Manchester City Belajar dari Watford

Penulis: Darmansyah

Senin, 27 Januari 2014 | 11:07 WIB

Dibaca: 0 kali

“The Citizien,” klub tetangga United, mendekatkan diri untuk meraihkan “empat” gelar di musim ini setelah di perempat final Piala FA menjungkalkan Watford di Etihad Stadium, dua hari lalu, dengan skor empat-dua.

Di tempat terpisah, Chelsea juga menghajar Stoke City dengan gol tunggal Oscar. Kemenangan Citizien dan The Blues ini akan mempertemukan kedua tim dalam laga babak kelima, yang menurut prediksi para pengamat akan berlangsung sangat keras.

Tentang laga itu, Jose Mourinho, pelatih Chelsea, mengatakan, “Itu sangat bagus. Prioritas utama kami untuk musim ini adalah untuk berkembang dan salah satu cara terbaik untuk melakukan itu adalah menjalani ujian yang berat.”

“Kami akan bermain melawan tim terbaik sebanyak dua kali dalam 15 hari, di stadion terbaik, di stadion di mana mereka menang setiap pekannya, mengalahkan semua lawan, mencetak empat, lima gol setiap pertandingan, bahkan melawan tim besar seperti Arsenal, Tottenham, dan United.”

“Ini adalah hal bagus bagi kami. Saya berpendapat kami telah bermain sangat baik. Jadi, ini sangat bagus. Jika kalah, kami kalah melawan tim terbaik. Jika kami tidak kalah, maka hal itu akan sangat luar biasa,” tambahnya.

Mourinho pun mengaku tidak memiliki tekanan untuk bertandang ke Etihad. “Kami siap menuju ke sana dan menikmati pertandingan. Kami tidak akan rugi, mereka mempunyai segalanya untuk mengalahkan kami, mereka adalah tim yang dibuat untuk menang,” kata Mourinho.

Manchester “Biru Langit” itu telah menggenggam final Piala Liga, sedang mengejar Arsenal dengan selisih satu poin di Premier League dan memasuki tahap laga “sudden death” menghadapi Barcelona di Champions League.

“The Mirror,” surat kabar London mengingat, City tampil sangat impresif di musim ini setelah kedatangan Manule Pellegrini, pelatih asal Chile yang di kontrak Etihad dari MalagaFC.

Dalam laga dengan Watford, Manchester City mengakhiri kemenangan dari laga yang tidak mudah. Watford sempat mengjhajar klub kaya raya itu dengan dua gol untuk kemudian dibalikkan City menjadi empat-dua.

“ City memang meraih kemenangan atas Watford di ajang Piala FA dan melaju ke babak berikutnya. Tapi, melihat cara mereka menang, City mendapatkan pelajaran berharga dari laga tersebut,” tulis “Mirror.”

Watford sempat membuat seisi Etihad Stadium tersentak ketika mereka dijamu City di babak keempat Piala FA, Sabtu (25/1/2014). The Hornets sukses mengacak-acak pertahanan City, yang biasanya tampil superior di kandangnya sendiri.

Watford a dua kali membobol gawang Costel Pantilimon lewat Fernando Forestieri dan Troy Deeney.

Saat jeda, manajer City Manuel Pellegrini harus melakukan banyak pembenahan, termasuk mengganti dua orang pemain. Pria asal Chile itu juga punya lebih dari 10 hal untuk ditekankan kepada timnya.

Apa yang dilakukan Pellegrini membuahkan hasil pada babak kedua. City tampil jauh lebih baik. Bukan cuma menyamakan skor, The Citizens mampu membalikkan keadaan dan menang 4-2 berkat hat-trick Sergio Aguero dan satu gol Aleksandar Kolarov.

“Ini adalah pelajaran yang sangat bagus untuk skuat secara keseluruhan,” ujar Pellegrini di “Mirror”.

“Saya sangat marah karena saya tahu apa yang akan terjadi dalam pertandingan seperti ini kalau Anda bermain seperti yang kami lakukan (di babak pertama). Semua orang tahu itu, di kompetisi domestik di setiap negara, tim-tim dari divisi lebih rendah punya motivasi lebih besar daripada tim-tim besar,” tambahnya.

“Di babak pertama, kami tak memberi 100 persen dan itu mustahil di sepakbola hari ini. Tapi, di babak kedua, ketika kami menginginkannya, kami bisa melakukannya dan itu sangat penting,” kata Pellegrini.

“Kalau saya bisa mengganti sebelas pemain, saya akan melakukannya. Itu mustahil dan saya cuma bisa mengganti dua pemain. Tapi, kami mengubah karakter tim dan itu juga penting,” tuturnya.

“Ini juga menunjukkan bahwa tim ini punya keyakinan yang cukup untuk percaya dengan apa yang bisa mereka perbuat kalau mereka bermain dengan cara seperti yang seharusnya. Dalam sepakbola, ada perbedaan yang sangat tipis antara menang dan kalah,” ujar Pellegrini.

“Reaksi dari tim menunjukkan bahwa kami punya banyak hal yang bisa kami lakukan untuk memenangi sebuah pertandingan. Pengalaman ini akan terjadi setiap tahun di pertandingan-pertandingan kompetisi domestik karena biasanya para pemain menganggap itu tak akan terlalu sulit.

Tapi, hal paling penting adalah cara mereka bereaksi dan itu memberi saya cara lain dari tim ini untuk bisa menang,” beber dia.

City sudah ditunggu lawan berat di babak 16 besar Piala FA. Mereka akan menjamu Chelsea di Etihad, pertengahan Februari mendatang.

Komentar