“Bignews” Media Inggris, Moyes ke La Liga

Penulis: Darmansyah

Jumat, 14 November 2014 | 15:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Media Inggris dalam dua hari terakhir ini menempatkan berita kedatangan David Moyes ke La Liga, untuk melatih Real Sociedad, sebagai “berita besar,” atau sering disebut dengan “bignews.” Hampir seluruh media prestise di Inggris, dari “Guardian” hingga “Daily Mail” memberi tempat “headline” bagi Moyes.

Investigasi dari ke datangan Moyes ke Sociedad juga digali oleh media Inggris hingga mengalahkan p[emberitaan media Spanyol seperti “marca” dan “as.”

“Guardian” dalam “topnews”nya hari ini, Jumat, 14 November 2014, menulis dengan nada gembira bahwa David Moyes sudah mempunyai pekerjaan lagi setelah menerima pinangan Real Sociedad.

“Guardian” pula yang mengungkapkan bahwa sebelum memastikan Moyes sebagai pelatih, manajemen Real Socieadad sempat meminta saran Sir Alex Ferguson. Moyes sendiri sebelum juga menelpon Sir Alex minta pendapat apakan menerima tawaran La Real.

Posisi pelatih Sociedad lowong setelah Jagoba Arrasate dipecat. Beberapa nama sempat dikabarkan menjadi incaran untuk menjadi pelatih baru. Akhirnya, petinggi klub memilih Moyes untuk menjadi arsitek baru.

Kebetulan, pelatih asal Skotlandia itu memang sedang menganggur setelah dipecat oleh Manchester United pada bulan April silam.

Meski sedang menganggur, Moyes tak langsung menerima tawaran Sociedad. Dia mengaku sempat meminta saran dari Fergie sebelum menandatangani kontrak yang berlaku hingga bulan Juni 2016.

“Saya berbincang dengan Alex dan berkata ‘ini merupakan kesempatan yang datang pada saya, bagaimana menurut Anda?’. Dan Alex berkata, dia merasa itu merupakan kesempatan yang luar biasa buat saya,” kata Moyes di Telegraph.

“Dia berbincang mengenai pekerjaan, kami membicarakan mengenai kesempatan yang dia pikir merupakan kesempatan luar biasa. Saya merasa ini merupakan keputusan pindah yang tepat buat diri saya dan dia mendukung saya,” imbuhnya.

Ini merupakan kedua kalinya buat Moyes meminta saran pada Fergie soal pekerjaan. Sebelum memutuskan untuk menerima tawaran MU, dia juga berbincang dulu dengan seniornya itu.

Sebelum menerima tawaran melatih dari Real Sociedad, David Moyes sempat mengalami sepuluh bulan yang tidak menyenangkan bersama Manchester United. Dia gagal di klub asal Manchester itu. Kendati demikian, Moyes mengaku kegagalan itu tidak akan memengaruhi benaknya.

Moyes ditunjuk menjadi manajer United setelah Sir Alex Ferguson memutuskan untuk pensiun. Ferguson jugalah yang secara pribadi mendatangi Moyes untuk menjadi suksesornya dan menyarankan kepada para petinggi klub untuk mempekerjakan Moyes.

Rio Ferdinand, freeback MU, lewat otobiografi terbarunya, membeberkan bahwa Moyes kerap kali meminta United bermain hati-hati. Moyes juga disebut Ferdinand mengubah beberapa kebiasaan dan memberikan instruksi yang membingungkan.

Namun, Moyes memberikan pembelaan diri. Menurutnya, dia tidak cukup diberikan waktu kala menangani United dan, oleh karenanya, tidak ada yang salah pada apa yang dilakukannya di United.

“Saya tetap berpegang pada ucapan saya waktu itu, saya tidak diberikan cukup waktu untuk sukses atau gagal,” ujar Moyes seperti dilansir Guardian.

“Saya pikir, tidak ada yang salah dengan cara kami bekerja waktu itu dan semua orang bisa melihat bahwa siapa pun yang melatih Manchester United, butuh waktu lama untuk bisa sukses.”

“Sembilan bulan [sic] bukanlah waktu yang cukup untuk manajer mana pun. Banyak orang-orang yang berkecimpung di dunia sepakbola tahu bahwa bakal ada periode transisi untuk Manchester United setelah Sir Alex.”

“Saya percaya bahwa saya adalah orang tepat buat pekerjaan itu dan saya masih percaya demikian sampai saat ini,” kata Moyes.

Mantan kiper Sociedad, Sander Westerveld, menyebut bahwa kegagalan Moyes di United tak seharusnya jadi patokan. Menurutnya, orang-orang juga harus mengingat bagaimana Moyes membuat Everton tampil relatif stabil selama sebelas tahun.

“Sociedad sedikit mirip dengan Everton, mereka adalah klub yang cukup bagus. Jika sedang bagus-bagusnya, mereka bisa lolos ke Liga Champions. Tapi, biasanya mereka adalah tim papan tengah.”

“Klub itu terstruktur dengan rapi. Dia akan merasa seperti di rumah sendiri. Dia tidak akan mendapatkan tekanan jika mereka kalah beberapa laga, mereka punya kepercayaan besar terhadap pelatih asing,” kata Westerveld.

Komentar