Chelsea Korban Basel di St Yacob-Park

Penulis: Darmansyah

Rabu, 27 November 2013 | 09:22 WIB

Dibaca: 0 kali

“Satu gol cukup,” ujar Murat Yakin, sedikit pongah, usai mendatangi Jose Mourinho di area pelatih, menyalaminya, dan tersenyum ketus karena menepati janjinya menjadikan Chelsea sebagai “korban” di St Yacob-Park, Rabu, 27 November 2013, dinihari WIB .

Murat Yakin, pelatih FC Basel, klub divisi utama Swiss, yang penuh sensasi selama dua musim terakhir Champions League, seperti “ekstase” dengan menengadah ke langit, dan kemudiannya mengarahkan ujung jarinya ke Muhamad Salah, yang sedang bersujud mensyukuri golnya tunggalnya, untuk kemudian bergumam dalam doa.

Ya, Murat Yakin, pelatih asal Turki, yang membuat Basel menjadi tim “hantu” di Champions League, malam itu menaklukkan raksasa Premier League, Chelsea dengan skor 1-0.

Murat Yakin mengakui begitu indahnya malam itu, dan semakin indah karena Jose Mourinho bergerak ke arahnya, menyalami dan membisikkan sebuah kalimat pendek,”Anda telah memenangkan laga ini, thank…”

Mohammed Salah, pemain asal Afrika, itulah yang membuat Chelsea bertekuk lutut dua kali adalam satu musim atas Basel. Golnya di penghujung pertandingan, tak mampu dibendung oleh Petr Cech. Kemenangan yang menghidupkan kembali peluang klub berjuluk “Bebbi” tersebut untuk lolos ke putaran berikutnya.

“Untuk meraih kemenangan dua kali melawan Chelsea adalah sesuatu yang bersejarah. Tapi kami sekarang telah bertemu empat kali melawan mereka dan karenanya itu tidak memesona,” ucap Yakin, seperti dilansir Goal, Rabu, 27 November 2013.

“Saya sangat senang dengan penampilan tim dan bagi semua pendukung yang menyaksikan di stadion. Tapi yang lebih bahagia adalah ketika Mourinho mengucapkan selamat kepada saya sebanyak dua kali, itu sesuatu yang indah,” kesannya.

Pelatih berusia tiga puluh sembilan tahun itu juga membocorkan penampilan timnya yang bermain konsisten sepanjang laga menghadapi jawara Europa League musim lalu itu. “Kami berjuang di setiap menit. Di babak kedua kami mampu mengontrol permainan. Butuh beberapa upaya tetapi pada akhirnya kami berhasil keluar sebagai pemenang,” tegasnya.

Walau pun menelan kekalahan “The Blues” tetap lolos ke fase “knock out” karena selisih empat poin dari Basel di posisi dua, dan masih memainkan satu laga sisa di Grup E.

Kemenangan ini bagi Basel membuka kemungkinan lolos ke babak berikutnya. Kini Basel bertengger di posisi kedua dengan koleksi delapan poin. Dan akan menghadapi Schalke 04 pada pekan berikutnya.

Chelsea sendiri akan menghadapi Steua Bucharest dan apapun hasilnya tak akan berpengaruh bagi klub Stamford Bridge untuk melenggang ke 16 Besar. Minimal The Blues menjadi runner up grup E.

Sebelum laga di St Yacob-Park, Murat Yakin, berharap bisa meloloskan klubnya ke fase gugur Liga Champions musim ini. Yakin percaya timnya mampu melibas Chelsea.

Saat itu, Basel berada di urutan ketiga Grup E dengan lima poin. Sementara Chelsea duduk di posisi puncak dengan mengemas sembilan poin dari empat pertandingan.

“Kami bersiap dan tak sabar melawan Chelsea. Kami ingin terus bermain di Liga Champions setelah musim dingin. Kami juga ingin meraih kemenangan kandang perdana di kompetisi ini,” ucap Yakin ketika itu.

“Kami butuh melakukan segala kemungkinan untuk kemudian bersiap menghadapi FC Schalke. Tetapi, pertama-tama kami ingin memberikan fans permainan yang bagus dan kemenangan perdana di kandang,” ujars Yakin.

Manajer Chelsea, Jose Mourinho, sebelum timnya dikalahkan, menilai FC Basel dalam tekanan jelang berhadapan dengan Chelsea. “Basel merupakan klub yang bagus. Pada pertemuan pertama di London, mereka bermain lebih bagus ketimbang kami. Kami kalah. Kini kami lebih baik dan kalah lagi,” jelas Mourinho dilansir UEFA.com.

Komentar