin dan menempati peringkat keempat di klasemen sementara.

Dengan sepuluh laga tersisa, Antonio Conte menegaskan anak asuhnya harus fokus untuk mencapai target masuk Liga Champions.

“Kami harus siap konsentrasi dan memahami target ini dan ini adalah target yang penting bagi kami. Di liga ini, meraih tempat di zona Liga Champions bukan hal yang mudah,” terang Conte.

Untuk memenuhi target ke zona empat besar, Conte pun memberi masukan kepada salah satu pemain yang kini menjadi salah satu motor permainan The Blues, Eden Hazard.

Menurut pelatih asal Italia itu, Hazard masih dapat berkembang lebih baik lagi. “Performa Eden cukup baik. Dia mencetak angka. Dia bisa lebih banyak mencetak gol,” kata Conte.

“Dia memiliki kemungkinan untuk meningkat di levelnya, untuk bekerja sangat keras dengan atau tanpa bola, dan membantu rekan setimnya,” katanya menambahkan.

Menurut Conte perbincangan dengan pemain dapat meningkatkan mutu permainan dan dapat memberikan efek positif bagi psikologis pemain.

“Penting bagi pelatih untuk mencoba berbicara, meningkatkan kualitas pemain di lapangan selama sesi latihan, berkomunikasi dengan para pemain untuk mencapai tingkatan mereka yang selanjutnya.”

Akan tetapi, lebih penting lagi untuk menjadi diri sendiri. Anda mesti memiliki ambisi untuk mengerjakan suatu hal,” ucap Conte

Komentar