City Vs Chelsea, “Membunuh Atau Terbunuh”

Penulis: Darmansyah

Minggu, 24 Februari 2013 | 15:16 WIB

Dibaca: 0 kali

CITY  hanya punya satu slogan dalam pertandingannya Minggu malam nanti melawan Chelsea,”Membunuh atau Terbunuh.”  Semboyan itu merupakan jawaban Citizien untuk mendekatkan angka penuh untuk mendekatkan jaraknya dengan MU yang kini berkibar di puncak klasemen Premier League setelah mengalah QPR.

Lima belas poin yang harus diimpaskan Manchester City atas Manchester United bukan  angka kecil. “Lima belas angka itu adalah keunggulan di lima pertandingan. Apakah semudah membalikkan telapak tangan untuk mengalah MU di lima pertandingannya?” tulis  “BBC Sport,” mengingatkan retorika yang masih diumbar pelatih Citizien Roberto Mancini kepada media tentang peluang timnya.

Dengan jengkel “BBC Sport” menuliskan di laman medianya, “hentikan semua omong kosong Mu “Mancio.”  Waktu kian mendesak, sementara Premier League tinggal 12 laga. Ini partai hidup mati bagi City.
Beban berat bagi The Citizens mengingat kali ini harus menghadapi tim peringkat ketiga, Chelsea. Bagaimanapun, The Blues punya talenta lengkap yang bisa “membunuh” City di Stadion Etihad.
Kalau mau, Rafael Benitez bisa menurunkan Frank Lampard di lini tengahnya. Soal kebugaran, Frankie tak bermasalah setelah ia tak diturunkan dalam laga melawan Sparta Praha, Kamis (20/2/2013).
Benitez juga tak bakal meremehkan ketajamam Lampard. pria berusia 34 tahun itu merekam selalu mencetak gol dalam lima pertandingan terakhirnya, termasuk satu gol ketika Inggris menang atas Brasil dalam laga uji coba di Stadion Wembley, London pada 6 Februari lalu.
Namun, Benitez cerdik menyikapi laga pekan ke-26 itu. Kemungkinan, Lampard akan disimpan lebih dulu dan menurunkan barisan anak muda di lini tengah, seperti Eden Hazard, Ramires, dan Oscar, untuk menyokong Demba Ba yang diprediksi akan menjadi starternya.
Skema terbaik Benitez itu sedikit banyak harus dihadapi dan dipecahkan City dalam laga yang akan berlangsung Minggu (24/2/2013), dengan kickoff berlangsung pada pukul 20.30 WIB.
“Pertandingan ini krusial bagi kami dan terlebih penampilan kami buruk saat laga liga terakhir,” cetus bek sayap The Citizens, Gael Clichy. “Kami ingin kembali ke Premier League dengan respons yang lebih baik dan tentu, juga hasil yang lebih bagus bagi para fans dan kami sendiri.”
Yang dimaksudkan adalah pertandingan pada 9 Februari lalu, kala City ditikam tuam rumah Southampton 1-3. Berikutnya, Manchester Biru memang menggelontor Leeds United dengan empat gol tanpa balas di ajang Piala Liga Inggris, namun hasil itu belum mencerminkan permainan City yang sebenarnya. Maklum saja, The Whites hanya berstatus sebagai tim papan tengah Championship yang kastanya setingkat di bawah Premier League.
Namun, kemenangan itu pasti bermakna positif, apalagi dengan euforia lolosnya raksasa London barat dari hadangan Sparta Praha di 32 besar Liga Europa.
Ditambah lagi, Manajer Roberto Mancini punya bekal tersendiri menghadapi The Blues. Chelsea selalu kalah dari City dalam tiga lawatannya di Stadion Etihad.
Itulah salah satu bekal bagus City dan Mancini, selain gelaran skuad lengkapnya. Ini memang saat yang tepat di mana Manchester Biru diharuskan meraih kemenangan, demi menjaga peluangnya mempertahankan gelar kampiun Premier League. Kalah berarti MU siap berpesta sebelum liga berakhir dan bisa jadi itu terjadi pada 8 April nanti, kala City menyambangi Stadion Old Trafford. Sangat ironis kalau di Theatre of Dream itu City mengalami mimpi buruk hilangnya trofi kampiun liganya.

Komentar