Chelsea Vs Liverpool 2-2, Benitez Disambut Antusias

Penulis: Darmansyah

Senin, 22 April 2013 | 12:22 WIB

Dibaca: 2 kali

Kenangan indah di Anfield  menggumamkan emosi Rafael Benitez, Minggu malam, yang  menyimentilkan perasaannya untuk kembali ke kenangan tiga tahun lalu, ketika selama enam musim ia menegakkan kembali kejayaan Liverpool  di pelataran Premier League dan Champions League.

Benitez sepertinya larut  dengan kehebohan Anfield yang magis itu ketika publik “Si Merah” menyambut kepulangannya  kembali, untuk pertama kalinya, bersama Chelsea. “Rafa Benitez pantas menerima sambutan hebat karena buah kerjanya yang luar biasa yang pernah dilakukan di sini,” tutur Rodgers mantan pemain dan pelatih di Anfield.

Laga Liverpool melawan Chelsea yangt berakhir dengan skor 2-2 itu,  tidak seluruhnya menyenangkan bagi Benitez. Kasus Suarez membuatnya gusar seusai pertandingan. Suarez mencederai “pulang”nya Rafa bersama Chelsea setelah ia terlihat di kamera mengiggit telingan pemain Liverpool, Ivanovic.

Suarez memang mengakui aksi “vandalisme” itu dan meminta maaf kepada Ivanovic. Tapi, FA, PSSI-nya Inggris tidak akan menghentikan kasus ini dengan hanya lewat permintaan maaf Suarez.

Benitez sempat membesut Steven Gerrard dan kawan-kawan selama enam musim dalam rentang 2004-2010. Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut sukses mempersembahkan trofi Liga Champions pada akhir musim pertamanya, plus gelar kampiun Piala FA, Community Shield, dan Piala Super Eropa pada musim-musim setelahnya.

“Mereka masih menyanyikan nama Kenny Daglish.. Dia merupakan legenda di klub ini baik sebagai pemain maupun pelatih. Mereka bernyanyi untuk para pemain. Dan, saya yakin Rafa Benitez akan menerima sambutan hebat di sini,” ujar Rodgers.

Pelatih berpaspor Irlandia Utara itu ditunjuk membesut Si Merah sejak musim panas 2012. Pelatih yang diboyong dari Swansea City tersebut diharapkan membawa Liverpool lolos ke Liga Champions, mengingat Steven Gerrard dan kawan-kawan tak pernah lagi mencicipi persaingan kompetisi elite Eropa tersebut sejak 2009.

Rafael Benitez, mengaku emosional saat kembali ke Anfield untuk kali pertama sebagai lawan Liverpool. “Saya akan melakukan yang terbaik bagi tim saya dan itu berarti Chelsea. Saya profesional dan itu yang harus saya lakukan,” kata Benitez kepada Daily Mail.

Tidak hanya mengembalikan kenangannya ke decade lalu. Hingga saat ini Benitez tak bisa meninggalkan Liverpool seutuhnya.  Istri dan anak-anaknya masih bermukim di dekat Wirral kota kecil di pinggiran Liverpool.

“Saya tak bisa melupakan saat-saat yang telah saya habiskan di sana, serta perasaan, atmosfer, kesuksesan, hubungan dengan para fans dan kotanya —itu rumah saya—, tetapi saya akan coba memenangi pertandingan. Itu yang harus saya lakukan,” tegas Benitez.

Benitez pernah  pernah menyumbangkan 96.000 pounds atau setara sekitar Rp 1,4 miliar untuk Kelompok Pendukung Keluarga Korban Hillsborough, saat ia meninggalkan Anfield, tiga tahun lalu. Bahkan, istrinya, Montse, tetap aktif terlibat dalam kegiatan amal reguler untuk membantu keluarga-keluarga korban tragedi itu.

“Pertandingan yang dimainkan dalam laga Liverpool melawan Chelsea Minggu malam  sangat emosional, tetapi saya harus berkonsentrasi. Itu tak bakal mudah saat Anda melihat begitu banyak teman di sekitar Anda, namun aku akan mencoba berkonsentrasi untuk pertandingan,” tandas Benitez.

“Para pemain harus yakin saya dapat mengatasi situasi ini dan membantu mereka saat diperlukan. Normalnya, saya tak terlalu emosional tetapi sekarang saya beranjak tua ketika saat-saat itu kadang tiba,” sambungnya.

Dengan tersisa lima pertandingan, Liverpool masih terkunci di peringkat ketujuh dengan merangkum 50 angka, terpaut sepuluh poin dari Arsenal di peringkat keempat yang merupakan tiket terakhir Premier League untuk tampil di Liga Champions.

Untuk pertandingan yang diakhiri dengan angka 2-2 itu Benitez mengatakan sangat puas. Kami terlebih dahulu menggebrak gawang Liverpool lewat Oscar Dan saya  sangat terkesan dengan tampilan de Miguel, atau nama lain untuk Fernando Torres.

Benitez dan Torres plus tim pelatih lainnya menangguk buah manis kerja keras mereka. “Kami mencoba membenahi pergerakannya dan mengembalikan kepercayaan diri yang hilang saat dirinya tak mencetak gol. Sekarang, ia lebih cepat dan lebih kuat, di mana ia juga lebih percaya diri mencetak gol,” tukas eks pelatih Valencia itu.

“Kami membenahi setiap aspek permainannya, bukan hanya kondisi fisik. Kami memperbaiki hal-hal kcil dan Anda bisa lihat sendiri hasil perbaikannya,” ujar Benitez.

Masih dari Benitez, apa yang dialami Torres saat ini lebih mudah ketimbang dulu saat ia baru mendarat di Liverpool dari Atletico Madrid. “Karena para bek tengah sudah lebih mengetahui (karakteristik permainan) dirinya dan terbiasa bermain dengannya,” katanya.

“Tetapi, ia telah kembali ke levelnya dan kontribusinya terhadap tim lebih besar dalam setiap pertandingan. Jadi, tak masalah buat saya apa yang akan terjadi dengannya saat saya meninggalkan Chelsea. Fernando adalah pemain profesional yang bagus dan sekarang ia mengerti apa yang harus dilakukannya,” pungkas Benitez

 

 

 

Komentar