“Bohong” Neymar Hengkang ke Madrid

Penulis: Darmansyah

Senin, 18 Januari 2016 | 15:30 WIB

Dibaca: 1 kali

Neymar ke Real Madrid?

Kabar “miring” berbau “guyon” itu berkibar bersamaan dengan makin kencangnya berita keinginan banyak orang agar Neymar da Silva hengkang dari Barcelona, kini menjadi virus yang terus berkembang.

Sebelumnya, salah satu legenda Real Madrid, Roberto Carlos, menebar komentar bahwa Neymar bisa saja bermain di Santiago Bernabeu, kandang Real.

Tapi kini Carlos menolak bahwa dirinya tak pernah serius menyatakan akan adanya kemungkinan bintang Barcelona, Neymar hengkang dan menuju Real Madrid.

Mantan bek sayap kiri Los Blancos dan tim nasional Brasil tersebut sebelumnya sempat mengutarakan berniat untuk memboyong Neymar apabila mendapat peran dalam staf kepelatihan di Santiago Bernabeu.

Neymar menampilkan performa impresif bersama Barcelona sepanjang musim ini berjalan, sebagaimana ia turut mencetak gol saat timnya membantai Athletic Bilbao enam gol tanpa balas dalam lanjutan La Liga Spanyol pekan kemarin.

“Itu tidaklah mungkin, saya mengatakan itu hanyalah gurauan namun seseorang menanggapinya terlalu serius karena Madrid memang selalu menggaet pemain terbaik,” ujar Carlos.

Carlos saat ini tengah berada di Madrid bersama mantan klubnya tersebut sebagaimana ia mempersiapkan diri untuk menekuni dunia kepelatihan.

Neymar tampil memukau dengan membawa Barcelona menyabet treble winners musim lalu.

Neymar sendiri finis peringkat tiga penghargaan Ballon d’Or, di belakang Lionel Messi yang untuk kelima kali dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia, serta bintang Los Merengues Cristiano Ronaldo.

Meski sempat mengalami kesulitan di awal kedatangan di Camp Nou, Neymar kini termasuk pemain kunci Blaugra dalam susunan trisula berlabel MSN bersama Messi dan Luis Suarez.

Tak heran, mantan bintang Santos pun disebut-sebut calon suksesor La Pulga di klub Catalan, tapi Carlos punya pandangan lain.

Ia melihat adanya kemungkinan Ney mengikuti jejak Luis Figo yang menyeberang ke klub ibu kota Spanyol.

“Neymar masih sangat muda,” kata pemain yang melakoni lebih dari lima ratus pertandingan selama sebelas tahun dengan Madrid.

“Saya yakinia akan finis lebih tinggi di Ballon d’Or.

“Saya dapat melihat suatu hari Neymar ke Real Madrid.”

Neymar sendiri pernah menyampaikan niat ingin pindah ke Real Madrid kepada Dani Alves.

Untuk kesekian kalinya Neymar menyampaikan hasratnya yang ingin segera dapat bergabung ke Real Madrid.

Kali ini, seperti dilansir dari Marca , pemain bintang milik Santos itu mengungkapkan niatnya tersebut kepada bek Barcelona Daniel Alves.

Keduanya merupakan pemain satu tim di dalam skuad Brasil. Kepada Alves, Neymar mengaku ingin pindah setelah tampil di pentas Copa America.

“Saya tak tahu apapun tentang Barcelona,” kata Neymar kepada Alves. “Yang saya ketahui musim depan saya akan bermain untuk Real Madrid,” tandasnya.

Neymar sendiri sempat menjalani trial di Real Madrid di usia tiga belas tahun.

Sejak awal masa depan penyerang Brasil itu ditakdirkan berada di Spanyol, namun destinasinya saat itu cenderung mengarah ke Santiago Bernabeu.

Neymar merupakan remaja berbakat di Santos tatkala idolanya, Robinho, meninggalkan Vila Belmiro untuk menuju Madrid.

Dan agen Wagner Ribeiro, yang gembira dengan transfer tersebut, berpikir ia bisa membuat kesepakatan yang lebih baik lagi dengan memboyong juga sang youngster.

Tetapi Neymar dihinggapi keraguan.

Sang youngster bertanya-tanya apa yang akan terjadi kalau ia kesulitan menghasilkan impak.

Akankah ia dilego ke klub yang lebih kecil? Ia juga merindukan kawan-kawannya di Brasil dan orang tua si pemain membiarkan putra mereka memutuskan apa yang dikehendakinya.

Jadi pada akhirnya, Neymar pulang ke negara asalnya.

Madrid dan Santos, melalui Ribeiro, berjanji untuk tetap menjalin kontak.

Tentu saja, Barcelona termasuk di antaranya bersama Madrid, tapi demikian pula sederet tim elite Eropa lainnya: Chelsea, Manchester City, serta Bayern Munich.

Saat itu, Barca menjelma menjadi kekuatan dominan di Spanyol, Eropa, dan dunia.

Pada tujuh tahun lalu, Pep Guardiola memimpin klub Catalan memborong enam titel dalam setahun, termasuk Piala Dunia Antarklub.

Dan dua tahun kemudian, Blaugrana meraih kembali trofi tersebut dengan mengalahkan Santos – dan Neymar – dalam salah satu final paling jomplang yang kemudian disebut Guardiola sebagai “yang terbaik selama waktu saya di Barca” dalam perbincangan dengan kawan dan jurnalis, Marti Perarnau.

“Siapa yang tidak mengagumi Barcelona?” tuturnya jelang final. Dan ia juga menambahkan: “Messi adalah orang yang telah membuat sejarah dan akan mencapai lebih banyak lagi. Saya baru memulai dan masih banyak yang harus saya lakukan untuk mencapai levelnya.”

Setelahnya terungkap bahwa Barca sudah membayarkan uang kepada orang tua si pemain seiring upaya presiden Sandro Rosell mengamankan transfer dan Madrid hanya bisa gigit jari walaupun didukung Ribeiro – yang saat itu tidak lagi mewakili Neymar.

“Anda tak pernah membayar untuk anak itu bermain,” ujar si agen tahun ini dalam surat terbuka kepada ayah Neymar. “Anda memutuskan menuruti hasrat anak-anaknya untuk kembali ke Brasil ketimbang bermain untuk Real Madrid.”

Komentar