“Citizien” Bantai West Ham di Semi Final Piala Liga

Penulis: Darmansyah

Rabu, 22 Januari 2014 | 10:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester City sudah memastikan satu tiket ke final Piala Liga, setelah Rabu, 22 Januari 2014, dinihari WIB, di Boleyn Ground, membantai West Ham tiga gol tanpa balas sehingga memberikan agregat sembilan gol bagi klub Emirates itu. Di final, yang akan dimainkan di Wembley Stadion 02 Maret 2014,” City masih menunggu hasil laga antara Manchester United melawan Sunderland.

Bagi City, MU atau Sunderland, menurut Manuel Pellegrini, sang pelatih, tidak ada masalah. Dengan konsistensi permainan “The Citizien” apakah United atau Sundeland sama saja. Kedua tim baru akan memainkan laga leg kedua di Old Trafford, Kamis dinihari WIB, dengan keunggulan 2-1 secara agregat untuk Sunderland.

“Itu sama saja untuk kami.Saya pikir kedua tim akan sulit. Kita akan lihat besok siapa yang akan kami hadapi, tapi bagi saya itu sama saja,” ujar Pellegrini di situs resmi klub.

Hal senada juga diungkapkan oleh Joleon Lescott. Siapa pun lawan di final, City bertekad untuk jadi juara. “Tidak ada pertandingan mudah, jika United lolos, kami tahu itu akan jadi laga yang sulit, tapi kami di sini dan itulah hal yang utama,” sahut Lescott.

“Final di Wembley sangat spesial. Jelas itu yang kami perjuangkan, untuk memenangi trofi dan terus berlangsung untuk waktu yang lama. Kami sudah ada di kompetisi ini dalam tiga atau empat tahun terakhir dan semoga itu terus berlanjut,” katanya menambahkan.

City pada laga leg kedua ini tampil penuh determinasi meski secara posisi mereka sangat aman karena di pertandingan leg pertama sudah unggul enam gol tanpa balas..

“Itu penampilan yang sangat profesional. Mudah untuk berpikir kalau pertandingannya sudah tuntas dengan skor enam gol di leg pertama, tapi penting buat kami untuk maju ke final dengan memenangi semua pertandingan,” sahut Pellegrini seperti dikutip dari BBC.

Ini adalah kali keempat City lolos ke final Piala Liga Inggris. Mereka terakhir kali lolos pada tahun 1976, ketika mereka menjadi juara usai mengalahkan Newcastle United.

Upaya West Ham untuk mengejar agregat gol terasa sulit pada awal laga. Pasalnya, pertandingan baru berjalan tiga menit, The Citizens sudah membuka keunggulan melalui sundulan Alvaro Negredo.

Memasuki menit ke-24, pasukan Manuel Pellegrini kembali membuat publik Boleyn Ground terdiam. Kali ini, sebuah aksi individu Sergio Aguero yang dilanjutkan sepakan kaki kiri menghunjam pojok gawang The Hammers.

West Ham berusaha bangkit pada babak kedua. Manajer Sam Allardyce memasukkan Carlton Cole dan Stewart Downing untuk menggantikan tempat Andy Carroll dan Joe Cole.

Akan tetapi, City justru bisa memperbesar skor menjadi 3-0 pada menit ke-59. Negredo berhasil kembali mencatatkan nama di papan skor setelah tembakan kaki kirinya menaklukkan kiper West Ham, Jussi Jaaskelainen. Skor akhir bertahan 3-0 untuk kemenangan City.

Sementara itu, Sunderland, walau pun telah unggul 2-1 di leg pertama, banyak pengamat yang tetap menjagokan Manchester United dan Manchester City untuk bertemu di final Piala Liga Inggris.
Namun begitu, Sunderland bertekad untuk menggagalkan skenario itu dengan menghentikan MU.

MU masih harus menaklukkan Sunderland untuk lolos ke final. ‘Setan Merah’ takluk saat memainkan laga leg pertama semifinal di Stadium of Lights dua pekan lalu.

Dengan adanya dua tim dari kota Manchester di babak semifinal, tak sedikit yang menjagokan kedua tim itu untuk bertemu di babak final. Tapi Sunderland yang sudah punya keunggulan agregat atas MU bertekad untuk lolos ke final sekaligus menggagalkan skenario itu.

“Tentu kami harus bermain dengan sangat baik. Kami harus berada di posisi yang tepat, kami harus kuat secara mental,” ujar manajer Sunderland, Gus Poyet seperti dikutip Soccerway.

“Khususnya karena cara yang harus kami mainkan dan di mana kami harus bermain. Saya punya firasat banyak orang berpikir bahwa finalnya adalah antara Manchester United dan Manchester City. Kami ingin mencoba dan tak membiarkan itu terjadi, kami harus memastikan kami ada di sana.”

“Anda tidak lolos ke semifinal setiap tahun. Kadang bahkan tidak dalam 10 tahun. Kami harus lolos dan mencoba untuk memastikan kami menyelesaikan tugas dan menempatkan diri kami di final,” lugasnya.

Komentar