Chelsea Konsisten di Trek Liga

Penulis: Darmansyah

Kamis, 2 Januari 2014 | 09:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Oscar, gelandang Chelsea, mendapat kartu kuning dari wasit usai melakukan “diving” di kotak penalti Southampton. Laga kedua tim. Rabu, 01 Januari 2014, malam WIB, di St Mary’s Stdaium dimenangkan 3-0 oleh Chelsea.

Chelsea memenangkan laga tandangnya di St. Maryi’s Stadium, Rabu, 01 Januari 2014, malam WIB, dengan mengalahkan Southampton secara telah 3-0, dan dibayangi sebuah kontroversi dari aksi “diving” Oscar yang menyebabkannya karti kunig untuk gelandang serang “The Blues” itu.

Laga yang awalnya tidak mudah bagi Chelsea itu sempat membuat Jose Moueinho melakukan rotasi pemain di babak kedua untuk mengatasi kebuntuan dengan memasukkan Oscar dan Willian.

Pergantian ini terbukti efektif. Dan Oscar langsung memberikan dampak dengan mengkreasi gol pertama yang dibuat oleh Torres. Ia juga membuat assist untuk gol Willian, sebelum akhirnya mencatatkan namanya sendiri di papan skor.

Dengan hasil ini, posisi The Blues di klasemen Premier League tidak mengalami perubahan, tetap menduduki posisi tiga klasemen di belakang Arsenal dan Manchester City.

Tentang aksi “diving” Oscar, Mourinho menilainya dengan jujur, sembari mengatakan, pemainnya itu layak mendapatkan kartu kuning. Oscar tampak terjatuh di kotak penalti akibat antisipasi kiper “Soton,” Kevin Davies. Namun, wasit Martin Atkinson menilai tak ada pelanggaran dan malah memberikan kartu kuning kepada Oscar.

“Saat itu, saya berpikir itu penalti. Namun, saya berada lima puluh meter dari lokasi kejadian, dan sekarang saya memahami keputusan wasit. Menurut saya, Oscar menunggu kiper menabraknya, menyentuhnya, dan setelah itu, dengan tidak adanya kemungkinan untuk mencetak gol, ia mengharapkan mendapatkan penalti. Itu keputusan yang bagus dari wasit,” ujar Mou.

Oscar menerima kuning wasit setelah dinilai melakukan diving dalam kemenangan Chelsea atas Southampton. Walau menyebut Oscar bukan tipikal “pemain kotor”, Jose Mourinho menilai keputusan wasit sudah tepat.

“Itu adalah sebuah keputusan bagus dari wasit Martin Atkinson, itu harus lebih sering terjadi di negeri ini. Hal semacam itu terjadi setiap pekannya dan kartu kuning mesti diberikan. Tapi tidak dalam kasus Oscar, ia biasanya pemain yang bersih,” komentarnya.

“Kami bermain dengan baik dan berhasil bertahan dengan baik di kotak penalti. Kami berjuang, bergerak, dan bertahan dengan segala yang kami punya. Ketika kami mendapatkan bola.”

“Kami selalu berbahaya dan pada babak kedua, menurut saya, Willian dan Oscar memberi kami intensitas yang berbeda dan kecepatan dan setelah itu, permainan menjadi terbuka dan cukup mudah bagi kami,” ujar Mou tentang penampilan timnya.

Menanggapi kabar akan hengkangnya, Juan Mata dan Michael Essien dari Chelsea, Mourinho menegaskan tekadnya untuk mempertahankan anak-anak asuhnya itu.

Mata dan Essien memang tak lagi jadi pemain inti di Stamford Bridge. Keduanya terbilang jarang jadi starter sepanjang musim, kalah bersaing dengan Oscar dan Ramires.

Untuk urusan ini Mata, masih lebih ‘beruntung’ daripada Essien. Dari 20 pekan Liga Inggris yang berlalu, pemain asal Spanyol itu bermain 13 kali dengan 11 laga di antaranya sebagai starter. Namun catatan ini jelas menurun jika dibandingkan musim lalu, di mana total ia bermain 35 kali sepanjang kompetisi dan hanya empat kali memulai dari bangku cadangan.

Sementara Essien baru dua kali dijadikan starter, dengan total hanya empat kali bermain sepanjang separuh musim ini. Pada laga malam tadi ia turun sebagai pemain pengganti dan masuk di menit ke-85 untuk Eden Hazard.

Maka tak mengherankan jika kabar menyebutkan kedua pemain tersebut mulai tak betah. Khusus untuk Mata, pada laga kontra Southampton, Rabu (1/1/2014) malam WIB tadi ia terlihat kesal ketika ditarik keluar dan digantikan oleh Oscar. Pemain 25 tahun itu langsung menuju bangku cadangan tanpa menyalami sang manajer, juga menunjukkan gerak-gerik penuh kekesalan ketika tiba di bench.

Soal Mata, Mourinho mengaku ingin mempertahankannya. Manajer asal Portugal itu juga mengatakan siap melakukan pembicaraan dengan para pemain, jika ada yang merasa tak puas dengan kebijakannya.

“Saya ingin mempertahankannya. Saya tidak ingin dia pergi. Itulah pendapat saya, harapan saya, tapi pintu kantor saya selalu terbuka,” katanya kepada Sky Sports.

“Pintu klub juga selalu terbuka ketika seorang pemain ingin berbcara kepada kami, kami menanti mereka. Jika Anda bertanya apakah Anda ingin klub menjualnya? Saya tidak ingin,” tegas pria 50 tahun itu.

Hal yang sama pun berlaku untuk Essien. Terkait minimnya jumlah laga yang dijalani gelandang berpaspor Ghana itu, Mourinho menegaskan semua pemain harus berjuang meraih tempatnya.

“Saya tidak menawarkan siapapun jaminan waktu bermain, tidak Michael dan tidak siapapun. Saya mengerti bahwa para pemain memikirkan soal tim nasional, Piala Dunia, dan bermain reguler. Tapi para pemain saya harus memikirkan tim sebelum memikirkan para pemain sendiri. Michael sangat tahu itu,” demikian Mourinho.

Komentar