City Gagal Potong Angka Dekati MU

Penulis: Darmansyah

Rabu, 30 Januari 2013 | 14:20 WIB

Dibaca: 0 kali

* Balotelli Tes Media Di Milan

“CITIZIEN galau,” tulis “The Telegraph” dengan nada mengejek usai  membawa pulang satu angka dari “Loftus Road,”  setelah bermain kacamata, 0-0,  dalam lanjutan pertandingan Premier League melawan Queens Par Ranger (QPR). Satu angka dari “Loftus” membuat Roberto “Mancio” Mancini muram karena tekadnya untuk memangkas selisih angka dengan MU tak seluruhnya berhasil.

MU masih bertengger  di puncak klasemen liga dengan 58 angka, unggul empat angka dari City, dan akan menjami Southampton, Rabu malam di Old Trafford, yang diyakini oleh para pengamat akan mengembalikan selisih tujuh angka dari klub satu kotanya itu.

Kegalauan City, seperti tulis “Telegraph,” tidak sepenuhnya berasal dari hasil seri di laga melawan QPR, tapi juga dipicu oleh hantaman berita kepindahan Balotelli ke Milan. Kasus Balotelli sejak lama sudah menjadikan Mancini mendua. Satu sisi ingin mempertahankan kontraknya dengan City sedangkan dipihak lain, ada desakan untuk melepasnya guna memangkas kontroversial  yangt diakibatkan oleh ulah “eksentrik”nya yang keterlaluan.

Balotelli yang didatangkan Mancini dari Inter tidak hanya membuat gaduh di lapangan, tapi juga membuat heboh di luar lapangan. Ia beberapa kali menjadi duri dalam tim karena mendapat kartu merah. Ia juga membuat berita dengan kasus percintaan dan anak diluar nikah yang tidak diakuinya dengan pesohor wanita. Bahka bulan lalu dalam sebuah latihan ia terlibat perkelahian dengan Mancini karena gaya “sliding” yang mencelakakan rekan satu tim.

“Perkelahian” antara Balotelli dengan Mancini itu di eksploitir habis-habisan oleh media dengan memajang foto “epsisode” foto yang memperlihat keduanya saling mencekik. Walau pun Mancini membantah adanya perkelahian dengan “anak” bandel  itu, para supertor “Citizien” kadung percaya dengan kasus itu sehingga, pekan lalu, mobil Balotelli dikencingi.

Mancini, sebenarnya, enggan melepas Balotelli karena gaya permainannya yang eksplosif ketika mengancam gawang lawan. Ia juga beberapa kali menjadi penyelamat City dari kekalahan oleh gol-gol indahnya. Ia juga terkenal sebagai pemain yang banyak memberi “assist” bagi terciptanya gol kemenangan bagi timnya.

Mancini, dengan jujur, usai melepas Balotelli ke AC Milan, mengatakan, “kalau dia serius ia akan menjadi pemain hebat. Saya kira Milan akan mengajarkan kepada tentang eleganitas permainan. Kalau ia bekerja lebih keras lagi, ia akan menjadi salah satu pemain terbaik di Eropa.”

Balotelli, besok, akan menjalani tes medis. Kalau ia lolos dari tes medis Balotelli akan memulai karirnya di Milan dalam 4, 5 musim, sesuai dengan draft kontrak yang sudah disepakati agennya dengan klub Italia itu. Balotelli didatangkan dari Internazionale Milan bersamaan dengan kontrak kepelatihan Mancini. Di Inter Balotelli juga menjadi anak didik Mancini dan disanjung karena perannya yang cemerlang mengantarkan klub meraih Piala Champions ketika masih dilatih Jose Mourinho.

Balotelli yang tidak dimainkan Mancini ketika City bertandang ke Loftus Road, prihatin dengan hasil yang diperoleh oleh klubnya. Hasil seri bagi City, menurut Balotelli, amat menyedihkan karena bisa mengembalikan jarak tujuh angka dengan MU bila The Red Devils itu membungkan Southampton. Selisih tujuh angka angka akan  memperlambat langkah perburuan gelar bagi City untuk kembali menjuara Premier League musim ini.

Mancini sebelum bertanding ke Loftus telah mengumbar optimisme untuk mendekatkan jarak perolehan angka di klasemen dari MU. QPR adalah klub papan tengah yang secara kualitas berada di bawah City.  Tapi, Selasa malam kemarin, QPR melayani nama besar City menutup celah gol walau pun menurut “Eurosport” klub Etihad itu menguasai  69 persen permainan dan menciptakan empat peluang emas dari 17 usaha pendobrakan yang mereka lakukan.

City hampir saja membawa pulang pepesan kosong dari Loftus ketika di “injuri time,” menit 90+2, Adel Taarabt mengecoh Joleon Lesott  dengan “keeping area” dan melakukan “passing”  terarah yang diselamatkan dengan berjibaku oleh Joe Hart. Mancini sudah menutup mukanya dengan kedua telapak tangan dan Redknaap, pelatih QPR melonjak. Tapi gol tidak terjadi. City terhindar dari “kecelakaan.”

Komentar