Chelsea Takut Kalah dari Bradford di Piala FA

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 24 Januari 2015 | 17:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Chlesea akan memainkan laga lanjutan Piala FA di Stamford Bridge, Minggu dinihari WIB nanti, 24 Januari 2015, melawan klub kasta rendah Bradford City, dan tidak akan mengulang kesalahan Manchester City ketika bertanding melawan Cambridge yang kesulitan memecah kebuntuan strategi parkir bus

Jose Mourinho berharap Chelsea kepada pemainnya meminta agar tidak mengalami kekalahan memalukan, meski Chelsea dihadapkan jadwal yang ketat dalam satu pekan ke depan.

Mourinho memastikan akan tetap menurunkan tim terbaiknya saat melawan Bradford.

Usai melawan Bradford, Chelsea akan menghadapi Liverpool pada leg kedua semifinal Piala Liga, Selasa malam WIB, dan akan berhadapan dengan Manchester City pada pertandingan Liga Primer, Sabtu, 03 Januari 2015.

Bradford City adalah klub divisi tiga Liga Inggris atau League One yang saat ini menduduki peringkat sebelas klasemen sementara.

“Untuk membantu perjuangan di Liga Primer, maka lebih baik kami kalah dari Bradford dan Liverpool, dan hanya bermain Liga Primer hingga akhir musim,” ujar Mourinho seperti dilansir “Daily Mail.”

“Tapi, itu bukan DNA Chelsea. Pelatih lain mungkin akan senang jika kalah di Piala FA atau Piala Liga, tapi saya akan katakan, ‘Memalukan jika kami kalah’,” sambungnya.

Mourinho memastikan sejumlah pemain penting Chelsea, seperti John Terry, Thibaut Courtois, dan Diego Costa, akan kembali menjadi starter. Andre Schuerrle dan Mohamed Salah juga akan diberikan kesempatan.

Sementara itu manajer klub Bradford City, Phil Parkinson, dengan sedikit menyindir mengatakan, bahwa taktik parkir bus Jose Mourinho tidak seharusnya dicerca, namun dipuji.

Pernyataan Parkinson ini ditujukan agar Mourinho tidak menjadikan alasan bahwa timnya terhalang oleh parkir bus yang mungkin dipakai Bradford dalam meredam serangan Chelsea.

Manajer Chelsea tersebut memang kerap membuat kesal lawan dengan bertahan secara ketat di depan gawang.
Namun, Parkinson yang akan membawa timnya bertandang ke Stadion Stamford Bridge di Piala FA berkata bahwa ia menghormati pendekatan yang dilakukan oleh pelatih Portugal tersebut.

“Setiap manajer mengaguminya dan alasan Mourinho sering mendapatkan kemenangan adalah karena ia menyiapkan tim untuk menang di kandang lawan,” kata Parkinson sebagaimana dikutip dari The Times.

“Ia tidak pernah peduli bagaimana timnya akan terlihat, atau pujian atau cacian seperti apa yang akan ia terima. Ia hanya ingin melakukan pekerjaannya.”

“Manajemen adalah soal hal-hal tersebut.”

Parkinson juga memuji cara Mourinho membangun etos kerja tim, meski kesebelasan asal London memiliki talenta berlimpah.

“Pada permainan modern seperti ini, Anda tidak bisa memiliki pemain yang berleha-leha jika mereka ingin menjadi yang terbaik.

“Etika kerja adalah hal terpenting, dan hal tersebut yang ditanamkan Mourinho kepada tim.”

Bradford dan Chelsea sendiri terpaut 49 peringkat dengan Bradford yang kini berada di peringkat keenam divisi dua Liga Inggris, Ligue One.

Namun, ia tahu hal-hal apa yang diperlukan untuk mengalahkan tim besar dalam kompetisi berformat turnamen.

Mereka pernah bermain di final Piala Liga dengan menundukkan Wigan Athletic, Arsenal, dan Aston Villa. Tak ayal, Parkinson pun ingin agar timnya mengeluarkan semangat yang sama di Stamford Bridge.

“Kami tidak hanya akan bertahan sepanjang pertandingan. Kami juga harus memastikan bahwa kami mendapatkan kesempatan untuk menyerang mereka.”

“Kami pernah bermain melawan tim dari divisi yang lebih tinggi sebelumnya dan kami pernah membuat mereka kesulitan.”

Komentar