Belanda Kehilangan Robin van Persie

Penulis: Darmansyah

Kamis, 19 Juni 2014 | 10:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Belanda membayar mahal kemenangan, tiga golnya, banding dua, ketika melawan Australia, Rabu malam WIB, 18 Juni 2014, karena harus mengorbankan Robin van Persie, yang mendapat kibasan kartu kuning kedua.

Persie dipastikan absen ketika “Oranye” melawan Chile di laga penutup grup karena akumulasi kartu. Namun Louis Van Gaal tak khawatir soal itu dan lebih mengkhawatirkan soal bakal absennya bek Bruno Martins Indi.

Laga melawan Chile tidak akan memengaruhi posisi Belanda lolos ke babak berikutnya karena sudah mengantongi enam angka. Laga dengan Chile lebih, untuk menentukan siapa di antara mereka yang keluar sebagai juara grup. Chile sendiri, sama seperti Belanda telah memenangkan dua laga, melawan Aistralia dan Spanyol.

Belanda sebelumnya telah menghancurkan Spanyol, dan oleh Chile tim juara bertahan itu dipaksa harus angkat koper dari perhelatan Piala Dunia 2014.

Van Persie yang mencetak satu dari tiga gol kemenangan Belanda ke gawang Australia harus absen di laga penentuan juara grup melawan Chile Senin mendatang, usai menerima kartu kuning. Di laga kontra Spanyol sebelumya ia sudah menerima kartu kuning.

Sudah mencetak tiga gol, kehilangan Van Persie tentunya merugikan Belanda mengingat mereka akan mengincar finis posisi pertama grup demi menghindari pertemuan dengan Brasil di babak 16 besar.

Namun Van Gaal tak begitu mengkhawatirkan soal itu mengingat stok pemain depannya masih ada Dirk Kuyt, Klaas Jan Huntelaar, dan Jermain Lens yang kenyang pengalaman di sepakbola.

“Di lini serang saya punya banyak pilihan dengan Dempay, Lens, dan Dirk,” ujar Van Gaal seperti dikutip Soccerway.

“Tapi pilihan di lini belakang sangatlah terbatas,” sambungnya.

Beda ceritanya di lini belakang di mana Martins Indi yang selama ini jadi andalan kemungkinan akan absen saat melawan Chile. Sebab bek itu mengalami cedera kepala usai terjatuh saat duel udara dan sempat tak sadarkan diri, yang membuatnya diganti di pertengahan babak pertama.

Kehilangan pemain asal klub Feyenoord itu akan bikin pusing Van Gaal mengingat stok pemain belakang mereka banyak yang minim pengalaman seperti Paul Verhaegh, Joel Veltman, dan Terence Kongolo.

Tim nasional Belanda, Rabu malam WIB, meneruskan tren positif di fase grup. Namun, Arjen Robben menganggap meski menang penampilan De Oranje tak memuaskan.

Belanda dipaksa bermain susah payah oleh Australia untuk mendapatkan kemenangan di Estadio Beira-Rio, Porto Alegre. Sempat unggul satu gol yang dibuaat Robben, Tim Cahill langsung membalas semenit kemudian.

Belanda malah tertinggal setelah Mile Jedinak mengeksekusi penalti dengan tepat. Robin van Persie menyamakan kedudukan lagi. Kemenangan Belanda ditentukan Memphis Depay yang memulai laga dari bangku cadangan.

“Kami tidak langsung panas di awal dan kemudian sempat tertinggal,” kata Robben seperti dikutip Football Espana

“Hasil ini tidak oke, tapi cukup untuk kian mendekati babak knockout,” jelas pemain yang disebut FIFA sebagai pesepakbola tercepat di dunia itu.

Dengan tambahan tiga angka itu Belanda kokoh di puncak klasemen Grup B dengan enam poin. Robben sendiri membuat tiga gol di Piala Dunia kali ini.

Belanda meraih kemenangan keduanya di Piala Dunia 2014 setelah mengandaskan Australia. Perlawanan sengit yang ditunjukkan Socceroos membuat Louis van Gaal terkesan.

De Oranje dibuat keteteran oleh perlawanan Australia.

“Saya merasa Australia sangatlah mendominasi di babak pertama. Kemudian tekanan kian besar di babak kedua,” ucap Van Gaal usai pertandingan seperti dikutip ESPN.

Soal sulitnya Belanda mengembangkan permainan di babak pertama, Van Gaal menyebut itu bukan karena persoalan skema permainan. Permainan Belanda berubah di babak kedua karena Van Gaal meminta pemainnya mengubah pola pikir.

“Jika Anda kehilangan penguasaan bola, itu sangatlah sederhana. Tak masalah dengan sistem yang Anda mainkan. Saya ingin mengubah cara pikir para pemain di babak kedua dan untungnya cukup oke. Tapi, cukuplah untuk membuat perbedaan,” jelas pelatih 62 tahun itu.

“Saya harus memberikan selamat kepada tim. Di babak kedua, kami menciptakan lima, enam, tujuh peluang. Kiper kami tak harus menghentikan terlalu banyak serangan ke gawang. Saya percaya Australia adalah lawan yang tangguh dan mempunyai organisasi yang oke,” ucap dia.

Komentar