City Sepuluh Tahun Dibelakang MU

Penulis: Darmansyah

Kamis, 5 Januari 2017 | 08:02 WIB

Dibaca: 0 kali

Pep Guardiola, pelatih Manchester City, secara jujur mengakui bahwa “the citizen” tertinggal sepuluh tahun dari rekan satu kotanya Manchester United dari semua lini.

Pengakuan Guradiola ini dikemukakan menuyusul memanasnya kembali persaingannya dengan tim rival satu kota, Manchester United

Memang, selama lima tahun terakhir ada kemajuan yang dialami City.

Bahkan,  kebangkitan ManCity mampu membuat tim tetangga mereka dipaksa bersaing dengan ketat.

Meski demikian, manajer The Citizens Pep Guardiola mengakui klub yang ditanganinya saat ini masih kalah dari ManUtd dalam hal kiprah mereka di kompetisi Eropa, utamanya di Liga Champions.

Guardiola bahkan menyebut ManCity masih berada sepuluh tahun di belakang ManUtd untuk urusan prestasi kompetisi domestik maupun internasional.

Ia meminta agar The Citizens bisa tampil lebih konsisten di persaingan papan atas Liga Champions jika ingin mendekati jarak rival sekotanya itu.

“Kami tidak memiliki sejarah dengan jersey ini, seperti Barcelona, Juventus, Bayern Munich, atau Manchester United. Bukan gelar mereka,” ucap Guardiola seperti dikutip Goal.

“Ini tentang kiprah di kompetisi Eropa dan lebih dari satu dekade berada di Liga Champions setiap tahunnya.”

Menurutnya, konsistensi ManCity untuk tetap berada di Liga Champions lebih penting ketimbang hanya meraih satu gelar juara.

“Kami harus bisa meyakinkan orang-orang tentang klub ini bahwa kami sangat bagus. Mereka bagus, fan juga sangat bagus,” tutur Guardiola.

“Mereka  harus percaya bahwa mereka bagus, klub sangat bagus, pemain juga bagus.”

ManCity sudah tampil di Liga Champions selama enam kali beruntun, meski belum satu pun mampu meraih juara.

Pernyataan Pep Guardiola tentang rivalitasnya dengan MU diungkapkan  dalam suasana hati yang enak ketika menghadapi awak media usai Manchester City mengalahkan Burnley di Stadion Etihad pada lanjutan Liga Primer Inggris

Guardiola menjalani dua wawancara wajib dengan BBC Sport dan Sky Sports usai pertandingan.

Dan di kedua wawancara tersebut Guardiola menjawab pertanyaan dengan seadanya.

Guardiola sepertinya tidak senang dengan pemberitaan mengenai dirinya di sejumlah media Inggris dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah ManCity dikalahkan Liverpool pada malam tahun baru.

Dalam wawancara dengan Damian Johnson dari BBC Sport, Guardiola menganggap Johnson lebih layak mengomentari kartu merah yang didapat Fernandinho.

“Kamu jurnalisnya, bukan saya. Tanya wasit, jangan saya. Saya harus mengerti peraturan di Inggris. Saya tahu kamu spesialis, tapi saya harus mengerti,” ujar Guardiola.

Ketika ditanya Johnson kalau dirinya terlihat tidak senang dengan kemenangan atas Burnley, Guardiola secara sarkasme mengatakan, “Lebih dari yang Anda percayai. Saya sangat senang, percaya saya.”

Menjawab pertanyaan terakhir Johnson soal peluang ManCity menjadi juara Liga Primer Inggris, Guardiola menjawabnya dengan lebih pedas.

“Kemarin media bilang tidak. Lalu kenapa hari ini harus bilang kami dalam perebutan gelar juara?” ucap Guardiola.

Dalam wawancara dengan Sky Sports, Guardiola juga terlihat ogah-ogahan dalam menjawab.

“Anda jurnalisnya, Anda bisa melihat dan menjelaskan hasil pertandingan,” ujar Guardiola ketika ditanya soal jalannya pertandingan.

Guardiola juga terlihat kesal ketika ditanya apakah dirinya membuat kesalahan dengan baru memasukkan Sergio Aguero dan David Silva di awal babak kedua.

“Tentu, saya membuat kesalahan besar, kamu benar. Ya, saya memperbaikinya, karena saya cerdas,” ucap Guardiola

Lantas bagaimana tanggapan Mourinho mengenai pernyataan Guardiola ini.

Mourinho tak mau ambil pusing menanggapinya, dan tak ambil pusing pula pencapaian rekor tak terkalahkan dalam tiga belas pertandingan beruntun bersama Setan Merah.

Ia mengaku lebih fokus mendulang poin demi menjaga asa juara Liga Inggris musim ini.

Kemenangan atas West Ham United,  menjadikan MU sebagai tim tak terkalahkan dalam tiga belas pertandingan beruntun di semua kompetisi.

Ini merupakan pencapaian terbaik Setan Merah sejak Maret tiga belas tahun silam ketika masih dilatih Alex Ferguson.

Raihan tiga poin di Stadion Olimpiade London, kemarin, pun tercatat sebagai kemenangan keenam beruntun MU di ajang Liga Primer.

Kendati demikian, Mourinho tak mau jemawa dengan sejumlah catatan rekor yang diraihnya sejauh ini. Ia mengaku lebih fokus mengejar ketinggalan angka dari para pesaingnya di Liga Primer.

Pasalnya, United kini masih bertengger di peringkat keenam klasemen dan terpaut 10 poin dari Chelsea yang berada di puncak klasemen.

“Kami tidak mengejar rekor, kami hanya mengejar penampilan terbaik dan poin. Kami tahu bahwa Chelsea atau Tottenham akan kehilangan poin, jadi kami harus terus mengejar,” kata Mourinho seperti dikutip Sky Sports.

“Sebelumnya, kami juga tampil sangat bagus tapi gagal meraih poin. Kini, enam kemenangan beruntun dan raihan delapan belas poin, itu hasil persis dengan apa yang kami butuhkan,” sambungnya.

Selanjutnya United akan menjamu Reading dalam lanjutan Liga Primer di Old Trafford, Sabtu mendatang.

Komentar