Chelsea Klub Paling Dibenci di Liga Primer

Penulis: Darmansyah

Kamis, 30 April 2015 | 10:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Chelsea, kini, menjadi klub paling dibenci di Premier League, dan dijadikan musuh bersama oleh media di Inggris akibat memainkan sepakbola negatif ketika menghadapi Arsenal di Emirates, akhir pekan lalu, yang berkesudahan dengan hasil imbang tanpa gol.

Kebencian terhadap Chlesea itu makin menjadi-jadi usai Jose Mourinho, sang pelatih, menyepelekan sepakbola menyerang dan berkomentar tentang arti penting mempertahan diri dari kekalahan.

Chelsea dalam laga-laga terakhirnya, sebelum mengalahkan Leicester City, Kamis dinihari WIB, 30 April 2015, dengan skor tiga gol berbanding sati di Stamford Bridge, menerapkan cara bertahan klasik di setiap laganya melawan klub elitis Liga Primer.

The Blues memang sedang mempersiapkan pesta juara ketika di ujung pekan ini menjamu Crystal Palace di Stamford Bridge. Bila Chelsea bisa bermain imbang saja, maka klub milik pengusaha kaya Rusia itu langsung menyabet trofi.

Kala memang melawan Manchester United dua pekan sebelumnya, Chelsea ogah-ogahan memainkan sepakbola menyerang dan bertahan laiknya “parkir dua bis” dan membiarkan United menguasai bola.

Chelsea sendiri kini berada di ambang juara dan hanya butuh satu kemenangan dari tiga laga sisa yang masih mereka mainkan hingga berakhirnya kompetisi.

“Chelsea sudah i menjadi musuh bersama sepakbola Inggris,”tulis Daily Mail, Kamis, 30 April 2015 setelah memuat pernyataan bek Chelsea Kurt Zouma yang berdalih orang-orang yang menyebut timnya membosankan, hanya iri terhadap kesuksesan The Blues.

Permainan pasukan Jose Mourinho dikritik habis saat bermain imbang tanpa gol melawan Arsenal di Emirates Stadium, akhir pekan lalu. Saat itu, pendukung tuan rumah kompak melakukan chant “boring, boring Chelsea” sepanjang laga.

Tambahan satu poin di Emirates membuat Chelsea hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk menjadi juara Premier League.

Zouma pun tidak bisa membantah timnya hanya mementingkan poin demi gelar juara yang hampir digenggaman.

“Fans lain hanya iri karena tim mereka tidak berada di puncak klasemen, dan mereka ingin di atas. Itu normal. Semua orang ingin mengalahkan kami, jadi kami harus berkonsentrasi dan fokus. Hal terpenting adalah kami terus melaju dan meraih poin,” ucap Zouma kepada Sky Sports, Kamis, 30 April 2015.

“Saya tidak menyukai anggapan kami membosankan, tapi fans lain boleh bicara apa yang mereka inginkan.
Kami hanya memainkan gaya permainan kami. Saya pikir kami bermain sama, tapi lebih bertahan karena kami tahu semua orang ingin mengalahkan kami. Kami hanya fokus terhadap poin,” lanjutnya.

Cemoohan Chelsea memainkan sepakbola yang membosankan juga tidak dipedulikan Jose Mourinho. Dia menyebut The Blues tampil fantastis musim ini dan banyak tim yang ingin seperti mereka.

“Itu sesuatu yang fenomenal apa yang dilakukan tim ini. Menjadi pemuncak klasemen sejak hari pertama liga tidaklah mudah.”

“ Hari ini kami bermain menghadapi tim yang sedang dalam tren bagus, yang bermain di rumah dengan keyakinan tinggi, lalu kami lebih dulu tertinggal. Melakukan comeback di babak kedua seperti yang dilakukan pemain saya adalah hal yang fantastis,” ucap Mourinho usai pertandingan.

“Saya tahu apa yang saya rasakan atas apa yang telah kami lakukan dalam dua tahun terakhir. Saya tidak butuh orang lain untuk menilai seperti apa kami, saya tahu seperti siapa kami. Secara pragmatis, semua tim ingin seperti kami,” lanjut dia di Skysport.

Kemenangan atas Palace di Minggu malam WIB, 03 Mei 2015, akan mengantar Mourinho meraih titel Premier League-nya yang ketiga.

Jose Mourinho juga berkomentar “nyeleneh” usai membawa Chelsea mengalahkan Leicester City. Pelatih asal Portugal itu berujar, semua tim di Premier League ingin seperti The Blues.

“Sangat fenomenal apa yang anak-anak lakukan, memimpin liga sejak hari pertama tentu tidak mudah. Mereka bermain dengan fantastis,” jelas Mourinho seperti mengutip Sky Sports.

“Pengalaman telah mengajarkan banyak hal kepada saya. Saya tahu persis bagaimana diri kami yang sebenarnya. Saat ini, semua tim ingin menjadi seperti Chelsea,” urainya.

sky sports. Daily mail dan mirror

Komentar