Betul! Tak Mudah Jerman Kalahkan Aljazair

Penulis: Darmansyah

Selasa, 1 Juli 2014 | 10:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Betul saja! Tidak mudah bagi “Der Panzer” Jerman menaklukkan “Serigala Gurun” Aljazair, di babak “knock-out,” enam belas besar Piala Dunia 2014 Brasil, Selasa dinihari WIB, 01 Juli 2014, di Estadio Beira-Rio, Porto Allegro.

Dibutuhkan perpanjangan waktu bagi “Der Panzer” untuk menantikan sontekan tumit Andre Schurrle dan tendangan Mesut Ozil di pengujung babak kedua untuk mengantarkan “tim diesel” ini meraih tiket perempatfinal.

Yang pasti, dalam laga krusial di bawah “pressure” pendukung Aljazair yang membuat gaduh stadion, Jerman mengalami stagnasi permainan dan sempat kewalahan meladeni perlawanan tim “underdog” itu.

Paling tidak, di menit awal, dengan penampilan hebat dan pantang menyerah “Serigala Gurun” itu berhasil menerabas blok pertahanan Jerman dengan mengucar-kacirkan “free back” Lahm dalam tekanan beruntun.

Bahkan permainan “safe” kiper Rais Mbolhi sepanjang waktu normal berhasil beberapa kali mematahkan peluang Thomas Muller.

Aljazair bisa kalah. Tapi mereka keluar lapangan dengan kepala tegak untuk membiarkan Jerman melaju ke perempat final Jerman untuk bertemu dengan Perancis, yang di pertandingan Senin malam WIB, 30 Juni 2014 mengalahkan Nigeria dua gol tanpa balas.

Dalam dalam laga yang diprediksi banyak pengamat bahwa Jerman akan mudah mengalahkan Aljazair, ternyata tim “penggembira” dari Afrika Utara itu melakukan “kudeta” lapangan, terutama dimenit awal lewat penguasaan jalannya permainan yang tertata rapi antar blok.

Peluang pertama Aljazair di menit ke delapan, nyaris menghasilkan gol ketika serangan balik Islam Slimani berhasil memaksa kiper Manuel Neur keluar dari sarangnya untuk memblok bola.

Perjalanan Aljazair di Piala Dunia 2014 memang terhenti di babak enam belas besar. Kendati demikian, bek Aljazair Madjid Bougherra tetap bangga dengan pencapaian timnya.

Di Piala Dunia 2014, Aljazair sukses mencatat sejarah. Setelah selalu gagal di fase grup, tim ‘Rubah Gurun’ akhirnya untuk pertama kalinya lolos ke babak 16 besar.

Aljazair mampu memaksakan laga untuk dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah skor kosong- kosong tetap bertahan hingga waktu normal berakhir.. Namun gol-gol dari Andre Schuerrle dan Mesut Oezil kemudian memupus asa Aljazair.

Aljazair sempat memperkecil ketertinggalan lewat Abdelmoumene Djabou. Skor dua banding satu untuk Jerman tetap bertahan hingga pertandingan selesai dan Aljazair harus mengakhiri kiprahnya di Brasil.

Meski gagal melangkah lebih jauh lagi, Bougherra tetap bangga pada timnya. Aljazair kini dinilainya mulai mendapat respek dari tim-tim lainnya.

“Kami bisa bangga dengan tim ini. Terima kasih untuk semua yang bekerja keras untuk kami. Aljazair adalah tim yang bagus dan sekarang kami dihormati,” ucap Bougherra kepada “beIn Sports” seperti dikutip “Football Espana.”

“Saya harap harga pemain-pemain Aljazair akan meningkat karena kami layak dan kami dipandang sebelah mata,” lanjut Bougherra.

“Ada banyak hal positif. Terima kasih untuk publik Aljazair, yang selalu mendukung kami, dan orang-orang Brasil yang juga mendukung tim ini,” katanya menambahkan.

Bagi pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew, tidak sepenuhnya puas dengan hasil laga ini. Ia menilai timnya banyak melakukan kesalahan dalam bertahan dan menyerang. Menurut Loew, Jerman harus bermain jauh lebih baik dari itu jika ingin masuk semifinal.

Loew mengakui, timnya harus berjuang keras untuk menang.Menurut dia, Jerman menang lantaran motivasi yang kuat, bukan karena keunggulan teknis.

“Kami sungguh kesulitan di babak pertama. Namun, pada babak kedua dan perpanjangan waktu, kami bermain lebih baik dan memiliki lebih banyak peluang,” katanya, seperti dikutip situs “Goal.com.”

Loew kecewa kepada anak asuhnya karena membuang banyak kesempatang gol. Menurut dia, hal ini tak biasanya terjadi. “Kami juga kesulitan mendekati jantung pertahanan Aljazair,” ujarnya.

Loew juga menyoroti kerja sama Per Mertesacker dan Jerome Boateng yang tidak sebagus biasanya. Menurut dia, Aljazair yang memainkan bola-bola panjang menyulitkan kerja sama kedua pemain tersebut. Ia mengatakan, dalam pertandingan seperti itu, dibutuhkan pemain yang bisa cepat beradaptasi dan membuat perubahan di lapangan.

“Peran ini dilakukan dengan baik oleh Sami Khedira dan Andre Schurrle. Kehadiran mereka memompa performa kami di lapangan,” tuturnya.

Salah satu pemain yang dipuji penampilannya dalam pertandingan malam tadi adalah penjaga gawang Jerman, Manuel Neuer. Kehadiran Neuer dianggap bisa menyelamatkan Jerman dari gempuran Aljazair. Namun penjaga gawang Bayern Muenchen ini mengaku penampilannya belum maksimal.

“Saya bermain seperti biasa, sama saat saya membela Jerman atau Bayern Muenchen. Masih banyak yang perlu diperbaiki,” katanya.

Jerman akan menghadapi Prancis Jumat mendatang pada babak perempat final. Jika berhasil menyisihkan Prancis di semi final, Jerman akan menghadapi pemenang partai Brasil melawan Kolombia.

“Kami harus lebih baik saat melawan Perancis. Hari ini kami menang karena tekad. Kami payah pada babak pertama, sering kehilangan bola yang mengundang Aljazair melakukan serangan balik,” ujar Loew.

Sementara itu, Schuerrle menilai timnya sudah memberikan yang terbaik untuk menang dalam sembilan puluh menit. Menurut Schuerrle, usaha Jerman gagal karena Aljazair bermain bagus.

“Kami ingin menang dalam waktu normal. Namun, Aljazair bermain dengan baik. Kami tak peduli bagaimana kami meraih kemenangan. Yang penting adalah kami masuk perempat final,” ujar Schuerrle.

Komentar