Chelsea “Sendirian” di Puncak Liga Primer

Penulis: Darmansyah

Minggu, 14 September 2014 | 11:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Chelsea makin mengencangkan perburuan trofi Liga setelah berlari sendirian di puncak klasemen, hingga pekan ke lima Premier League, dengan meninggalkan rival utamanya Liverpool yang terjungkal dari Aston Villa, Manchester City yang bermain imbang dengan Arsenal serta Manchester United yang masih mencari posisi untuk bisa memenangkan laga melawan QPR.

Dengan hasil sempurna di empat laga yang telah dimainkannya, Chelsea berada sendirian dengan dua belas angka di puncak klasemen sementara dan hanya bisa didekati klub papan tengah Aston Villa dan Swansea masing-masing sepuluh dan sembilan poin.

Klub elit seperti Arsenal, City dan Liverpool masih berkutat di papan tengah dan kepayahan menghadapi kerasnya perlawanan klub semenjaya.

Chelsea sudah berada di treknya, terutama dengan makin tajamnya Diego Costa yang selalu tampil luar biasa dengan mengemas tujuh gol dalam empat laga.

Kala berhadapan dengan Swansea, Minggu malam WIB, 14 September 2014, Costa membukukan trigol atas Swansea.

Kehebatan Costa ini menuai komentar dari Manajer Chelsea Jose Mourinho. Mourinho gembira, dan bahkan kaget, kendatipun ia juga tak mau ada ekspektasi dan tuntutan yang terlampau besar untuk Costa.

“Jika tim bermain baik ia mesti bikin gol-gol. Tujuh gol dalam empat pertandingan mungkin sudah terlalu banyak–kita tak bisa mengharapkannya sudah bikin 14 gol setelah delapan pertandingan,” kata Mourinho di situs resmi Chelsea.

“Itu mengejutkan saya karena ini tak normal–Anda tak bisa mengulanginya secara rutin,” lanjutnya.
“Kami terlalu nyaman pada babak pertama, tidak menciptakan situasi yang sangat berbahaya bagi lawan.

Pada babak kedua, kami mulai menekan (Swansea) dengan sangat baik, tidak memberi mereka waktu untuk bersantai, mulai menciptakan peluang dan bermain lebih menyerang, Kami bisa mencetak lima atau enam gol,” ujar Mourinho.

Sepanjang laga, menurut ESPN, Chelsea membukukan penguasaan bola lima puluh enam persen dan melepaskan sembilan tembakan titis dari dua puluh sembilan usaha. Semetara Swansea melepaskan dua tembakan akurat dari sebelasusaha.

Dengan tiga gol itu, Costa menjadi pencetak gol terbanyak sementara dengan tujuh gol dalam empat pertandingan. Tujuh gol itu merupakan hasil empat belas kali percobaan.

“Diego Costa adalah salah satu penyerang terbaik yang kami miliki saat ini. Ini adalah tim yang bermain menyerang, yang menciptakan banyak peluang, yang menciptakan banyak ruang bagi penyerang. Gol kedua adalah buah pergerakan kolektif yang fantastis dan Cesc Fabregas menciptakan assist yang luar biasa,” tambah Mourinho.

Sejak kembali menangani Chelsea pada musim lalu untuk periode kedua, Mourinho mengaku sudah meracik sebuah tim yang butuh seorang penyerang dengan gaya tertentu.

Hal itu tampaknya belum mampu dipenuhi oleh Fernando Torres, Demba Ba, dan Samuel Eto’o musim, sampai akhirnya musim panas ini datanglah Costa dan penyerang Prancis Loic Remy yang mencetak gol keempat Chelsea dalam debutnya lawan Swansea.

“Ia Costa nyaman di tim. Saya pikir kini semura orang tahu Chelsea sudah bertindak tepat dengan menunggu dirinya. Jika ia bisa terus bikin sejumlah gol, sejumlah itu akan memberi kami poin, dan poin membantu tim untuk berada di papan atas klasemen,” beber Mourinho.

Dengan tujuh gol yang sudah dikemasnya, Diego Costa, kini, benar-benar menancapkan kukunya di Premier League. Tujuh gol sudah dicetaknya di empat laga pertama, mengantarnya ke sebuah rekor.

Bahkan sejak mencetak gol di partai pertama musim ini kontra Burnley, performanya terus menanjak. Di pekan kedua satu gol disumbangkan ke gawang Leicester City, kemudian dua gol di markas Everton, dan terakhir mencetak hat-trick di Stamford Bridge, kala Chelsea menang atas Swansea City/

Total tujuh gol yang ditorehkan Costa dalam empat pertandingan pertama Premier League tersebut merupakan rekor baru, sebagaimana dicatat Infostrada. Dia juga jadi pemain kedua yang mencetak gol di masing-masing empat laga awal liga setelah pemain Coventry City Mick Quinn pada 1992.

Sebagai perbandingan, Fernando Torres yang saat ini dipinjamkan Chelsea ke AC Milan, butuh 43 pertandingan untuk mencetak tujuh gol bersama The Blues.

Sementara itu, hat-trick Costa ke gawang Swansea merupakan yang kedua sepanjang karier profesionalnya, seperti dicatat MisterChip. Sebelumnya dia mencatat hat-trick pada April 2011 bersama Atletico.

Hat-trick tersebut sekaligus membawanya jadi pemain Spanyol keempat dalam daftar pencetak tiga gol di satu pertandingan dalam ajang Premier League, setelah Torres, Jordi Gomez, dan Santi Cazorla.

Komentar