Bermain Grendel, MU Vs City Tanpa Gol

Penulis: Darmansyah

Jumat, 28 April 2017 | 08:11 WIB

Dibaca: 1 kali

Tembok tangguh Manchester United, dengan menerapkan permainan “grendel,” berhasil memaksa Manchester City bermain imbang, tanpa gol, dalam derby lanjutan Premier League di Etihad Stadium, Jumat dinihari WIB, 28 April.

Dengan angka seri ini menempatkan Manchester United  sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit sejak Januari lalu.

Sejak Januari, ‘Setan Merah’ baru kebobolan lima gol dari tiga belas pertandingan yang telah mereka lakoni di Liga Inggris.

Dengan tembok kokoh yang sulit ditembus plus motivasi besar para penyerang yang selama ini jadi cadangan Ibrahimovic, maka Manchester United punya peluang bagus untuk mencuri kemenangan

Dan kali ini Mancehster City gagal memanfaatkan keunggulan  walau pun memiliki jumlah pemain yang lebih banyak dalam derby Manchester di Etihad Stadium.

Dengan hasil imbang itu membuat City bertahan di peringkat empat klasemen sementara Premier League, unggul satu poin dan satu tingkat dari rival sekotanya.

City sebenarnya mendominasi sepanjang laga.

Tim besutan Pep Guardiola itu bahkan hampir mencetak gol saat laga berjalan sembilan menit lewat Sergio Aguero. Sayang, tembakan striker asal Argentina itu masih meleset dari sasaran.

Berselang setengah jam Aguero kembali mengancam gawang United, namun tembakannya berhasil dijinakkan kiper David de Gea.

Ancaman Aguero belum selesai. Hanya berselang beberapa menit, Aguero kembali hampir mencetak gol setelah dirinya lepas dari penjagaan pemain MU.

Namun, keberuntungan tak juga memayungi pemain bernomor punggung sepuluh tersebut.

City semakin menunjukkan dominasinya lewat tendangan Aleksandar Kolarov pada menit 36 yang, lagi-lagi, berhasil dihalau De Gea.

Tim tamu bukannya tanpa perlawanan. Peluang mencetak gol tercipta di pengujung babak pertama melalui bola hasil tendangan bebas Marcus Rashford yang mengarah pada Ander Herrera. Tetapi tandukan Herrera gagal bersarang ke gawang The Citizens.

City memulai babak kedua dengan tekanan yang lebih besar lewat peluang yang diciptakan oleh Sterling dan Aguero. Kembali, De Gea tampil apik dengan menetralisir dua ancaman tersebut.

Posisi City semakin diuntungkan setelah wasit mengusir keluar Marouane Fellaini setelah eks pemain Everton itu dengan sengaja menanduk kepala Aguero

Dengan sisa lima menit waktu pertandingan, City berusaha memaksimalkan keunggulan jumlah pemain. Guardiola bahkan memasukkan Gabriel Jesus untuk membantu menggedor pertahanan United.

Masuknya Jesus memang semakin meningkatkan serangan City.

Jesus bahkan berhasil menjaringkan bola ke gawang United pada injury time. Tetapi gol itu dianulir lantaran dirinya berdiri di posisi offside. Skor kacamata pun bertahan hingga akhir pertandingan.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menilai kalau timnya sudah menampilkan upaya terbaiknya Namun, Guardiola mengakui bahwa rival sekota Man City di Liga Inggris tersebut adalah tim yang sulit dikalahkan.

Guardiola mengatakan bahwa penampilan para pemainnya kontra Man United sudah sebaik yang kerap mereka tunjukkan di Liga Inggris Hanya saja, Man United bukan tim yang mudah dikalahkan.

“Saya yakin kalau Man United datang untuk menang. Kami sudah mencoba mengambil alih penguasaan bola dan menyerang, tetapi melawan tim yang sudah tidak terkalahkan dalam 23 laga memang sulit,” kata Guardiola usai laga.

Man United memang punya catatan impresif sepanjang musim kompetisi ini.

Hasil seri tanpa gol versus Manchester City menggenapkan catatan tidak terkalahkan Setan Merah menjadi dua puluh empat pertandingan berturut-turut.

Selain itu Guardiola mengeluhkan para beknya yang tak lagi muda kala menjamu Manchester United. .

Menurutnya, para bek terutama bek sayap ManCity tak lagi kuat secara stamina lantaran usianya sudah tiga puluh tahun ke atas. Karena tak lagi muda, mereka tak bisa dipaksakan untuk ikut menyerang selain bertahan.

“Saya tidak menyukai untuk terlalu menyerang hari ini, saya memilih menyerang dengan cara lain. Sebab, mereka  menunggu kami melakukan kesalahan,” ujar Guardiola kepada Sky Sports.

Pada laga itu, Guardiola memainkan dua bek sayap Pablo Zabaleta dan Aleksandar Kolarov . Sedangkan Bacary Sagna dan Gael Clichy disimpan di bangku cadangan.

“Mereka bisa bermain dan memiliki kualitas untuk bertahan sangat solid dan menunggu di belakang bek sayap untuk menghukum kami,” kata Guardiola.

Dengan mengandalkan formasi empat-dua-tiga-satu, Guardiola mengandalkan Vincent Kompany vdan Nicolas Otamendi di posisi bek tengah pada laga tersebut.

Sedangkan Zabaleta di posisi sayap kanan dan Kolarov sayap kiri.

“Laga terakhir kami bermain dengan Jesus Navas dan kami banyak melakukan serangan juga dari bek sayap. Namun, Pablo Zabaleta, Sagna, Kolarov, dan Clichy, mereka semua berusia lebih dari tiga puluh tiga tahun,” terang Guardiola.

“Mereka tak lagi memiliki tenaga untuk maju dan mundur sehingga saya menginginkan mereka main di posisi berbeda.”

Komentar